Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Leptospirosis di Semarang Masih Tinggi, Dinkes Gelar OTT
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Leptospirosis di Semarang Masih Tinggi, Dinkes Gelar OTT

Kota Semarang lagi-lagi dapat kabar yang bikin kening berkerut. Di tengah kota yang makin ramai dan padat, penyakit lawas bernama leptospirosis masih betah nongkrong. Bukan satu dua korban, tapi puluhan nyawa sudah jadi taruhannya. Dan biangnya? Bukan hoaks, bukan juga cuaca, tapi bakteri yang doyan numpang hidup bareng tikus.

T. Budianto
Last updated: Februari 10, 2026 9:52 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Kepala Dinkes Kota Semarang, M Abdul Hakam. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kasus leptospirosis di Kota Semarang ternyata belum bisa dibilang kalem. Dalam tiga tahun terakhir, total 23 warga meninggal dunia akibat penyakit yang dibawa bakteri leptospira ini. Rinciannya, 10 orang meninggal pada 2023, 5 orang di 2024, dan 8 orang sepanjang 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam menyebut, angka kasusnya naik-turun tapi cenderung bikin waswas. Terutama di 2025, saat jumlah kasus melonjak cukup tajam. “Kalau dilihat, 2023 ada 38 kasus, 2024 turun jadi 32 kasus, tapi 2025 malah naik ke 59 kasus. Dan perlu dicatat, lepto ini penyakit akibat bakteri, bukan virus,” kata Hakam, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Superflu Lagi Ramai, Dinkes: Semarang Masih Nihil Kasus

Menurutnya, bakteri leptospira termasuk “sat set” berkembang di tubuh manusia. Sekali masuk, infeksinya bisa cepat dan berbahaya karena bisa menyerang organ vital. Nggak heran kalau penyakit ini punya tingkat kematian yang cukup tinggi.

Masalah klasik pun kembali disebut: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang masih rendah dan minimnya kepedulian warga soal kebersihan lingkungan. Mayoritas kasus leptospirosis di Semarang banyak ditemukan di kawasan permukiman padat yang punya PR besar soal sanitasi.

Gerakkan OTT

“Mulai akhir 2025 kemarin sudah ada gerakan OTT, Operasi Tangkap Tikus. Semakin banyak tikus yang ditangkap, potensi penularan ke manusia bisa ditekan,” jelas Hakam. Penanganan leptospirosis di Semarang kini meniru jurus lawas demam berdarah: fokus ke sumber penularan.

Artinya, perang terbuka ke tikus-tikus yang berkeliaran di lingkungan warga. Targetnya nggak main-main. Di kelurahan yang masuk kategori rentan, warga didorong bisa menangkap 50 sampai 100 ekor tikus. Setelah itu, petugas puskesmas bakal turun tangan ngajarin cara penanganan lanjutan biar aman.

Jadi kalau selama ini Semarang dikenal dengan lumpia dan Lawang Sewu, jangan sampai bonus citranya nambah satu lagi: kota ramah tikus. Soalnya kalau tikus masih betah, bakteri pun ikut betah dan manusia lagi-lagi yang harus waspada. (tebe)

You Might Also Like

Pemprov Salurkan Bantuan Ratusan Juta ke Empat Daerah Terdampak Banjir

263 Napi ‘High Risk’ Dipindah ke Nusakambangan

HUT Bhayangkara Tak Melulu Seremoni

Susu Diduga Bermasalah, Kasus MBG Blora Diusut

Jelang Ramadan Polda Jateng Gelar Operasi Lalu Lintas: Ini Cara Bedakan Surat Tilang Asli dan Palsu

TAGGED:dinkesleptospirosispemkot semarangwali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tanahnya Nggak Ambles, Tapi Jalan Pelan, Pemprov: Tegal Alami Fenomena “Creeping”
Next Article Keseruan Meet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang, Selasa (10/2/2026). Acara seperti ini menjadi langkah penting untuk sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme anak-anak di Jawa Tengah. Densus Masuk Sekolah Mau Cari Apa? Ternyata Bahas Ini, Bikin Heboh SMAN 6 Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)

Korban Keracunan MBG di Batang Terus Meningkat Capai 498 Orang, Masih Bisa Tambah Lagi

Kemarau Makin Seret, Polres Banjarnegara Kirim 25 Ribu Liter

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

KPK Lacak Duit Fadia Arafiq

Mei 6, 2026
EDUKASI KONSUMEN - Wakil Ketua Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Semarang, Ngargono, menyampaikan edukasi terkait hak-hak konsumen. (dul)
Info

Mau Glowing Malah Boncos? Ngargono Ingatkan Konsumen Lakukan Langkah Ini

Mei 19, 2026
Hukum

Nama Sekda Kebumen Dicatut, Modus Penipuan Makin Beragam

September 8, 2026
Hukum

Tumpukan Uang Kejagung Dipamerkan, Kerja Nyata atau Pencitraan?

Desember 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Leptospirosis di Semarang Masih Tinggi, Dinkes Gelar OTT
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?