Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Megawati: Kalau Masih Ada Perundungan, Pancasila Belum Hidup di Hati Kita
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Megawati: Kalau Masih Ada Perundungan, Pancasila Belum Hidup di Hati Kita

Di tengah maraknya kasus perundungan yang terus bermunculan di lingkungan sekolah, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri melontarkan pertanyaan sederhana namun menohok: di mana rasa perikemanusiaan kita?

T. Budianto
Last updated: Juni 16, 2026 4:53 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PIDATO MEGAWATI: Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden Ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri memberikan pidato usai meresmikan renovasi Istana Gebang, Jalan Sultan Agung Nomor 59, Sananwetan, Kota Blitar, Jatim, Senin (15/6/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, BLITAR– Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya kasus bullying atau perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Hal itu disampaikan Megawati saat memberikan pidato usai meresmikan Istana Gebang di Kota Blitar, Jawa Timur. Dalam pidatonya, ia menyoroti semakin lunturnya nilai kemanusiaan yang seharusnya menjadi fondasi kehidupan berbangsa.

“Saat ini, saya melihat begitu banyak perundungan. Orang disia-siakan dan dihina. Pertanyaan saya: di mana rasa perikemanusiaan kalian? Apakah Pancasila hanya di atas kertas, atau benar-benar ada di dalam hati sanubari kalian?” kata Megawati.

Baca juga: Megawati Menangis Nonton Pesta Babi, Papua Mendadak Jadi Sorotan Lagi

Menurutnya, fenomena perundungan yang terjadi saat ini sering kali berawal dari sikap diskriminatif terhadap sesama, termasuk karena faktor ekonomi. Megawati mengaku sedih melihat masih ada anak-anak yang dijauhi hanya karena berasal dari keluarga kurang mampu. Bahkan, ia menilai pola pikir seperti itu terkadang ikut diwariskan oleh orang dewasa.

“Mengapa itu terjadi? Karena ada sikap-sikap yang membeda-bedakan, seperti ‘jangan temani dia, dia anak miskin’,” ujarnya. Dalam pandangannya, semangat Pancasila yang selama ini sering dikumandangkan seharusnya diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, terutama sila kedua tentang kemanusiaan yang adil dan beradab.

Usai menyinggung persoalan moral dan sosial, Megawati juga mengalihkan perhatian pada isu ketahanan pangan nasional. Ia mengingatkan bahwa sejak 2021 dirinya telah menginstruksikan kader partai untuk mengembangkan berbagai tanaman pangan pendamping beras sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan masyarakat.

Belum Dijalankan

Namun, menurutnya, instruksi tersebut belum dijalankan secara optimal. “Sejak 2021 sebagai Ketua Umum, saya sudah memberikan instruksi ke seluruh daerah untuk menanam 10 tanaman pangan sebagai pendamping beras. Siapa yang sudah mengerjakan? Angkat tangan,” ujarnya di hadapan kader partai.

Dalam kesempatan itu, Megawati juga mengisahkan kembali pemahaman tentang Marhaenisme yang ia peroleh dari Bung Karno. Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut berangkat dari sosok Marhaen, seorang petani kecil yang memiliki alat produksi sendiri tetapi hidup dalam keterbatasan.

Menurut Megawati, Bung Karno pernah mengingatkan bahwa persoalan pangan merupakan kebutuhan paling mendasar rakyat. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka berbagai persoalan sosial dapat muncul.

Baca juga: Megawati: Pancasila Jangan Cuma Jadi Lirik Lagu

“Bapak saya bilang, kalau rakyat tidak bisa makan, itu bisa terjadi kekurangan lalu kerusuhan,” tutur Megawati. Peresmian kembali Istana Gebang berlangsung di hadapan ribuan kader dan simpatisan PDI Perjuangan.

Rumah bersejarah yang menjadi tempat tinggal masa kecil Bung Karno itu kini kembali difungsikan sebagai ruang sejarah, kebangsaan, dan inspirasi bagi generasi muda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah keluarga besar Bung Karno, antara lain M. Prananda Prabowo, Puti Guntur Soekarno, Romy Soekarno, serta Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Ironisnya, di sekolah anak-anak masih diajarkan menghafal lima sila Pancasila dengan lancar saat upacara. Namun di luar kelas, masih ada yang dijauhi karena miskin, dibully karena berbeda, dan diejek karena tidak dianggap setara. Mungkin masalahnya bukan karena kita lupa bunyi Pancasila, melainkan terlalu sering menghafalnya tanpa benar-benar mempraktikkannya. (tebe)

You Might Also Like

Masa Transisi KUHP Baru Jaksa Wajib Pilih Hukum Ringan, yang Untung Terdakwa

Lahan Vihara Buddha Jayanti Semarang Mau Diserobot, Umat Deg-degan!

Tanggul Silandak Kembali Jebol Diterjang Banjir

Jangan Cuma Stadion yang Ramai, UMKM Juga Harus Panen Cuan

Rokok Ilegal Bikin Dompet Negara Tipis

TAGGED:bung karnoheadlinemegawati seokarnoputripancasilapdip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bukan Cuma Ngaji, Santri Juga Harus Kuat Mental
Next Article Jateng Juara Urusan Tanah Wakaf, 73 Persen Sudah Bersertifikat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

REMUK TAK BERBENTUK - Warga melihat kondisi truk yang remuk tak berbentuk setelah tertemper KA Ambarawa Ekspres di Randublatung, Blora, Sabtu (1/8/2026).

Detik-detik Truk Remuk Tak Berbentuk Tertemper Ambarawa Ekspres di Blora, Penumpang KA Panik

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)

Puluhan Siswa SD di Solo Diduga Keracunan MBG, Pemkot Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Nasirun bersama Ganjar Pranowo dalam sebuah kesempatan. (IG @ganjar_pranowo)

Kesaksian Ganjar tentang Sosok Nasirun

Maestro senil lukis Indonesia, Nasirun.

BREAKING NEWS: Maestro Seni Lukis Nasirun Meninggal Dunia di Yogyakarta

PERIKSA SISA MAKANAN - Petugas memeriksa sisa MBG yang diduga jadi pemicu keracunan siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jumat (31/7/2026).

707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Ini Gejala yang Dirasakan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat menemui eks karyawan PT Sritek, Rabu (24/9/2025), yang hingga kini belum mendapatkan pesangon . Foto: dok.
Daerah

Curhat Eks Buruh Sritek ke Gubernur: “Kerja Kurator Kok Lelet?”

September 24, 2025
Hukum

Kasus KKN UAD Bergulir, Polisi Mulai Dalami Laporan

Juli 13, 2026
Info

Arsip Bukan Sekadar Tumpukan Map, Tapi Senjata Pemerintahan Modern

Mei 20, 2026
Pengamat politik Undip, M Yulianto.
Politik

Pengamat Politik Undip: Parpol Pendukung Pilkada lewat DPRD Rampas Kedaulatan Rakyat

Januari 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Megawati: Kalau Masih Ada Perundungan, Pancasila Belum Hidup di Hati Kita
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?