Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hikayat Omah Keboen: dari Bank Sampah Jadi Pertanian Terpadu di Tengah Kota Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Hikayat Omah Keboen: dari Bank Sampah Jadi Pertanian Terpadu di Tengah Kota Semarang

R. Izra
Last updated: Agustus 23, 2026 1:12 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
OMAH KEBOEN--Pengelola sedang memupuk tanaman di Omah Keboen di Jalan Wonodri Sendang Raya, Kota Semarang. (ist)
OMAH KEBOEN--Pengelola sedang memupuk tanaman di Omah Keboen di Jalan Wonodri Sendang Raya, Kota Semarang. (ist)
SHARE

JANGAN bayangkan bank sampah hanya tempat mengumpulkan botol plastik, kardus atau minyak jelantah. Di tengah Kota Semarang, ada Bank Sampah Omah Keboen yang justru berkembang menjadi tempat pertanian, peternakan hingga perikanan.

Lokasinya juga cukup dekat dengan pusat kota. Omah Keboen berada di Jalan Wonodri Sendang Raya 8, kurang dari 1 kilometer dari kawasan Simpang Lima.

Di bawah pengelolaan Dharant Noor Patria ST, bank sampah tersebut perlahan dikembangkan menjadi sistem pertanian terpadu. Bahkan dinobatkan bank sampah terbaik se-Kota Semarang 2026.

“Awalnya ya hanya menerima sampah plastik, kardus, minyak jelantah, kaleng dan botol bekas air kemasan. Lalu perlahan melangkah ke pertanian lebih dulu dan meningkat ke yang lain,” kata Dharant.

Bacaaja: Kota Lumpia Lagi Cantik-Cantiknya, Jalanan Semarang Bertabur Bunga Tabebuya

Perubahan itu dimulai sekitar 2022. Botol-botol bekas yang terkumpul tidak semuanya berakhir di tempat pembuangan. Sebagian dimanfaatkan untuk urban farming di lahan kosong sekitar rumah.

Dari sana, kegiatan Omah Keboen terus berkembang. Kini sudah ada sekitar 30 nasabah yang bergabung dalam bank sampah tersebut.

Tak hanya menanam sayuran, pengelola juga mencoba beternak lele. Hasilnya mulai terasa. Lele dari Omah Keboen bahkan sudah bisa dipasok ke sejumlah warung makan di sekitar lokasi.

Belum berhenti di situ. Omah Keboen kemudian mengembangkan ayam KUB. Jenis ayam ini dikenal lebih tahan penyakit dan produksi telurnya lebih tinggi.

Dalam setahun, satu ayam KUB disebut bisa menghasilkan sekitar 160 butir telur. Sementara ayam biasa rata-rata sekitar 100 butir.

Menariknya, limbah dari peternakan juga tidak dibuang begitu saja.

“Kotorannya bisa kita manfaatkan untuk pupuk, baik kompos maupun pupuk cair di urban farming. Bahkan pupuknya sudah bisa kami jual,” ujarnya.

Bacaaja: Omah Inessya, Cocok Buat Makrab sampai Liburan Keluarga di Lereng Merapi

Siklusnya kemudian dibuat semakin lengkap dengan budidaya maggot. Maggot dimanfaatkan sebagai pakan lele maupun campuran pakan ayam KUB.

Jadi, sampah dimanfaatkan. Tanaman menghasilkan bahan pangan. Kotoran ternak kembali menjadi pupuk. Sementara maggot membantu memenuhi kebutuhan pakan.

Dari berbagai kegiatan tersebut, Omah Keboen kini mampu menghasilkan pemasukan sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Sumbernya beragam. Mulai dari penjualan sampah, lele, pupuk hingga telur ayam.

Lurah Wonodri Noor Chosim menilai keberadaan Omah Keboen memberikan manfaat ganda. Warga diberdayakan, sementara sampah plastik yang biasanya menjadi masalah justru diolah menjadi sesuatu yang bernilai.

“Bank Sampah Omah Keboen ini tidak saja melakukan pemberdayaan warga, namun juga berupaya mengurangi sampah plastik dan yang pasti melakukan upaya ketahanan pangan seperti program dan visi wali kota,” ujarnya. (bae)

You Might Also Like

Nasib Buruk PSIS Semarang: Resmi Degradasi, Gaji Pemain Nunggak. Apa Kata Yoyok Sukawi?

BREAKING NEWS: Guruh Soekarnoputra Meninggal, PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Razia Pajak ke Rumah Akhir September, Hoaks?

Viral Joget & Komentar Pedas, Uya Kuya, Eko Patrio, Sahroni, dan Nafa Urbach Resmi Dinonaktifkan dari DPR!

Pinjol Melejit Tajam, Utang Digital Tembus Rp100 Triliun

TAGGED:bank sampahheadlinekebun terpaduomah keboenpertanian terpadusimpang limawonodri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PESAWAT CITILINK‐-Pesawat Citilink terparkir di apron Bandara Ahmad Yani Semarang. (ist) Citilink Tambah Penerbangan Semarang-Jakarta, Pilihan Jam Makin Banyak
Next Article Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Rektor Unsoed Kena OTT, Siapa Tanda Tangan Ijazah?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Muhdi. (dul)

Tanpa Tes Ulang, Muhdi: 2.982 Guru PPPK Paruh Waktu di Jateng Bakal Jadi Full Time

TUMBUHKAN SEMANGAT KEBANGSAAN - Tumbuhkan semangat Pancasila, insan PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah bersama insan PLN Group, mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila, di Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Semarang, Kamis (1/10/2026).

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Teguhkan Semangat Kolaborasi dan Pengabdian

Persiapan Porprov 2026 Capai 90 Persen

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Gibran Respons Putusan MK soal Ijazah: “Segera Kami Follow Up”

SIDANG KORUPSI: Terdakwa Sudewo, Bupati Pati, kembali menjalani sidang kasus korupsi, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (7/10/2026). (bae)

Sudewo Minta Bebas, Jaksa KPK Sebut Halu dan Nyangkal Tanpa Dasar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Jangan Sampai Nyangkut, Pemprov Jateng Buka Posko THR

Maret 4, 2026
Ekonomi

Kejari Bantu Tagih Tunggakan BPJS

Maret 10, 2026
Daerah

Karang Taruna Jateng Dikasih PR Baru: Kawal Desa, Lawan Kemiskinan!

September 8, 2025
Sepak Bola

Tiket Terakhir Perempat Final Soekarno Cup 2025, Milik Kebumen

Juni 14, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hikayat Omah Keboen: dari Bank Sampah Jadi Pertanian Terpadu di Tengah Kota Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?