Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tradisi Ruwahan Berujung Petaka! 68 Warga Purworejo Keracunan Massal, Alami Muntah-Diare
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tradisi Ruwahan Berujung Petaka! 68 Warga Purworejo Keracunan Massal, Alami Muntah-Diare

R. Izra
Last updated: Februari 17, 2026 6:36 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi korban keracunan massal.
Ilustrasi korban keracunan massal.
SHARE

BACAAJA, PURWOREJO – Suasana tenang di Desa Trirejo, Kecamatan Loano, mendadak berubah jadi kepanikan. Puluhan warga dilaporkan mengalami gejala mirip keracunan massal setelah menghadiri acara ruwahan pada Minggu (15/2/2026) malam.

Pemerintah desa pun tak mau ambil risiko. Posko pelayanan kesehatan darurat langsung didirikan agar penanganan bisa dilakukan cepat dan terpusat.

Sekretaris Desa Trirejo, Fabrian Mahendra, mengatakan laporan pertama datang dari warga pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB.

Bacaaja: Jumlah Korban Diduga Keracunan MBG di Kudus Jadi 118 Orang
Bacaaja: Korban Keracunan MBG di Majene Merata: Mulai Ibu Hamil, Balita, hingga Siswa Sekolah

“Kami menerima informasi ada warga yang muntah dan diare. Setelah itu langsung kami lakukan penelusuran dan pendataan,” ujarnya.

Hasilnya bikin kaget. Total 68 warga tercatat mengalami keluhan, mulai dari muntah, diare, sakit perut, sampai pusing.

“Kami buka posko supaya penanganan lebih mudah. Kalau ada gejala berat, langsung kami arahkan ke fasilitas kesehatan,” tambah Fabrian.

Diduga berawal dari hidangan acara

Penelusuran sementara mengarah pada hidangan yang dibagikan dalam acara ruwahan salah satu warga selepas Maghrib. Awalnya, makanan hanya disajikan untuk sekitar 64 tamu undangan.

Namun jumlah korban membengkak setelah sebagian makanan dibawa pulang dan disantap bersama keluarga.

Menu diketahui berasal dari jasa katering lokal di wilayah Kabupaten Purworejo. Meski saat diterima makanan disebut masih hangat, penyebab pasti dugaan kontaminasi masih diselidiki.

Gejala mulai muncul bertahap sejak malam hari dan memuncak menjelang subuh, pola yang langsung memicu kewaspadaan aparat desa.

Posko darurat ditempatkan di rumah salah satu perangkat desa agar mudah dijangkau warga. Penanganan dilakukan bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Loano serta tim medis rumah sakit setempat.

Aparat keamanan dari Polsek Loano dan Koramil Loano juga ikut diterjunkan untuk membantu pendataan sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami terus monitoring. Kalau masih ada warga yang merasakan gejala, segera lapor ke posko,” tegas Fabrian.

Hingga Senin sore, kondisi desa dilaporkan mulai terkendali. Meski begitu, warga diminta tetap tenang sambil menunggu hasil pemeriksaan resmi dari instansi kesehatan terkait.

Satu hal yang jadi pengingat: acara kebersamaan memang membawa hangatnya silaturahmi, tapi soal keamanan makanan, kewaspadaan tetap nomor satu. (*)

You Might Also Like

Detik-Detik Pohon Raksasa Timpa Kelas SDN Sendangmulyo 3

Meet & Greet Densus, Siswa SMAN 6 Siap Jadi Penyebar ‘Virus Baik’ Cegah Radikalisme

Sebelum Meninggal, Yurizal Paisen BPJS Dibully Nakes setelah Keluhkan Antrean Ruang Perawatan

9 Kiai Sepuh Terpilih Jadi AHWA, Tentukan Sosok Rais Aam dan Ketua Umum PBNU

Campak Lebih Nular dari Covid? Dinkes Jateng Siapkan Enam Jurus

TAGGED:headlinekeracunan massallaonopurworejoruwahantradisi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Imlek di Sam Poo Kong Tak Sekadar Barongsai
Next Article Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basar Yanuarso. Kritik Berujung Pemecatan, Nasib Dokter Piprim usai Kritisi Kebijakan Menkes soal Kolegium

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UKIR SEJARAH - Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga panahan Indonesia setelah meraih emas nomor compound individu putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mahasiswi Udinus Semarang Bikin Sejarah Panahan Indonesia, Raih Emas di Asian Games 2026

Lapas Purwodadi Pastikan Data Pemilih Warga Binaan Tetap Terdata

Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae)

Hati-Hati! Asap TPA Jatibarang Mengandung Partikel Berbahaya

Sabut Kelapa Buatan Warga Binaan Lapas Semarang Tembus Yunani

Giant Sea Wall Diharap Jadi Solusi Banjir dan Rob

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sudut Sampangan Park, taman kota di Semarang yang adem.
Info

Sampangan Park: Tempat Healing Warga Semarang, tapi Parkirannya Bikin Pusing

Maret 23, 2026
POLISI SIAGA--Polisi bersiaga di area Pengadilan Tipikor Semarang jelang sidang tuntutan, Senin (21/9/2026). (bae)
HukumUnik

Sidang Tuntutan Bupati Sudewo di Tipikor Dijaga Ketat Polisi

September 21, 2026
Info

Dua Ruas Jalan di Blora Diresmikan, Ekonomi Siap Tancap Gas

Maret 3, 2026
Info

Menbud: Udah Didandani Masa Nggak Dipamerin? Keraton Kulon Mau Dibuka, Tapi Nggak Semua Setuju

Maret 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tradisi Ruwahan Berujung Petaka! 68 Warga Purworejo Keracunan Massal, Alami Muntah-Diare
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?