Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Imlek di Sam Poo Kong Tak Sekadar Barongsai
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Imlek di Sam Poo Kong Tak Sekadar Barongsai

Semarang lagi cantik-cantiknya. Lampion nyala, barongsai lincah, UMKM senyum lebar. Di tengah gegap gempita Imlek 2577, satu pesan dilempar ke udara: kota ini kuat bukan karena gedungnya, tapi karena warganya yang bisa rukun beda-beda.

T. Budianto
Last updated: Februari 16, 2026 9:25 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SAMBUTAN IMLEK: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memberikan sambutan dalam perayaan Imlek 2577 Kongzili alias Imlek Vaganza 2026 di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Minggu (16/2/2026) malam. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Perayaan Imlek 2577 Kongzili alias Imlek Vaganza 2026 di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Minggu (16/2/2026) malam, pecah banget. Ribuan warga tumplek blek, dari yang niat ibadah sampai yang niat update story.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng ikut larut dalam suasana. Dalam sambutannya, ia bilang kalau Imlek di Semarang itu bukan cuma seremoni tahunan. Ini simbol kuat kalau harmoni di kota ini bukan slogan tempelan.

Menurutnya, Sam Poo Kong yang usianya sudah lebih dari 600 tahun bukan cuma bangunan tua buat foto-foto estetik. Tempat ini jadi saksi sejarah sekaligus pusat budaya dan wisata yang bikin Semarang dikenal sampai luar negeri.

Baca juga: Imlek di Sam Poo Kong Bikin Semarang Makin Ramai

“Sam Poo Kong itu kekayaan kota. Festival di sini nggak pernah sepi, selalu jadi magnet wisata, bahkan sampai mancanegara,” kurang lebih begitu pesannya.

Yang bikin makin serius, tahun depan Semarang direncanakan jadi tuan rumah Imlek Nasional. Artinya? Semua harus siap. Bukan cuma panitia, tapi juga warga, pelaku UMKM, sampai pelayanan kota secara keseluruhan.

Ekonomi Gerak

Tahun ini saja, 250 pedagang UMKM ikut nimbrung di area perayaan. Hasilnya? Dagangan laris, pengunjung puas, ekonomi muter. Lampion nyala, cuan jalan. “Tradisi tetap hidup, ekonomi rakyat ikut gerak. Nah, ini yang kita mau,” kata Agustina.

Tema tahun ini, “Harmoni Nusantara”, terasa pas banget. Soalnya, Imlek kali ini mepet dengan Dugderan jelang Ramadan dan juga awal masa Pra Paskah. Tiga momentum keagamaan jalan bareng dalam satu waktu. Dan di situlah letak uniknya Semarang.

Baca juga: Imlek dan Ramadan Datang Bersamaan, Agustina: Momentum Perkuat Toleransi

Di kota ini, perayaan bukan soal siapa paling banyak atau paling meriah, tapi soal bisa bareng-bareng. Agustina juga nyinggung soal Warak Ngendog, ikon akulturasi khas Semarang yang jadi simbol campuran budaya Tionghoa, Jawa, dan Arab. Beda-beda, tapi tetap satu panggung.

Menutup sambutannya, ia ngajak warga tetap jaga kondusivitas selama rangkaian perayaan, dari Imlek, Dugderan, sampai Ramadan nanti. “Atas nama Pemkot Semarang, selamat Tahun Baru Imlek 2577. Semoga berkah dan kedamaian selalu bareng kita,” ujarnya.

Dan mungkin, di tengah lampion dan suara tambur barongsai, pesan paling nyaring justru sederhana: kota ini nggak dibangun cuma pakai beton dan aspal, tapi pakai toleransi. Karena kalau harmoni cuma jadi tema acara, ya sayang banget… padahal itu fondasi utama kota yang katanya mau makin hebat. (tebe)

You Might Also Like

Dinilai Implementatif, Gagasan Mohammad Saleh Layak Diaplikasikan dalam PSN

Pesta Gol di GBT! Timnas Indonesia Gasak Taiwan 6-0

Akhir Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Survivor Pulang Tinggal Nama

Pasal Penghinaan Presiden-Wapres Hidup Lagi, Hanya Prabowo dan Gibran yang Boleh Lapor

Peringkat Timnas Naik Gara-gara Zimbabwe Kalah dari Burkina Faso 2-0

TAGGED:barongsaiheadlineimlekpemkot semarangsam po kong
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dugderan 2026: Tradisi Lama, Energi Baru
Next Article Ilustrasi korban keracunan massal. Tradisi Ruwahan Berujung Petaka! 68 Warga Purworejo Keracunan Massal, Alami Muntah-Diare

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi wilayah dilanda kekeringan saat musim kemarau panjang.

Empat Daerah Ini Paling Rawan Kekeringan saat Kemarau di Jateng, Mana Saja?

Semarang Tak Lagi Bergantung, PAD Makin Tebal hingga Dijuluki ‘Transformer City’

Ilustrasi elemen masyarakat demo menolak MBG.

MBG Nasibmu Kini, Semua Lini Dikorupsi dari Ompreng hingga Kaus Kaki

Ketika Pemanfaatan Anggaran Negara Menjauh dari Kepentingan Rakyat

BERBAGI--Keluarga besar BacaAja berbagi dengan menyantuni santri yatim piatu dalam rangkaian pengajian di kantor redaksi di Jalan Galunggung No 6, Gajahmungkur, Kota Semarang, kamis (2/7/2026). (bae)

Khidmat, Doa Santri dan Anak Yatim Mengalir untuk Media BacaAja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wagub Jateng, Gus Yasin menjelaskan modifikasi cuaca untuk wilayah rawan bencana, Jumat (16/1/2026). (ist)
Info

Pemprov Jateng Kerahkan Helikopter, ‘Geser Awan Hujan’ di Muria Raya

Januari 16, 2026
Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jateng, Frans Kongi, memberi pemaparan dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” bersama perwakilan organisasi buruh dan Peradi SAI Semarang, yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026). (dul)
Info

BREAKING NEWS: Apindo Jateng Berduka, Frans Kongi Meninggal Dunia

Mei 2, 2026
Ekonom senior Kwik Kian Gie, meninggal pada usia 90 tahun.
Unik

Ekonom Senior Kelahiran Pati Kwik Kian Gie Wafat, Kader PDIP Pernah Jadi Penasihat Ekonomi Prabowo

Juli 29, 2025
Kuasa hukum korban, Bagas Wahyu Jati mengulik surat perdamaian kasus Chiko usai memantau sidang, Kamis (26/2/2026). (bae)
Hukum

Korban Ngaku Tertekan saat Didatangi Keluarga Chiko, Perdamaian di Atas Paksaan?

Februari 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Imlek di Sam Poo Kong Tak Sekadar Barongsai
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?