Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Pulangkan Jejak Sejarahnya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Semarang Pulangkan Jejak Sejarahnya

Sejarah sering kali hilang bukan karena perang, tetapi karena lupa dirawat. Di tengah derasnya pembangunan kota, Pemkot Semarang justru memilih menengok masa lalu.

T. Budianto
Last updated: Juli 1, 2026 5:58 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
LAMPU BADAI KUNO: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menerima sebuah lampu badai kapal kuno dari kolektor benda bersejarah Dr Jimmy Lassang Manahara Siahaan di Rumah Budaya Tangga, Medan, Rabu (1/7/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, MEDAN- Komitmen Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam menyelamatkan arsip dan artefak sejarah mendapat apresiasi dari kalangan akademisi, sejarawan, hingga kolektor benda bersejarah.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Medan, Rabu (1/7/2026) bersama sejumlah pakar sejarah, di antaranya Dr Ir Jimmy Lassang Manahara Siahaan, Dr Saparudin Barus, Prof Ikhwan, Prof Robert Sibarani, serta perwakilan Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI) Sumatera Utara.

Mereka menilai langkah Pemkot Semarang yang aktif menelusuri, mengumpulkan, hingga mengembalikan berbagai dokumen dan artefak sejarah merupakan terobosan penting untuk menjaga memori kolektif sekaligus memperkuat identitas Semarang sebagai kota maritim.

Guru Besar Kebudayaan, Prof Robert Sibarani mengatakan, tidak banyak kepala daerah yang memiliki perhatian serius terhadap pelestarian sejarah. “Langkah Wali Kota Semarang ini merupakan preseden yang sangat baik. Ketika seorang kepala daerah berinisiatif mengumpulkan kembali arsip dan artefak sejarah, sesungguhnya ia sedang menyelamatkan identitas, peradaban, dan ingatan kolektif masyarakatnya,” ujarnya.

Baca juga: Pemkot Dorong Artefak Solo Pulang dari Belanda

Menurut Robert, pelestarian sejarah bukan sekadar mengumpulkan benda-benda kuno, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai yang menjadi fondasi pembangunan sebuah kota.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Semarang menerima sejumlah koleksi berharga yang menggambarkan perjalanan panjang kota sebagai pusat perdagangan pada masa lampau.

Di antaranya 13 lembar saham Hotel du Pavillon, yang kini dikenal sebagai Hotel Dibya Puri bertahun 1892, surat sero NV Seng Tek Jia tahun 1955, obligasi Semarangsche Administratie Maatschappij senilai lima juta gulden pada masanya, hingga sebuah lampu badai kapal kuno.

Bukti Autentik

Kolektor benda bersejarah, Dr Ir Jimmy Lassang Manahara Siahaan yang menyerahkan sebagian koleksi tersebut mengaku yakin artefak itu kini berada di tangan yang tepat.

“Dokumen pemberitaan tahun 1830-an maupun obligasi bernilai jutaan gulden ini menjadi bukti autentik bahwa Semarang telah berkembang sebagai pusat perdagangan, administrasi, dan ekonomi sejak ratusan tahun lalu. Kami menyerahkannya karena melihat komitmen nyata Ibu Wali Kota untuk menjaga kelestariannya sekaligus menjadikannya media edukasi bagi masyarakat,” katanya.

Menurut para akademisi, posisi Semarang dalam sejarah maritim Nusantara memang sangat strategis. Kota ini memiliki keterkaitan erat dengan Jalur Sutra Maritim, termasuk jejak pelayaran Laksamana Cheng Ho yang menjadi bagian penting sejarah perdagangan di kawasan Asia.

Karena itu, penelitian yang melibatkan perguruan tinggi dan lembaga internasional dinilai akan semakin memperkuat posisi Semarang sebagai salah satu pusat kajian sejarah maritim Indonesia.

Menanggapi apresiasi tersebut, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa pelestarian sejarah merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan kota.

Baca juga: Secuil Cerita dari Sebuah Museum di Kota Lama Semarang

Menurutnya, arsip, dokumen, dan artefak kuno bukan sekadar koleksi untuk dipajang, melainkan sumber pengetahuan yang membantu masyarakat memahami perjalanan panjang Kota Semarang.

