Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Haul Syekh Ahmad Mutamakkin Bikin Kajen Bergetar, Satukan Tradisi dan Harmoni Budaya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Haul Syekh Ahmad Mutamakkin Bikin Kajen Bergetar, Satukan Tradisi dan Harmoni Budaya

Tak ada suara yang memekakkan telinga dalam kirab budaya di Kajen. Tradisi dan harmoni budaya menjadi magnet kuat Haul Syekh Mutamakkin.

R. Izra
Last updated: Juli 1, 2026 12:58 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
KIRAB BUDAYA - Kirab budaya dalam peringatan Haul Syekh Ahmad Mutamakkin Kajen, bikin suasana tetap meriah tanpa dentuman sound horeg.
KIRAB BUDAYA - Kirab budaya dalam peringatan Haul Syekh Ahmad Mutamakkin Kajen, bikin suasana tetap meriah tanpa dentuman sound horeg.
SHARE

Artikel ini berdasarkan reportase mahasiswa Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati, Fira Fatihatuz Zakiyah.

BACAAJA, PATI – Jalan-jalan di Desa Kajen, Kabupaten Pati, berubah menjadi lautan manusia pada Jumat (26/6/2026). Sejak siang, ribuan warga memadati sepanjang jalur kirab untuk menyaksikan salah satu agenda paling ditunggu setiap bulan Muharam, yakni Kirab Budaya Haul Syekh Ahmad Mutamakkin.

Namun ada yang berbeda tahun ini. Di saat banyak karnaval identik dengan dentuman sound system berukuran raksasa atau sound horeg, warga Kajen justru memilih jalannya sendiri.

Tak ada suara yang memekakkan telinga. Sebagai gantinya, pengunjung disuguhi parade budaya yang memanjakan mata lewat seni tari, musik tradisional, hingga kendaraan hias dengan desain yang artistik.

Bacaaja: Warga Kajen Pati Setia Rawat Tradisi Jeguran Blumbang saat Malam 1 Suro
Bacaaja: Inilah Sosok Kiai Sholeh Darat, Ulama Pejuang dari Nusantara yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Pilihan itu justru membuat suasana terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kemeriahan.

Sorotan utama kirab tahun ini datang dari penampilan Tongtek Budaya yang dibawakan 15 RT di Desa Kajen. Alat musik bambu yang selama ini dikenal sederhana tampil dengan wajah baru.

Di atas kendaraan hias, tongtek dipadukan dengan dekorasi megah, mulai dari relief naga, ornamen bernuansa emas, hingga tata cahaya LED yang membuat setiap rombongan tampil mencolok saat melintas.

Hasilnya bukan sekadar arak-arakan kampung, melainkan pertunjukan budaya yang terasa megah sekaligus elegan.

Sepanjang rute kirab, ribuan pasang mata tampak tak henti mengabadikan setiap penampilan. Anak-anak duduk di pundak orang tuanya, sementara warga lain memenuhi sisi jalan demi mendapatkan posisi terbaik menyaksikan parade.

Kemeriahan semakin lengkap saat marching band dari Mathali’ul Falah (MBM) dan Salafiyah ikut mengisi jalannya kirab. Irama musik yang dimainkan berpadu dengan barisan penari berkostum warna-warni, menciptakan suasana yang hidup tanpa harus mengandalkan kebisingan.

Bagi masyarakat Kajen, kirab budaya bukan sekadar hiburan tahunan. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan kepada ulama besar Syekh Ahmad Mutamakkin sekaligus cara merawat warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Lewat sentuhan kreativitas, warga menunjukkan bahwa tradisi tidak harus kehilangan jati diri untuk tetap menarik perhatian generasi muda. Justru dengan memadukan nilai budaya, teknologi pencahayaan, dan karya seni, kirab tahun ini tampil lebih segar tanpa meninggalkan akar sejarahnya.

Haul Syekh Ahmad Mutamakkin pun kembali membuktikan diri bukan hanya sebagai agenda keagamaan, tetapi juga ruang bertemunya tradisi, kreativitas, dan kebersamaan masyarakat.

Kajen seolah mengirim pesan sederhana: kemeriahan tak selalu harus datang dari suara yang paling keras. Kadang, justru budaya yang ditampilkan dengan indah mampu meninggalkan kesan yang jauh lebih dalam. (*)

 

You Might Also Like

Agustina Ajak Warga Lindungi Pesisir Semarang

Muktamar PPP X Berubah Jadi Arena Saling Klaim

Geliat Ekonomi Rakyat, Wali Kota Semarang,Agustina Wilujeng Gelar Pasar Tiban

Semarang Kebanjiran, BPBD Jateng Kerahkan Mobil Pump

Purbaya: Pilih Bangkrut Kayak 1998 atau Nambah Utang? Fix, Pinjaman RI Tembus Rp9.647 T

TAGGED:haul mbah mutamakkinkajensyek mutamakkin kajensyekh mutamakkin
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Latsarmil SPPI Resmi Dihentikan
Next Article Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Pidana Uang Pengganti Rp809 Miliar Mustahil Dibayarkan, Hukuman Nadiem Jadi 15 Tahun Penjara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

Lisa Punya Bayi Lagi, Anak Gajah Lahir Sehat

Siswa Sekolah Rakyat Tak Kuat Tinggal di Asrama, Pilih Mundur

172 PPDS Unair Tumbang Usai Santap Makanan Pradik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Josepha Mau Dijadikan Duta, Drama LCC Belum Sepenuhnya Adem Lagi

Mei 19, 2026
Ekonomi

Gadai Jadi Andalan, Pegadaian Panen Triliunan Sepanjang 2025

Desember 26, 2025
Info

Kader HMI Didorong Ciptakan Lapangan Kerja

Juli 5, 2026
Kondisi mobil yang terkena runtuhan longsor di Bukit Mitis, di jalan Alternatif Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (26/12/2025).
Info

Mobil Wisatawan Tertimbun Longsor Bukit Mitis Tawangmangu, Begini Kondisi Korban

Desember 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Haul Syekh Ahmad Mutamakkin Bikin Kajen Bergetar, Satukan Tradisi dan Harmoni Budaya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?