BACAAJA, SOLO – Kasus keracunan diduga dari menu MBG terjadi di Jateng dalam waktu berdekatan. Di Semarang, 707 siswa dan guru SMKN 6 diduga keracunan MBG. Kasus serupa juga terjadi di Solo pada waktu yang berdekatan.
Puluhan siswa SD Al Abidin Solo diduga mengalami keracunan makanan. Hingga Jumat (31/7/2026), Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Solo mencatat ada 43 siswa yang mengalami gejala seperti sakit perut dan muntah.
Meski begitu, Pemerintah Kota Solo belum memastikan sumber penyebabnya. Sampel makanan dari program MBG sudah dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Solo untuk diperiksa.
Bacaaja: 707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Ini Gejala yang Dirasakan
Bacaaja: Maraknya Keracunan MBG, Begini Kata Ahli UGM
Pemerintah juga masih menelusuri kemungkinan lain, termasuk makanan yang dikonsumsi siswa di luar program MBG, seperti jajanan atau makanan dari kantin sekolah.
Gejala pertama dilaporkan muncul sekitar dua hingga tiga hari lalu. Awalnya hanya satu siswa yang mengeluh sakit perut dan muntah. Namun dalam beberapa hari berikutnya, keluhan serupa dialami siswa lainnya hingga jumlahnya terus bertambah.
Camat Banjarsari Priyadi membenarkan adanya laporan dugaan keracunan tersebut. Menurutnya, Satgas MBG langsung bergerak ke sekolah begitu menerima informasi.
“Benar ada kejadian dugaan keracunan. Namun kami belum bisa memastikan apakah penyebabnya dari MBG atau makanan lainnya. Satgas MBG langsung turun melakukan penanganan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Satgas MBG Kota Solo Purwanti mengatakan sampel menu MBG sudah diamankan dan kini sedang menjalani pemeriksaan laboratorium.
“Menu MBG sudah kami ambil sampelnya dan saat ini sedang diperiksa di Labkesda. Kami belum bisa menyimpulkan apakah penyebabnya berasal dari MBG atau makanan lain,” katanya.
Purwanti menjelaskan, hasil uji laboratorium akan menjadi dasar langkah evaluasi berikutnya.
Jika terbukti berasal dari menu MBG, maka prosedur penyediaan makanan akan dievaluasi secara menyeluruh. Namun apabila penyebabnya berasal dari makanan lain, pengawasan keamanan pangan di lingkungan sekolah juga akan diperketat.
“Kalau hasilnya dari MBG, berarti SOP penyediaan makanan harus diperketat. Kalau bukan, maka keamanan pangan di sekolah, termasuk makanan yang dijual atau dikonsumsi siswa di luar MBG, juga harus dievaluasi bersama,” tegasnya.
Saat ini, Pemkot Solo masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sementara itu, kondisi para siswa terus dipantau dan riwayat makanan yang mereka konsumsi juga sedang ditelusuri untuk memastikan sumber dugaan keracunan tersebut. (*)

