Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kelas BPJS Bakal Berganti, Soal Layanan Jadi Perbincangan Baru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kelas BPJS Bakal Berganti, Soal Layanan Jadi Perbincangan Baru

Jika sebelumnya peserta BPJS identik dengan pembagian kelas berdasarkan besaran iuran dan fasilitas kamar, ke depan konsep itu akan mengalami perubahan cukup signifikan.

Nugroho P.
Last updated: Juni 12, 2026 12:07 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Ilustrasi BPJS Kesehatan.
Ilustrasi BPJS Kesehatan.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Perubahan besar sedang disiapkan dalam sistem layanan rawat inap peserta BPJS Kesehatan. Skema kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 yang selama ini dikenal masyarakat akan segera ditinggalkan dan diganti dengan sistem baru bernama Kelas Rawat Inap Standar atau KRIS.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan standar pelayanan yang lebih merata bagi seluruh peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Jika sebelumnya peserta BPJS identik dengan pembagian kelas berdasarkan besaran iuran dan fasilitas kamar, ke depan konsep itu akan mengalami perubahan cukup signifikan.

Dalam sistem baru, layanan rawat inap akan dibagi ke dalam kategori kelas A, kelas B, dan kelas C dengan standar fasilitas yang telah ditetapkan pemerintah.

Perubahan tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta.

Menurut Benjamin, konsep tiga kategori rawat inap standar itu telah disepakati dalam proses harmonisasi rancangan aturan jaminan kesehatan yang baru.

Meski sama-sama berada dalam kerangka KRIS, setiap kategori tetap memiliki perbedaan fasilitas pendukung yang disesuaikan dengan standar yang telah ditentukan.

Kelas A menjadi kategori dengan fasilitas paling lengkap dibanding kategori lainnya.

Pada kelas ini, jumlah tempat tidur dalam satu ruangan maksimal hanya dua unit sehingga ruang perawatan terasa lebih lega.

Selain memenuhi 12 kriteria utama KRIS, kelas A juga dilengkapi nurse call dua arah yang memungkinkan pasien dan petugas kesehatan berkomunikasi lebih mudah.

Tak hanya itu, tersedia pula pendingin ruangan dengan suhu yang diatur antara 20 hingga 26 derajat Celsius.

Fasilitas tambahan lain seperti kursi penunggu pasien, televisi, dispenser, hingga kulkas juga menjadi bagian dari layanan di kategori tersebut.

Sementara itu, kelas B menawarkan fasilitas yang sedikit lebih sederhana dibanding kelas A.

Dalam satu ruangan, kapasitas maksimal yang diperbolehkan adalah empat tempat tidur.

Meski begitu, standar dasar layanan tetap mengacu pada 12 kriteria KRIS yang sama.

Pasien di kelas B juga tetap mendapatkan fasilitas nurse call dua arah dan pendingin ruangan.

Perbedaannya terletak pada fasilitas tambahan yang lebih terbatas. Di kategori ini hanya tersedia kursi penunggu pasien dan televisi.

Untuk kategori kelas C, kapasitas ruangannya juga maksimal empat tempat tidur.

Standar dasar pelayanan tetap mengikuti ketentuan KRIS yang telah ditetapkan pemerintah.

Suhu ruangan juga harus dijaga pada rentang yang sama, yaitu antara 20 hingga 26 derajat Celsius.

Namun fasilitas pendukung di kelas C dibuat lebih sederhana dibanding dua kategori lainnya.

Pada kategori ini, nurse call yang tersedia hanya satu arah dan tidak terdapat fasilitas tambahan seperti televisi, dispenser, maupun kulkas.

Benjamin menegaskan bahwa perbedaan utama kelas C hanya terletak pada kelengkapan fasilitas tambahan tersebut.

Selain memaparkan skema layanan baru, pemerintah juga mengungkap kesiapan rumah sakit dalam menerapkan KRIS secara nasional.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan terdapat 2.806 rumah sakit yang bekerja sama dalam sistem JKN.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.709 rumah sakit atau sekitar 60,9 persen telah memenuhi syarat penerapan KRIS.

Artinya, lebih dari separuh rumah sakit mitra BPJS sudah siap menjalankan standar layanan baru yang dirancang pemerintah.

Meski demikian, masih ada puluhan rumah sakit yang memerlukan penyesuaian sebelum sistem baru dapat diterapkan sepenuhnya.

