Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Agustina Minta Tiap Sekolah Punya Forum Anti-Perundungan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Agustina Minta Tiap Sekolah Punya Forum Anti-Perundungan

Sekolah seharusnya jadi tempat paling nyaman untuk belajar, bukan ruang yang membuat anak pulang dengan rasa takut.

T. Budianto
Last updated: Juli 23, 2026 6:59 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
ASPIRASI ANAK: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng melihat catatan berisi aspirasi anak pada papan "Suara Anak untuk Wali Kota" saat membuka Konferensi Anak Kota Semarang 2026 di Balai Kota Semarang, Rabu (22/7/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang tidak hanya mengejar predikat Kota Layak Anak (KLA), tetapi ingin memastikan setiap anak benar-benar merasa aman, nyaman, dan didengar dalam kehidupan sehari-hari.

Komitmen itu disampaikan saat membuka Konferensi Anak Kota Semarang 2026 yang diikuti sekitar 300 anak dari berbagai latar belakang di Balai Kota Semarang, Rabu (22/7/2026).

Di hadapan para peserta, Agustina mengatakan suara anak harus menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan pemerintah. Berbagai masukan yang muncul dalam konferensi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi organisasi perangkat daerah dalam merancang program pembangunan.

“Yang kita lakukan mati-matian adalah berpikir bagaimana anak-anak itu dapat nyaman. Stick on yang kecil-kecil tadi membantu para kepala dinas untuk mengambil keputusan menjadi referensi yang penting,” ujar Agustina.

Selain mendengarkan aspirasi anak, Pemkot Semarang juga bersiap menjadi salah satu daerah yang aktif mengimplementasikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak dalam Sistem Elektronik (PP Tunas).

Baca juga: Curhat Alumni Viral, Dugaan Perundungan Guru SMAN Bantul Diusut Serius Sekarang

Menurut Agustina, perlindungan anak di era digital tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi juga harus dibarengi edukasi kepada orang tua, peningkatan literasi digital di sekolah, hingga pengawasan terhadap penggunaan platform digital.

“Kota Semarang sudah mencanangkan berbagai macam hal berkaitan dengan bagaimana anak-anak dapat tumbuh dengan aman, baik, dan mendapat support. Namun, kita tidak akan ada di dalam pikiran bagaimana menciptakan handphone ini aman bagi anak-anak tanpa bertanya langsung kepada mereka,” katanya.

Namun, perhatian terbesar Agustina tertuju pada persoalan bullying yang masih terjadi di lingkungan sekolah. Ia menilai perundungan bukan sekadar kenakalan anak, melainkan persoalan serius yang dapat meninggalkan luka psikologis dalam jangka panjang.

Lawan Perundungan

Karena itu, ia mengajak seluruh sekolah di Kota Semarang membentuk forum anti-bullying sebagai ruang bersama untuk mencegah dan melawan praktik perundungan.

“Bagi saya sebagai Wali Kota, saya berkomitmen bahwa bullying tidak boleh ada di mana pun karena dampaknya sangat membekas. Jika anak-anak setuju, mari kita buat forum anti-bullying di sekolah masing-masing,” tegasnya.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Perwakilan Unicef Wilayah Jawa-Bali, Arie Rukmantara yang hadir sebagai pembicara utama. Dalam kesempatan itu, Unicef juga mengumumkan Kota Semarang sebagai tuan rumah program penguatan keterampilan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) bagi remaja putri.

“Kota Semarang akan jadi tuan rumah program transisi pembahasan science, technology, engineering, and math dari Unicef. Kami mengapresiasi komitmen Kota Semarang untuk membuat konferensi ini karena benar-benar menunjukkan Kota Layak Anak utama yang membangun kotanya bersama anak-anak,” ujar Arie.

Baca juga: Megawati: Kalau Masih Ada Perundungan, Pancasila Belum Hidup di Hati Kita

Konferensi Anak 2026 juga diisi dengan diskusi lima klaster isu anak hingga penyusunan Suara Anak Kota Semarang 2026 yang nantinya akan menjadi bagian dari pembahasan dalam Musrenbang Perempuan dan Anak.

