Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cerita Debitur Siluman Korupsi BPR Artha Jepara: Namanya Dipinjam, Dapat Fee Puluhan Juta Rupiah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Cerita Debitur Siluman Korupsi BPR Artha Jepara: Namanya Dipinjam, Dapat Fee Puluhan Juta Rupiah

R. Izra
Last updated: Maret 12, 2026 6:50 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Para debitur siluman yang dipinjam nama untuk utang bank, diperiksa sebagai saksi sidang di pengadilan, Kamis (12/3/2026). (bae)
Para debitur siluman yang dipinjam nama untuk utang bank, diperiksa sebagai saksi sidang di pengadilan, Kamis (12/3/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Sidang dugaan korupsi kredit fiktif di BPR Jepara Artha membuka cerita menarik dari para saksi. Beberapa orang mengaku cuma “meminjamkan nama” untuk pengajuan kredit miliaran rupiah. Sebagai gantinya, mereka dapat imbalan puluhan juta rupiah.

Salah satu saksi, Catur Yunuarto, pada 2023 pernah diajak bisnis enak, dapat uang banyak. Ia di-breafing tentang rencana culas mengakali kredit dengan cara meminjam nama.

Nama Catur dipinjam. Catur dibuat seolah-olah merupakan pengusaha sukses yang butuh dana untuk pengembangan usaha. Perusahaannya sudah disiapkan. Tugas Catur cuma datang dan menjawab pertanyaan saat ada petugas survei.

Bacaaja: Biang Ruwet Nih! Oknum Pegawai Bank Pasar Semarang Minta Fee ke Nasabah
Bacaaja: Kredit Bodong Rp263,6 M BPR Jepara Arta, Cuma Modal Nama Pedagang & Pengangguran

Sesuai perjanjian kredit, debitur Catur statusnya meminjam Rp7,3 miliar. Tapi uang yang benar-benar masuk ke rekeningnya hanya Rp3,5 miliar.

“Dari jumlah Rp3,5 miliar itu saya transfer ke terdakwa Ibrahim Rp3,4 miliar. Sisanya Rp100 juta dibagi-bagi, saya dapat Rp50 juta,” kata Catur di persidangan, Kamis (12/3/2026).

Ia menyebut kredit itu baru diangsur empat kali, masing-masing Rp191 juta. Totalnya baru sekitar Rp700 jutaan sebelum akhirnya kasus ini terungkap. Sidanya dianggap macet.

Dampaknya, Catur harus berurusan dengan hukum. Ia diperiksa sebagai saksi korupsi oleh penyidik KPK. Termasuk menjadi saksi di persidangan.

Beruntungnya Catur tidak jadi tersangka. Menurut informasi tim penasihat hukum terdakwa, debitur yang menerima fee, termasuk Catur, tidak disuruh mengembalikan fee tersebut.

Saksi lain, Waluyo, juga mengaku hal serupa. Ia bahkan sempat disurvei usaha toko velg yang sebenarnya bukan miliknya.“Yang survei dari bank, tapi sudah dikondisikan,” kata Waluyo.

Menurutnya, nilai kredit yang diajukan sekitar Rp6,5 miliar. Namun ia hanya menerima Rp1,2 miliar, yang kemudian juga diminta dikirim lagi ke terdakwa Ibrahim.

“Dari situ saya dapat fee Rp35 juta,” ujarnya.

Ariyanto juga mengaku pernah dipinjam nama untuk menjadi debitur siluman. Ia lantas mendapat imbalan sekitar Rp40 juta. Untungnya Ariyanto tak jadi tersangka, cuma jadi saksi.

Kasus ini sendiri diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Perkaranya terkait dugaan korupsi pencairan kredit usaha di PT BPR Jepara Artha periode 2022–2024.

Ada lima terdakwa dalam perkara ini. Mereka adalah Direktur Utama BPR Jepara Artha Jhendik Handoko, Direktur Bisnis dan Operasional Iwan Nursusetyo, Kepala Divisi Bisnis Ahmad Nasir, Kepala Bagian Kredit Ariyanto Sulistiyono, serta pihak swasta M Ibrahim.