Di tengah pembahasan KRIS, muncul pula perdebatan mengenai anggapan bahwa peserta yang membayar iuran lebih besar seharusnya mendapatkan layanan yang lebih istimewa.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menilai pandangan tersebut tidak sesuai dengan konsep dasar BPJS Kesehatan.

Menurut Budi, BPJS merupakan asuransi sosial yang dibangun berdasarkan prinsip gotong royong, bukan layanan kesehatan komersial.

Karena itu, ia menegaskan tidak seharusnya muncul anggapan bahwa peserta dengan iuran lebih tinggi memiliki kedudukan khusus dibanding peserta lainnya.

Budi bahkan mengingatkan bahwa sistem BPJS tidak mengenal pembagian kasta dalam pelayanan kesehatan.

Ia menilai tujuan utama program tersebut adalah memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil tanpa memandang kemampuan ekonomi.

Bagi masyarakat yang menginginkan fasilitas tambahan di luar standar BPJS, Budi menyebut opsi asuransi kesehatan swasta tetap terbuka untuk dipilih.

Menurutnya, keberadaan BPJS justru bertujuan melindungi ratusan juta warga Indonesia melalui prinsip saling membantu antara peserta.

Dengan penerapan KRIS yang terus dipersiapkan, pemerintah berharap layanan rawat inap di rumah sakit dapat semakin setara sehingga seluruh peserta BPJS memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih adil dan berkualitas. (*)

You Might Also Like

Eks Waketum Nasdem Ahmad Ali Jadi Ketua Harian DPP Partai Gajah

Bisa Angkut 800 Ton Sekali Jalan, KA Brumbung Cargo Resmi Beroperasi

Tiga Prajurit Gugur, DPR Pertanyakan Keefektifan BOP

Cerita Ngeri Mantan Awak Kapal, Menangis Sedih Lihat Jenazah Teman Disimpan di Freezer

Program MBG Jateng Dipuji, Jadi Barometer Nasional

TAGGED:bpjskelas bpjs
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bensin Campur Bioetanol Segera Jalan, Mobil Perlu Khawatir Nggak?
Next Article Ilustrasi dapur MBG. Dapur MBG Jangan Asal Jalan, Gerindra Pasang Alarm Kualitas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SAKSI SIDANG--Pegawai fungsional Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, Ana Devi (berkerudung) meninggalkan sidang usai bersaksi dan berdebat dengan terdakwa Sudewo, Senin (27/7/2026). (bae)

Sidang Bupati Pati Nonaktif Panas, Sudewo Muntab Merasa ‘Ditantang’ Pegawai KPK

JALIN MOU--Unwahas dan Govokasi Maxwell menjalin kerja sama. (ist)

Unwahas Gandeng Maxwell, Mahasiswa Dibekali Skill Biar Siap Kerja

SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo, menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/7/2026). (bae)

Sudewo Pati Ngaku Gak Percaya Mistis, Bantah Terima Gratifikasi Keris

SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)

30 Tahun Kudatuli, Sekjen PDIP Desak Pemerintah Bongkar Kasus hingga Tuntas: Jangan Tutup Mata!

KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)

Kepala Rumah Tangga Eks-Jampidsus Febrie Tewas Misterius, Sengaja Dihabisi?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng secara resmi meluncurkan program kece bernama KELUARGA CEMARA, Rabu (10/9/2025). Foto: dok/humas
Daerah

Wali Kota Semarang Luncurkan KELUARGA CEMARA, Komitmen Lawan Stunting Biar Generasi Muda Makin Kece dan Sehat

September 10, 2025
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, meninjau Gerakan Pangan Murah di Kampung Lasipin RT.03/RW.04, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Semarang Timur, Sabtu (30/8).
Daerah

Gerakan Pangan Murah Semarang, Wali Kota Agustina Komitmen Jaga Ketahanan Pangan

Agustus 30, 2025
Hukum

Drama Nasi Dingin di Aceh: Emosi Wakil Bupati yang Berujung Tinju

November 1, 2025
Sepak Bola

Hadapi China, Erick Thohir Harap Tak Rasisme atau Xenophobia

Juni 2, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kelas BPJS Bakal Berganti, Soal Layanan Jadi Perbincangan Baru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?