“Berbagai peninggalan ini perlu dikumpulkan kembali agar kita dapat membaca, memahami, dan merekonstruksi perjalanan kota ini. Dari sanalah kita mengetahui fondasi awal terbentuknya Semarang, nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu, serta arah pembangunan yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Pemkot berharap langkah penyelamatan sejarah ini menjadi pijakan untuk memperkuat identitas kota sekaligus memperkenalkan warisan maritim Semarang kepada generasi mendatang.

Kota memang bisa membangun gedung baru dalam hitungan bulan. Tapi membangun kembali sejarah yang hilang bisa memakan waktu puluhan tahun. Sebab, identitas sebuah kota bukan tersimpan di beton-beton tinggi, melainkan pada cerita masa lalu yang berhasil diselamatkan sebelum benar-benar terlupakan. (tebe)

You Might Also Like

PBNU Tegasin Aliansi yang Laporkan Pandji ke Polisi Bukan Representasi NU

Detik-detik Tabrakan Maut KRL vs Argo Bromo: Dipicu Taksi Listrik Mogok di Tengah Rel Kereta

Megawati Sentil TIM Kini Borjuis dan Tak Ramah Seniman, Titahkan Pramono: Kembalikan Seperti Dulu

Bukan Penjahat Biasa! Pejabat Kejari Madiun Ditangkap setelah Peras Kepala Desa

Penerbangan Semarang-KL: Kamu Bisa Sarapan Lumpia, Makan Siangnya Nasi Lemak di Malaysia

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarangsejarah maritim nusantara
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tembok Baru Mahesa Jenar! PSIS Resmi Boyong Andy Setyo
Next Article Bidik Relokasi Industri Vietnam, Jateng Bersolek Perkuat Pelabuhan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PEMERIKSAAN AUTOGATE: Penumpang pesawat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menggunakan autogate saat melewati pemeriksaan imigrasi, Rabu (30/9/2026). (bae)

Pemeriksaan Imigrasi di Bandara Ahmad Yani Lebih Praktis, Sekarang Pakai Autogate

Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae)

BREAKING NEWS: TPA Jatibarang Semarang Terbakar Malam Ini

Giant Sea Wall Dikhawatirkan Ganggu Nelayan

KORBAN KERACUNAN MBG - Polisi menjenguk korban keracunan MBG di Batang yang dirawat pada sebuah fasilitas kesehatan (faskes) setempat.

Korban Dugaan Keracunan MBG di Jateng Tembus 13 Ribu Orang

TRANSFORMASI LAYANAN PELANGGAN - PLN Icon Plus turut mengembangkan transformasi layanan pelanggan melalui implementasi New Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T) Wave 4 di Jawa Tengah dan Yogyakarta. KUNJUNGAN INDUSTRI - Siswa Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMK Muhammadiyah Imogiri kunjungi PLN Icon Plus di Semarang, untuk mengenal lebih jauh industri teknologi digital.

PLN Icon Plus Perkuat Pembelajaran Siswa TJKT Muhammadiyah Imogiri melalui Pengalaman Industri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

Pengamat Soroti Wacana Kades Menjabat Tanpa Batas, Tak Rasional

September 13, 2026
MANIFESTO NALAR KRITIS - Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh meminta mahasiswa mengasah nalar kritis agar banjir informasi di era digital tak menjadi bencana. Hal ini disampaikan Saleh dalam latihan keterampilan manajemen mahasiswa di Auditorium Fakultas Kedokteran Kampus II Unwahas Semarang, Sabtu (27/6/2026).
Info

Banjir Informasi Digital, Saleh Minta Mahasiswa Unwahas Asah Nalar Kritis

Juni 28, 2026
Info

Sehari Diterjang Hujan, Banyumas Keteter 23 Bencana

Oktober 22, 2025
Plesir

Pecinan Naik Kelas, Kini Jadi Desa Wisata

September 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Pulangkan Jejak Sejarahnya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?