Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Adonan Maut Mi Nyemek Boyolali: 100 Kg Bahan Dicampur 1 Liter Cairan Pengawet Mayat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Adonan Maut Mi Nyemek Boyolali: 100 Kg Bahan Dicampur 1 Liter Cairan Pengawet Mayat

R. Izra
Last updated: Maret 12, 2026 1:59 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Ini sih bukan kaleng-kaleng bikin adonan mautnya. Bayangkan, 100 kilogram (Kg) bahan adonan mi nyemek dicampur satu liter formalin, cairan yang biasa digunakan untuk mengawetkan mayat. Gila!

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Ditreskrimsus Polda Jateng) membongkar praktik produksi mi basah yang dicampur formalin di Boyolali.

Mi yang seharusnya jadi bahan makanan sehari-hari itu ternyata diproduksi dengan campuran formalin, bahan kimia berbahaya. Pelakunya adalah pria berinisial WH (36), warga Boyolali.

Bacaaja: Waspada! 5 Makanan Favorit yang Bisa Picu Kanker Usus Besar
Bacaaja: Hati-hati! 6 Makanan yang Bisa Diam-diam Bikin Ginjal Bermasalah

Yang bikin makin kaget, mi tersebut sudah beredar ke beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan harga cukup murah, sekitar Rp12 ribu per kilogram.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Djoko Julianto, menjelaskan tersangka memerintahkan dua karyawannya untuk membuat mi dengan tambahan formalin.

“Setiap 100 kilogram adonan mi dicampur sekitar 1 liter formalin yang sudah disiapkan oleh pelaku,” ujar Djoko saat konferensi pers di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng di Semarang, Rabu (11/3/2026).

Dari hasil penyelidikan polisi, praktik ini ternyata bukan baru kemarin sore. Produksi mi berformalin ini disebut sudah berjalan sejak 2019.

Dalam sehari, kapasitas produksinya bahkan bisa mencapai 1 sampai 1,5 ton. Jumlah yang tidak sedikit untuk mi yang beredar di pasar.

Adonan mi itu dibuat dari campuran tepung terigu, garam, air, pewarna makanan, soda pengenyal mi, dan—yang bikin ngeri—formalin.

Mi basah tersebut kemudian dijual ke berbagai daerah di Jawa Tengah. Biasanya dipakai untuk berbagai menu favorit seperti bakmi godog, bakmi nyemek, hingga mi nyemek.

“Per kilogram dijual Rp12 ribu. Keuntungan bersihnya bisa sampai setengah dari hasil penjualan,” jelas Djoko.

Kasus ini awalnya terbongkar setelah polisi menerima laporan masyarakat pada 4 Maret 2026 soal dugaan mi berformalin yang beredar di Boyolali.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya menemukan lokasi produksi pada 10 Maret 2026 sekitar pukul 02.00 WIB di Kecamatan Cepogo.

Tak berhenti di situ, polisi juga menemukan gudang penyimpanan formalin di Kecamatan Mojosongo.

Dari dua lokasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya:

  • 12 jeriken formalin kapasitas 20 liter

  • 3 drum biru bekas tempat pencampuran

  • 25 karung mi siap jual, masing-masing sekitar 40 kilogram

Tersangka WH kini sudah diamankan. Ia dijerat Undang-Undang Pangan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun.

Bahaya formalin

Dari sisi kesehatan, formalin sebenarnya sama sekali tidak boleh ada di makanan. Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Jateng, Elhamangto Zuhdan, menjelaskan dampak formalin memang sering tidak langsung terasa.

Namun jika terus dikonsumsi dalam jangka panjang, zat ini bisa menumpuk di organ liver (hati).

Akibatnya, fungsi hati bisa terganggu bahkan berujung pada kerusakan sel hati.

Artinya, meski kelihatannya cuma mi biasa di piring, kalau ternyata mengandung formalin, risikonya bisa serius buat kesehatan dalam jangka panjang. (*)

You Might Also Like

Agustina Ajak Warga Ngurus Sampah Bareng

Anak Semarang Udah Nggak Takut Sekolah!

H-7 Lebaran, GT Kalikangkung Mulai Ramai: 1.500 Kendaraan per Jam Masuk Semarang

ASN Semarang Diminta Nggak Cuma Sibuk, Tapi Berdampak

Top Korupsi di Jateng, Kasus Sritex dan BUMD Cilacap Masih Bertakhta

TAGGED:boyolalicairan pengawet mayatformalinheadlinemi basahmi formalinmi nyemekpolda jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Solo Respati Ardi memberikan arahan pelaksanaan Ground Check PBI JK di kantor Dinas Sosial Surakarta, Rabu (11/3/2026). Gelar Ground Check PBI JK, Wali Kota Solo Respati: Biar Bantuan Nggak Salah Sasaran
Next Article Para debitur siluman yang dipinjam nama untuk utang bank, diperiksa sebagai saksi sidang di pengadilan, Kamis (12/3/2026). (bae) Cerita Debitur Siluman Korupsi BPR Artha Jepara: Namanya Dipinjam, Dapat Fee Puluhan Juta Rupiah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jalur KA Semarang-Rembang Mau Dihidupkan Lagi, Seberapa Penting?

Peta jalur rel Kedungjati-Tuntang dan kolase foto kondisi stasiun era dulu. (ist)

Reaktivasi Jalur Kereta Api Kedungjati-Tuntang Paling Mungkin Direalisasikan, Asalkan. . .

Piala U-13 Semarang Jadi Jalan Ninja ke Sepak Bola Profesional

Sumarno Minta Event Kejurnas di Jateng Diperbanyak

Kota Lama Sudah Glow Up, Tapi Masih Sepi Nyawa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Polisi dan pihak terkait meninjau korban tewas laka bus Krapyak Semarang.
Info

Daftar Identitas 16 Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak

Desember 22, 2025
Iko Juliant Junior, mahasiswa FH Unnes, meninggal dalam kondisi tak wajar.
Daerah

Kalau Benar Iko Unnes Korban Laka, Murni Kecelakaan atau karena Dikejar Polisi?

September 4, 2025
Info

Sekda Jateng: Penyandang Disabilitas Bukan untuk Dikasihani, Tetapi Difasilitasi

Februari 22, 2026
Tangkapan layar channel YouTube Ganjar Pranowo.
Opini

Siswa SD di Ngada Bundir, Ganjar: Ini Bukan Tragedi Personal, tapi Jeritan Sunyi Generasi

Februari 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Adonan Maut Mi Nyemek Boyolali: 100 Kg Bahan Dicampur 1 Liter Cairan Pengawet Mayat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?