Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dari Balik Jeruji Lapas Semarang, Cabai dan Harapan Mulai Bertunas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Dari Balik Jeruji Lapas Semarang, Cabai dan Harapan Mulai Bertunas

Kalau selama ini penjara identik dengan tembok tinggi dan ruang terbatas, suasana berbeda justru terlihat di Lapas Kelas I Semarang. Di balik jeruji, ratusan bibit sayuran mulai tumbuh subur.

T. Budianto
Last updated: Juni 7, 2026 6:42 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
MULAI TUMBUH: Bibit sayur yang disemai petugas lapas dan warga binaan Lapas Semarang mulai tumbuh. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Tembok tinggi Lapas Kelas I Semarang ternyata nggak cuma jadi tempat pembinaan warga binaan. Di dalamnya, ratusan bibit sayuran dan tanaman hortikultura mulai ditanam sebagai bagian dari program pertanian berkelanjutan.

Pada Sabtu (6/6/2026), petugas bersama warga binaan melakukan pindah tanam berbagai bibit dari area persemaian ke greenhouse Lapas. Kegiatan ini jadi bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

Baca juga: Tiga Hari Full Daging, Napi Lapas Semarang Auto Lupa Menu Tempe

Ada beragam tanaman yang mulai dipindahkan, mulai dari cabai setan, cabai keriting, tomat, sawi bakso, sawi pagoda, kubis, hingga bunga kol. Masing-masing jenis ditanam sebanyak 100 bibit dengan usia sekitar dua minggu sampai satu bulan.

Bibit tersebut dipindahkan ke polybag dan raised bed yang sudah disiapkan. Media tanamnya menggunakan campuran pupuk, sekam, tanah, dan dolomit agar tanaman bisa tumbuh lebih optimal.

Hasil Kolaborasi

Program ini merupakan hasil kolaborasi Lapas Kelas I Semarang dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kota Semarang dari Kementerian Pertanian. Selain menanam, warga binaan juga belajar proses budidaya dari awal sampai panen.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar menghasilkan sayuran, tetapi juga memberi bekal keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti. “Kami ingin memberikan bekal keterampilan yang nyata kepada warga binaan,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas juga menjadi cara untuk mendukung program ketahanan pangan sekaligus memperkuat kerja sama dengan berbagai instansi.

Baca juga: Di Lapas Semarang, Razia Narkoba Sampai 18 Kali Sebulan

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat kemandirian, meningkatkan keterampilan warga binaan, serta mendukung terciptanya pertanian yang produktif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Di luar tembok lapas, tak sedikit orang yang punya kebebasan tetapi bingung menanam masa depan. Sementara di dalam sana, cabai, tomat, dan sawi justru sedang mengajarkan bahwa setiap kesempatan kedua selalu bisa dimulai dari benih yang kecil. (bae)

You Might Also Like

Posko PMI Semarang Jadi “Pit Stop” Favorit Pemudik

Bikin Bule AS Klepek-klepek, Mantan Artis Indonesia Terseret Love Scamming Rp41 Miliar

Luthfi Minta Tiap Daerah Punya Ekonomi Kreatif Unggulan

Nggak Mau Byar-Pet, KITB Disuntik 180 MW Energi Hijau

Alissa Wahid Tantang Polisi Buka CCTV: Biar Kasus Kematian Iko Unnes Terang Benderang

TAGGED:headlinekemenimipaslapas semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gaji Hakim Naik, Mafia Peradilan Jangan Ikut Naik
Next Article Saat Anak Muda Semarang Diajak Bikin Film

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) cum Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Sudaryono. (ist)

Sudaryono Jadi Kepala BGN? Nanik S Deyang Bocorkan Sosok Penggantinya: “Insyaallah Adik Saya”

LANSIA WISUDA--Peserta Sekolah Lansia Salimah (Salsa) angkatan pertama mengikuti wisuda di Semarang, Minggu (19/7/2026). (ist)

Sekolah Lansia Salimah di Semarang Wisuda 22 Peserta, Belajarnya Setahun Penuh

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)

MBG Kembali Telan Korban, 19 Siswa Blora Diduga Keracunan Susu

Dua Investasi Senilai Rp 730 Miliar Masuk Jateng

Eks Kiper Juara Liga 1 Merapat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Dari Hobi Jadi Cuan: Pemprov Siapin Guide Gunung

April 19, 2026
Ilustrasi mi yang dicampur bahan pengawet mayat jenis formalin. (grafis/wahyu)
Hukum

Adonan Maut Mi Nyemek Boyolali: 100 Kg Bahan Dicampur 1 Liter Cairan Pengawet Mayat

Maret 12, 2026
Info

30 Ribu Rumah di Jateng Bakal Dibedah Tahun Ini

Mei 9, 2026
Daerah

Banjir Kepung Pekalongan, Wagub Soroti Penanganan Berlapis

Januari 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Balik Jeruji Lapas Semarang, Cabai dan Harapan Mulai Bertunas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?