BACAAJA, BREBES- Pemerintah pusat resmi ngebut program bedah rumah di Jawa Tengah. Tahun 2026 ini, sebanyak 30 ribu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bakal diperbaiki lewat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Angkanya naik tajam dibanding tahun lalu yang cuma sekitar 7.532 unit.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, bilang kenaikan itu jadi bagian dari percepatan program tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Tahun lalu ada 222 kabupaten/kota yang tidak dapat. Tahun ini semua kabupaten/kota di Indonesia mendapatkan program ini,” kata Maruarar saat peluncuran BSPS Jateng 2026 di Brebes, Sabtu (9/5/2026).
Baca juga: Luthfi Nego Kuota Rumah Subsidi, Maruarar Kasih Lampu Hijau
Kalau biasanya program bantuan rumah terasa kayak “siapa cepat dia dapat”, tahun ini pemerintah mencoba memperluas jangkauan supaya nggak cuma daerah tertentu yang kebagian.
Nggak cuma soal rumah, Maruarar juga pengin program ini ikut bikin ekonomi lokal bergerak. Material bangunan seperti bata, pasir, sampai genteng diharapkan dibeli dari pelaku usaha sekitar. “Usahakan dari Jateng supaya ekonomi rakyat bergerak,” ujarnya.
Artinya, program bedah rumah ini bukan cuma bikin tembok berdiri, tapi juga bikin warung material, tukang bangunan, dan UMKM lokal ikut kecipratan rezeki.
Pengentasan Kemiskinan
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyebut, bantuan dari pemerintah pusat bakal sangat membantu pengentasan kemiskinan di wilayahnya.
Menurut Luthfi, kebutuhan rumah layak huni di Jawa Tengah masih tinggi, terutama untuk masyarakat desil bawah yang penghasilannya pas-pasan. Selain dana dari APBN lewat BSPS, penanganan RTLH di Jawa Tengah juga dibantu APBD Provinsi dengan target 5 ribu unit rumah.
Belum lagi tambahan dari CSR perusahaan dan Baznas yang menyasar 1.550 unit lainnya. Kalau ditotal, target penanganan RTLH di Jawa Tengah tahun ini mencapai 36.550 unit.
Baca juga: Kredit Rumah di Jateng Tembus Rp2,3 Triliun
Salah satu penerima bantuan, Nunung, mengaku lega rumahnya akhirnya bisa direnovasi setelah lama rusak dan bocor. “Sudah rencana renovasi tapi uangnya gak cukup,” katanya.
Program BSPS sendiri ditujukan buat warga berpenghasilan rendah yang punya rumah tidak layak huni dan belum pernah menerima bantuan serupa.
Dan di tengah harga material bangunan yang makin bikin dompet ngos-ngosan, bantuan seperti ini mungkin jadi pengingat sederhana: kadang kemewahan terbesar bukan rumah dua lantai, tapi tidur nyenyak tanpa takut atap bocor pas hujan datang tengah malam. (tebe)

