BACAAJA, MAJENE – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, bikin geger.
Sebanyak 50 orang, mulai dari balita, anak sekolah, hingga ibu hamil, diduga keracunan usai menyantap menu MBG.
Insiden ini langsung ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) oleh Dinas Kesehatan Majene.
Bacaaja: MBG Bikin Mual Massal: 803 Siswa di Grobogan Tumbang
Bacaaja: Prabowo Tarik Pinjaman Lagi Rp832 Triliun Demi MBG, Utang Indonesia Tembus Rp10.000 T
Kepala Dinkes-P2KB Sulbar, Nursyamsi Rahim, mengatakan dugaan keracunan terjadi setelah MBG dibagikan di sekolah dan posyandu pada Selasa (12/1).
Makanan tersebut didistribusikan ke tujuh desa di Kecamatan Tubo Sendana.
Totalnya, ada 2.644 ompreng untuk sekolah dan 831 ompreng untuk sasaran 3B (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui).
Gejala mulai muncul sekitar pukul 20.30 Wita. Para korban mengeluh sakit kepala, demam, mual, muntah, hingga diare, lalu dilarikan ke Puskesmas Sendana II dan Puskesmas Salutambung.
Kabar baiknya, tidak ada korban meninggal. Saat ini, 38 orang masih dirawat, 2 orang di puskesmas lain, 1 orang sudah sembuh, dan 9 orang menjalani perawatan mandiri di rumah.
“Status KLB dugaan keracunan pangan MBG sudah ditetapkan,” tegas Nursyamsi.
Tim gerak cepat dan surveilans langsung diterjunkan. Dinkes juga mengamankan sampel makanan untuk diuji lab, mulai dari nasi, ayam suwir, mi kecap, sayur sop, tahu kuning, semangka, hingga sampel muntahan.
Saat ini, penyelidikan epidemiologi masih berjalan sambil menunggu hasil uji laboratorium BPOM Mamuju untuk memastikan sumber keracunan. (*)

