BACAAJA, SEMARANG- Tembok tinggi Lapas Kelas I Semarang ternyata nggak cuma jadi tempat pembinaan warga binaan. Di dalamnya, ratusan bibit sayuran dan tanaman hortikultura mulai ditanam sebagai bagian dari program pertanian berkelanjutan.
Pada Sabtu (6/6/2026), petugas bersama warga binaan melakukan pindah tanam berbagai bibit dari area persemaian ke greenhouse Lapas. Kegiatan ini jadi bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
Baca juga: Tiga Hari Full Daging, Napi Lapas Semarang Auto Lupa Menu Tempe
Ada beragam tanaman yang mulai dipindahkan, mulai dari cabai setan, cabai keriting, tomat, sawi bakso, sawi pagoda, kubis, hingga bunga kol. Masing-masing jenis ditanam sebanyak 100 bibit dengan usia sekitar dua minggu sampai satu bulan.
Bibit tersebut dipindahkan ke polybag dan raised bed yang sudah disiapkan. Media tanamnya menggunakan campuran pupuk, sekam, tanah, dan dolomit agar tanaman bisa tumbuh lebih optimal.
Hasil Kolaborasi
Program ini merupakan hasil kolaborasi Lapas Kelas I Semarang dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kota Semarang dari Kementerian Pertanian. Selain menanam, warga binaan juga belajar proses budidaya dari awal sampai panen.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar menghasilkan sayuran, tetapi juga memberi bekal keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti. “Kami ingin memberikan bekal keterampilan yang nyata kepada warga binaan,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas juga menjadi cara untuk mendukung program ketahanan pangan sekaligus memperkuat kerja sama dengan berbagai instansi.
Baca juga: Di Lapas Semarang, Razia Narkoba Sampai 18 Kali Sebulan
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat kemandirian, meningkatkan keterampilan warga binaan, serta mendukung terciptanya pertanian yang produktif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Di luar tembok lapas, tak sedikit orang yang punya kebebasan tetapi bingung menanam masa depan. Sementara di dalam sana, cabai, tomat, dan sawi justru sedang mengajarkan bahwa setiap kesempatan kedua selalu bisa dimulai dari benih yang kecil. (bae)