Menutup acara, Agustina mengajak anak-anak Kota Semarang terus berani bermimpi besar, saling menjaga, dan tidak takut menghadapi kegagalan. “Anak-anak hebat Kota Semarang, teruslah belajar, berani bermimpi besar, dan jangan pernah takut gagal. Gantungkan cita-citamu setinggi langit, karena Pemerintah Kota Semarang akan selalu mendukung dan melindungi kalian,” pungkasnya.

Membangun sekolah ramah anak ternyata tidak cukup dengan mengecat tembok warna-warni. Yang jauh lebih penting adalah memastikan tak ada satu pun anak yang kehilangan senyum karena menjadi korban bullying. (tebe)

You Might Also Like

Pelajar Boleh Ikut Demonstrasi, Peradi SAI Semarang Ingatkan Perlunya Paham Aturan Main

Terburuk Sepanjang Sejarah! Rupiah Makin Lemah, Jebol Rp18.000 per Dolar AS

Tanggul Silandak Kembali Jebol Diterjang Banjir

SPMB SMA/SMK Resmi Dibuka, Luthfi: No Titip, No Jastip

Gamers Ngumpul, 121 Tim Serbu Turnamen Free Fire di Warmindo Mayoritas

TAGGED:agustina wilujenganti-bullyingdisdik kota semarangheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sembilan Daerah di Jateng Belum Punya LBH Terakreditasi
Next Article KONSER PERLAWANAN - Selain melalui orasi, massa Jateng Guyub juga menyampaikan orasi dan perlawanan melalui musik. Hari kedua aksi, Kamis (23/7/2026), massa aksi fokus pada isu-isu lingkungan. (dul) Dari Orasi ke Irama, Konser Perlawanan di Hari Kedua Aksi ‘Jateng Guyub’

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KONSER PERLAWANAN - Selain melalui orasi, massa Jateng Guyub juga menyampaikan orasi dan perlawanan melalui musik. Hari kedua aksi, Kamis (23/7/2026), massa aksi fokus pada isu-isu lingkungan. (dul)

Dari Orasi ke Irama, Konser Perlawanan di Hari Kedua Aksi ‘Jateng Guyub’

Agustina Minta Tiap Sekolah Punya Forum Anti-Perundungan

Sembilan Daerah di Jateng Belum Punya LBH Terakreditasi

Disapa sampai Diajak Nyanyi “Cik Cik Bum Bum”, Fadia Arafiq Pilih Bungkam

TERDAKWA KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo, memberi keterangan pers usia jalani sidang kasus korupsi, Rabu (22/7/2026). (bae)

Sudewo Serang Haryanto dalam Kasus Korupsi Jual-Beli Jabatan: “Sebelumnya Kan Jelas”

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Arnendo (menunduk) didampingi kuasa hukumnya saat berada di kantor polisi menanyakan tindak lanjut laporan kasus penganiayaan. (ist)
Hukum

Mahasiswa Undip Korban Pengeroyokan Diduga Pelaku Pelecehan Seksual, Begini Sikap Kampus

Maret 7, 2026
ilustrasi sekolah daring di rumah.
Info

Belum Dimulai Sudah Dibatalkan! Pemerintah Gak Jadi Berlakukan Sekolah Daring

Maret 26, 2026
Gedung DPRD Makassar luluh lantak dilalap si jago merah. Gedung DPRD Makassar dibakar massa saat aksi demonstrasi pada Jumat (29/8/2025) malam.
Unik

Tunjangan Sultan, Rakyat Kelimpungan: Saat Elit Politik Lupa Caranya Turun ke Bumi

Agustus 31, 2025
Kolase foto toko emas yang terbakar dan pelaku yang telah ditangkap.
Hukum

Detik-detik Emak 40 Tahun Bakar Toko Emas di Makassar, Demi Gasak Perhiasan Rp2 Miliar!

Februari 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agustina Minta Tiap Sekolah Punya Forum Anti-Perundungan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?