Dalam konstruksi perkara, Jhendik dan Ibrahim diduga sepakat membuat 40 kredit fiktif pada 2022 dengan total nilai sekitar Rp263,6 miliar. Tiga pejabat bank lainnya disebut ikut membantu proses pencairan kredit tanpa analisis yang sesuai kondisi debitur.

Kredit tersebut diduga dibuat untuk memperbaiki laporan kinerja keuangan bank yang saat itu sedang merugi. Para “debitur” yang meminjamkan nama diberi imbalan, bahkan ada yang menerima lebih dari Rp100 juta.

Dari perhitungan, kerugian negara akibat kasus ini diperkirakan mencapai sedikitnya Rp254 miliar. KPK juga sudah menyita sejumlah aset untuk memaksimalkan pemulihan kerugian negara. (bae)

You Might Also Like

Bos Sritex Diganjar Hukuman 14 Tahun Penjara, Bayar Uang Pengganti Rp677 Miliar

Banyak Jalan Ambyar: DPRD Minta Pemkot Gercep Perbaiki

Ngeri, Kasus HIV di Jateng Sampe 40 Ribu

Upah Naik, Buruh dan Pengusaha Jateng Sama-sama Kecewa

Bukan Cuma Pawai, Semarang Mau Pamer Toleransi di Jalanan Kota

TAGGED:bpr artha jeparadebitur fiktifdebitur silumanheadlinemegakorupsiskandal korupsi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi mi yang dicampur bahan pengawet mayat jenis formalin. (grafis/wahyu) Adonan Maut Mi Nyemek Boyolali: 100 Kg Bahan Dicampur 1 Liter Cairan Pengawet Mayat
Next Article Pesawat berjejer di landasan Bandara Ahmad Yani Semarang. (ist) Mengintip Kesiapan Bandara Ahmad Yani Layani Penumpang Mudik Lebaran

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jelang Turnamen Percasi, BMCC Gelar Pembekalan Tim

BELAJAR POLITIK - Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Demak belajar berdemokrasi melalui Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Pemilos), Jumat (11/9/2026).

Pemilos Jadi Ajang Belajar Politik Sejak Dini, Bawaslu Demak Dorong Demokrasi Inklusif di SLB

Penjabat Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah Albert Dwijaya. (ist)

Luar Biasa! MTQ Nasional Bikin Okupansi Hotel di Semarang Capai 90 Persen

CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah mendorong seluruh personel untuk mengenali kondisi tubuh melalui pelaksanaan Daily Health Checking. Pemeriksaan rutin kesehatan ini dilakukan bagi personel sebelum memulai aktivitas kerja.

PLN Icon Plus Dorong Kepedulian Kesehatan Personel melalui Daily Health Checking

PENUMPANG KERETA API--Penumpang kereta api memadati Stasiun Poncol Semarang. (ist)

Jelang MTQ Nasional, Stasiun Kereta di Kota Semarang Makin Ramai

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Banjir merendam jalur pantura Kudus, Minggu (12/4/2026).
Info

BREAKING NEWS: Jalur Pantura Kudus Terendam Banjir, Motor Mogok Gak Bisa Lewat

April 12, 2026
Unik

Seratus Bayi Prematur di Gaza Terancam Kehabisan Napas

Juli 11, 2025
Chiko Radityatama Agung Putra, mahasiswa Undip yang bikin dan nyebarin konten deepfake AI 'Skandal Smanse'.
Hukum

Mahasiswa Undip Penyebar Konten ‘Skandal Smanse’ Terancam DO

Oktober 16, 2025
Ilustrasi penangkapan tersangka.
Unik

Admin Gejayan Memanggil dan Direktur Lokataru Foundation Ditangkap, Polisi Masih Bungkam Gak Mau Ngomong

September 2, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cerita Debitur Siluman Korupsi BPR Artha Jepara: Namanya Dipinjam, Dapat Fee Puluhan Juta Rupiah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?