BACAAJA, SEMARANG – Laga Playoff Degradasi Liga 3 Nusantara antara Persikutim Kutai Timur vs Persebata Lembata harusnya jadi pertaruhan hidup-mati di lapangan.
Namun, laga adu gengsi itu dicurigai netizen telah diatur sebelumnya. Aroma pengaturan skor pun meruyak.
Pertandingan berakhir 2-0 untuk Persikutim, hasil yang otomatis menyelamatkan mereka dari degradasi. Sebaliknya, Persebata harus rela turun kasta ke Liga 4 musim depan.
Viral video ‘Main Sabun’
Setelah peluit panjang, beredar video di medsos yang diduga menunjukkan adanya transaksi buat mempengaruhi jalannya pertandingan.
Netizen langsung ngeh sama istilah ‘main sabun’, slang di dunia bola yang biasanya diasosiasikan dengan upaya bikin permainan jadi nggak natural.
Bacaaja: PSIS Panggil Alfredo Vera
Bacaaja: Keren Nih! BRI Resmi Jadi Sponsor Barcelona sampe 2027, Fans Indonesia Akses Eksklusif
Belum bisa dipastikan kebenarannya, tapi satu hal pasti: publik langsung pasang mode curiga.
Gol pertama Persikutim lahir dari titik putih di menit ke-53. Momentum langsung berubah.
Persebata sempat berusaha ngejar, tapi bukannya nyamain skor, mereka malah kebobolan lagi di menit 90. Game over. Harapan ikut turun.
Sepi klarifikasi, spekulasi makin liar
Sampai sekarang, belum ada statement resmi dari panitia kompetisi, federasi, maupun pihak klub soal isu ini.
Dan seperti biasa, kalau ruang kosong nggak diisi penjelasan, yang masuk biasanya spekulasi.
Pengamat sepak bola juga angkat suara. Kalau dugaan ini terbukti, dampaknya nggak main-main:
- Integritas liga bisa tercoreng
- Klub yang main fair bisa ngerasa dirugikan
- Kepercayaan fans bisa makin tipis
- Fans cuma pengen satu hal: pertandingan yang jujur
Karena tanpa kepercayaan, sepak bola cuma jadi tontonan tanpa rasa.
Sekarang bola ada di tangan pihak berwenang. Mau cepat investigasi dan bikin semuanya terang? Atau biarin rumor jadi bola liar?
Kalau benar ada ‘main sabun’, pertanyaannya simpel: ini sepak bola atau sinetron lapangan hijau? (*)

