Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bensin Campur Bioetanol Segera Jalan, Mobil Perlu Khawatir Nggak?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bensin Campur Bioetanol Segera Jalan, Mobil Perlu Khawatir Nggak?

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh badan usaha penyedia BBM non-subsidi yang beroperasi di wilayah Jawa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Nugroho P.
Last updated: Juni 12, 2026 12:05 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi bioetanol.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Mulai semester kedua 2026, pengendara di Pulau Jawa akan mulai berkenalan lebih dekat dengan BBM jenis baru. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewajibkan pencampuran bioetanol sebesar 5 persen ke dalam bensin atau yang dikenal sebagai E5.

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh badan usaha penyedia BBM non-subsidi yang beroperasi di wilayah Jawa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Meski tujuan utamanya mendapat dukungan dari berbagai pihak, tidak sedikit pemilik kendaraan yang mulai bertanya-tanya soal dampaknya terhadap mesin mobil.

Pertanyaan yang paling sering muncul berkaitan dengan keamanan tangki bahan bakar, saluran bensin, hingga usia pakai komponen mesin dalam jangka panjang.

Banyak pengendara khawatir kandungan etanol dapat memicu karat atau merusak sistem bahan bakar kendaraan mereka, terutama untuk mobil yang sudah berusia cukup lama.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan amanat regulasi yang sudah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, seluruh badan usaha penyedia BBM non-PSO wajib menerapkan pencampuran bioetanol sesuai ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025.

“Jadi untuk semester II tahun 2026 ini, seluruh badan usaha BBM wajib melakukan pencampuran. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025,” kata Eniya dalam rapat bersama Komisi XII DPR.

Di tengah persiapan penerapan kebijakan itu, para ahli mencoba memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dampak etanol terhadap kendaraan.

Staf Pengajar Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Ing. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, menjelaskan bahwa etanol memang memiliki karakteristik tertentu yang perlu dipahami masyarakat.

Menurut Tri, etanol dapat bereaksi dengan beberapa jenis lapisan antikarat yang mengandung unsur timbal pada komponen tertentu.

Jika lapisan pelindung tersebut mengalami kerusakan atau terkelupas, bagian logam di bawahnya bisa lebih mudah terpapar udara dan berpotensi mengalami korosi.

Kondisi itulah yang kemudian sering memunculkan anggapan bahwa etanol menjadi penyebab utama munculnya karat pada sistem bahan bakar kendaraan.

Namun Tri menegaskan bahwa persoalannya tidak sesederhana itu. Penyebab utama korosi sebenarnya bukan berasal langsung dari etanol.

Ia menjelaskan bahwa etanol memiliki sifat higroskopis, yaitu mudah menyerap kandungan air dari udara sekitar.

Ketika air ikut terbawa dan mengendap di dalam tangki bahan bakar, maka air tersebut dapat bereaksi dengan logam dan memicu proses korosi.

Dengan kata lain, faktor utama yang memicu karat adalah keberadaan air dalam sistem bahan bakar, bukan kandungan etanol itu sendiri.

“Sebetulnya yang menimbulkan karat bukan etanol, tapi karena sifat etanol yang higroskopis, menyerap air yang ada di udara. Nah, karena ada air di dalam tangkinya, maka itulah yang bereaksi,” jelas Tri.

Penjelasan tersebut memberikan gambaran bahwa risiko kerusakan sangat bergantung pada kondisi sistem bahan bakar dan kualitas pengelolaan BBM yang digunakan.

Sementara itu, pengamat otomotif dari ITB, Yannes Martinus Pasaribu, menilai masyarakat tidak perlu terlalu cemas terhadap penerapan E5.

Menurutnya, campuran etanol dalam kadar rendah masih berada dalam batas aman yang sudah lama digunakan di berbagai negara.

Ia menyebut kandungan etanol sekitar 5 persen bahkan masih lebih rendah dibanding standar E10 yang telah digunakan secara luas di sejumlah negara maju.

Selain aman, etanol juga memiliki beberapa keuntungan teknis yang cukup menarik bagi kendaraan bermotor.

Salah satunya adalah kemampuan meningkatkan kualitas pembakaran sehingga tenaga dan torsi mesin dapat bekerja lebih optimal.

Tidak hanya itu, penggunaan etanol juga berpotensi membantu menekan emisi karbon monoksida, hidrokarbon, dan partikel pencemar lainnya yang dihasilkan kendaraan.

Yannes menegaskan bahwa selama proses pencampuran dilakukan sesuai standar dan kualitas bahan bakar tetap terjaga, kendaraan modern tidak akan mengalami gangguan berarti.

Menurutnya, sistem bahan bakar pada mobil-mobil keluaran terbaru umumnya sudah dirancang untuk menerima campuran etanol dalam kadar tertentu.

Karena itu, pemilik kendaraan tidak perlu terburu-buru mengganti komponen atau melakukan modifikasi khusus hanya karena adanya penerapan BBM E5.

Kehadiran bensin campuran bioetanol justru menjadi langkah baru dalam transisi energi yang lebih bersih tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna kendaraan.

Dengan pengalaman penggunaan bioetanol di banyak negara dan dukungan berbagai hasil penelitian, penerapan E5 di Indonesia diperkirakan dapat berjalan tanpa menimbulkan masalah besar bagi mayoritas mobil modern yang beredar saat ini. (*)

You Might Also Like

Respati Targetkan WFA Bisa Efisiensi Anggaran hingga 29 Persen: untuk Bangun Solo

Waduh! Pemilik Akun TikTok Provokasi Penjarahan Rumah Pejabat Ditangkap Polisi, Hati-hati Sebar Konten Provokatif!

Ratusan SD di Kudus Tanpa Kepsek, Guru Diajak Naik Level

PBNU Tegasin Aliansi yang Laporkan Pandji ke Polisi Bukan Representasi NU

PSIS Ogah Degradasi, Persela Siap Ganggu Pesta

TAGGED:bensinbioetanol
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Hafal Alquran Dapat Bonus Rp1 Juta
Next Article Ilustrasi BPJS Kesehatan. Kelas BPJS Bakal Berganti, Soal Layanan Jadi Perbincangan Baru

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. (ist)

Kantin Sekolah Masuk Panggung, Dapur MBG Siap Berbagi Peran

Dapur MBG Jangan Asal Jalan, Gerindra Pasang Alarm Kualitas

Ilustrasi BPJS Kesehatan.

Kelas BPJS Bakal Berganti, Soal Layanan Jadi Perbincangan Baru

Bensin Campur Bioetanol Segera Jalan, Mobil Perlu Khawatir Nggak?

Hafal Alquran Dapat Bonus Rp1 Juta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wakil Ketua DPRD Jateng, M Saleh.
Info

Rehab 10 Ribu Rumah di Jateng Ngebut, Saleh: Data Warga Wajib On Point!

Desember 4, 2025
Daerah

DPRD Semarang Dukung Revisi Perda Rusun

Mei 6, 2026
Daerah

Luthfi Klaim Tak Ada Desa Tertinggal di Jateng

Januari 15, 2026
Hukum

Tujuh Pejabat Cilacap Dipanggil KPK, Kasus Eks Bupati Melebar

April 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bensin Campur Bioetanol Segera Jalan, Mobil Perlu Khawatir Nggak?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?