Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sering Tidur Saat Puasa? Jangan-jangan Lagi Terjebak Hadis Palsu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sering Tidur Saat Puasa? Jangan-jangan Lagi Terjebak Hadis Palsu

Sejumlah ulama juga menilai hadis tentang “tidurnya orang puasa adalah ibadah” tidak memiliki sanad yang kuat. Karena itu, tidak bisa dijadikan pegangan untuk membenarkan kebiasaan bermalas-malasan.

Nugroho P.
Last updated: Februari 23, 2026 8:27 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi tidur saat puasa siang hari.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Ramadan datang, ritme hidup ikut berubah. Jam makan geser, jam tidur berantakan, energi naik turun. Tapi ada satu kebiasaan yang sering muncul tiap tahun: tidur hampir seharian dengan alasan, “lagi puasa, kan ibadah.”

Sebagian orang merasa makin banyak tidur saat puasa, makin besar juga pahalanya. Keyakinan ini biasanya merujuk pada sebuah hadis yang cukup populer di media sosial dan grup percakapan.

Hadis itu berbunyi:

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ

Artinya: “Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amalnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni.”

Kalimat ini sering dijadikan pembenaran untuk rebahan lebih lama, bahkan ada yang sengaja “menghabiskan” waktu puasa dengan tidur sampai jelang magrib. Padahal, nggak sesederhana itu.

Dalam sejumlah kajian, termasuk yang disampaikan oleh Adi Hidayat, hadis tersebut dikategorikan sebagai hadis palsu atau setidaknya tidak bisa dijadikan dalil yang kuat.

Dalam penjelasannya yang juga beredar di YouTube, Ustadz Adi menegaskan bahwa esensi puasa justru bukan memperbanyak tidur, melainkan memperkuat kendali diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

“Kalau puasa itu lebih banyak tidurnya, bagaimana mungkin Nabi menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah?” ujarnya dalam salah satu kajian.

Ia mengingatkan, puasa bukan cuma soal nahan lapar dan haus. Ramadan itu momentum untuk upgrade ibadah: sholat lebih khusyuk, tilawah lebih rutin, sedekah lebih ringan tangan.

Kalau waktunya habis untuk tidur, kapan ruang untuk memperbanyak amal itu diisi? Justru banyak riwayat sahih menunjukkan Rasulullah tetap aktif selama Ramadan.

Dalam sejarah Islam, peristiwa besar seperti Perang Badar dan Fathu Makkah terjadi di bulan Ramadan. Artinya, puasa tidak membuat umat justru pasif total.

Tidur tentu bukan hal yang salah. Tubuh tetap butuh istirahat supaya kuat beraktivitas. Tapi beda cerita kalau tidur berlebihan sampai melalaikan kewajiban atau bikin malas ibadah.

Sejumlah ulama juga menilai hadis tentang “tidurnya orang puasa adalah ibadah” tidak memiliki sanad yang kuat. Karena itu, tidak bisa dijadikan pegangan untuk membenarkan kebiasaan bermalas-malasan.

Secara logika sederhana pun, ibadah identik dengan kesadaran dan niat aktif. Sementara tidur adalah kondisi pasif. Jadi, yang dinilai berpahala adalah usaha sadar dalam beribadah, bukan sekadar waktu yang lewat dalam kondisi terlelap.

Ustadz Adi juga mengingatkan bahwa Ramadan seharusnya jadi momen produktif. Kalau bekerja, niatkan sebagai ibadah. Kalau belajar, lakukan dengan sungguh-sungguh.

Masih banyak hal yang bisa dilakukan selain tidur panjang: membaca Al-Qur’an, berdzikir, ikut kajian, atau sekadar membantu orang lain. Semua itu bisa jadi ladang pahala.

Puasa juga melatih disiplin, termasuk soal mengatur waktu istirahat. Boleh tidur siang sebentar untuk mengisi energi, tapi tetap dalam batas wajar.

Kalau dari sahur sampai menjelang buka lebih banyak terlelap, khawatirnya puasa cuma jadi rutinitas tanpa makna spiritual yang maksimal.

Ramadan bukan bulan untuk “kabur” dari aktivitas, tapi bulan untuk memaknai setiap aktivitas dengan niat ibadah.

Jadi kalau merasa lelah, istirahatlah secukupnya. Tapi jangan sampai terjebak pemahaman yang keliru. Karena puasa terbaik bukan yang paling lama tidurnya, melainkan yang paling hidup ibadahnya. (*)

You Might Also Like

Siapkan Surat Lamaran! BPJS KetenagakerjaanBuka Kesempatan Berkarier

Luthfi Minta Ulama Jadi Pendingin Suasana

Agustina Minta Tiap Sekolah Punya Forum Anti-Perundungan

Mahasiswa Unnes Terseret Plecehan Seksual, Kampus Identifikasi Tiga Korban

Kota Semarang Juara Umum Popda 2025

TAGGED:hadisibadahpuasasanadtidur
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dialog membahas kinerja satu tahun pertama kepemimpinan Gubernur Jateng, Luthfi-Yasin, Senin (23/2/2026). (bae) Gubernur Jateng Selalu Dirujak Netizen, Gimana Kinerja Luthfi-Yasin Setahun Terakhir?
Next Article Menko PMK yang juga Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Ealah, Cak Imin Setujui Iuran BPJS Naik Lagi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

HP Murah Makin Seret, Harga Memori Jadi Biang

Rayakan 81 Tahun Pengayoman dengan Semangat Harmoni

Transportasi Umum Jateng Mulai Ganti Gigi

Widodo C Putro Apresiasi Mental Bertanding

Jateng Bersholawat, Ribuan Warga Kirim Doa untuk Korban Bencana

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Cuaca Mengacau, Pencarian Longsor Cilacap Sempat Terhenti Sore Ini

November 18, 2025
EkonomiOpini

Laut Menghidupi, Digital Menguatkan

Juli 10, 2026
Info

Saleh di Fisip Undip: Politik Now Nggak Cuma Teori, Tapi Narasi dan Konten

Mei 23, 2026
DaerahInfo

300M Viral? KPK Bantah Isu Pinjem Bank

November 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sering Tidur Saat Puasa? Jangan-jangan Lagi Terjebak Hadis Palsu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?