Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Warga Kajen Pati Setia Rawat Tradisi Jeguran Blumbang saat Malam 1 Suro
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Warga Kajen Pati Setia Rawat Tradisi Jeguran Blumbang saat Malam 1 Suro

Banyak ragam tradisi pada peringatan malam 1 Suro di Jawa. Beragam tradisi penanda betapa kayanya khazanah budaya Jawa menyambut Suro yang bertepatan dengan tahun baru Islam: hijriyah.

R. Izra
Last updated: Juni 18, 2026 9:54 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
TRADISI JEGURAN--Warga melakukan tradisi Jeguran Blumbang atau berendam di kolam pada malam 1 Suro. (ist)
TRADISI JEGURAN--Warga melakukan tradisi Jeguran Blumbang atau berendam di kolam pada malam 1 Suro. (ist)
SHARE

BACAAJA, PATI – Warga Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati masih menjaga tradisi Jeguran Blumbang yang digelar setiap malam 1 Suro. Tradisi mandi bersama di kolam tua sebelah barat makam Syekh Ahmad Mutamakkin itu tetap bertahan di tengah perubahan zaman.

Sejak sore, kawasan blumbang mulai ramai dipadati warga dan peziarah. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa datang untuk mengikuti ritual sekaligus menikmati suasana malam 1 Suro yang sudah menjadi tradisi tahunan.

Bagi masyarakat Kajen, jeguran bukan sekadar mandi di kolam. Ritual ini dipercaya sebagai simbol membersihkan raga dan jiwa sebelum memasuki tahun baru Islam.

Bacaaja: Semangkuk Jenang dan Cerita Lama Ramaikan Suro Triwindu
Bacaaja: Trek Menantang, Ini Alasan Jalur Baru ke Puncak Suroloyo via Nyatnyono Jadi Favorit Pendaki

Perangkat Desa Kajen, Abdul Karim, mengatakan tradisi tersebut sudah diwariskan sejak zaman nenek moyang. Menurutnya, warga laki-laki biasanya melakukan jeguran di blumbang, sedangkan perempuan cukup mandi di rumah lalu melanjutkan salat dan wiridan.

“Bagi masyarakat Kajen, menyambut Malam 1 Suro terasa kurang afdhal tanpa melakukan jeguran, khususnya bagi kaum laki-laki,” tutur Abdul Karim.

Tradisi ini juga diiringi keyakinan bahwa air blumbang membawa karomah. Banyak orang datang dengan harapan memperoleh kesehatan dan keberkahan.

“Ada keyakinan bahwa mandi di sini dapat menghilangkan penyakit, membuat awet muda, dan mendatangkan keberkahan,” ujarnya.

Abdul Karim mengaku sering melihat cerita unik dari para pengunjung. Salah satunya ada peziarah yang datang hanya membawa botol kosong untuk mengambil air blumbang sebagai ikhtiar kesembuhan.

Sebelum malam puncak dimulai, warga sekitar sudah bergotong royong menguras kolam cagar budaya tersebut. Para pemuda bersama warga setempat membersihkan kolam dengan alat penyedot air sebelum diisi kembali menggunakan air dari sumur bor.

Seluruh kegiatan itu didukung pemerintah desa. Semangat gotong royong menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun.

Abdul Karim mengakui kondisi blumbang kini tidak sama seperti dulu. Sumber air yang dulu muncul dari beberapa titik kini sudah tidak lagi terbuka.

Meski begitu, ia berharap generasi muda tetap menjaga warisan tersebut agar tidak hilang ditelan zaman.

“Kita mengenal para leluhur lewat peninggalan-peninggalan yang ada saat ini. Sejarah tidak boleh dan tidak akan pernah bisa dihilangkan,” pungkas Abdul Karim. (fira/bae)

You Might Also Like

BNPT: Waspadai Penyebaran Paham Radikal di Ruang Digital

Libur Lebaran, Kunjungan Wisata di Jateng Naik Lima Persen

Gubernur: Polri Harus Dekat dengan Rakyat, Bukan Berjarak

Yang Belum Serahkan Uang Suap Dihukum, Yang Sudah Malah Masih Bebas

Cerita Ayu dan Ana Merias Mereka yang Tak Lagi Bernapas

TAGGED:jeguran blumbangkajenmalam 1 suromargoyosopati
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article NOBAR - Ilustrasi nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2026. (ai) Euforia Piala Dunia Meledak di Jateng: Ada 500 Lebih Titik Nobar, dari Balai Desa hingga Pemda
Next Article Beban Ganda yang Harus Ditanggung Masyarakat Kecil

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

Viral Mahasiswa UMY Tangkap Intel Polisi Menyusup, Polda DIY Sampaikan Pengakuan Ini

Beban Ganda yang Harus Ditanggung Masyarakat Kecil

TRADISI JEGURAN--Warga melakukan tradisi Jeguran Blumbang atau berendam di kolam pada malam 1 Suro. (ist)

Warga Kajen Pati Setia Rawat Tradisi Jeguran Blumbang saat Malam 1 Suro

NOBAR - Ilustrasi nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2026. (ai)

Euforia Piala Dunia Meledak di Jateng: Ada 500 Lebih Titik Nobar, dari Balai Desa hingga Pemda

BEM BERSATU - Sejumlah civitas akademika kampus ramai-ramai membantah terlibat dalam koalisi mahasiswa tandingan: BEM Bersatu. (ist)

Siapa Dalang BEM Bersatu? Mendedah Kebohongan, Kampus Ramai-ramai Bantah Kirim Perwakilan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Penyedia jasa bersih-bersih rumah via aplikasi 'rewangono', Dwi Wulandari, punya segudang cerita.
Kerjo Aneh-aneh

Kerja Fleksibel agar Hidup Tetap Jalan: Cara Mbak Dwi Bertahan setelah Ditinggal Suami

Januari 13, 2026
Unik

Menguak Warisan Sehat Nusantara di Museum Jamu Nyonya Meneer

Juni 25, 2025
Tips

Kata Primbon Jawa, Ini Ciri Wanita Dipercaya Bawa Hoki

Januari 3, 2026
Tips

Niat Zakat Fitrah Laki-Laki Biar Nggak Salah Pas Bayar

Maret 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Warga Kajen Pati Setia Rawat Tradisi Jeguran Blumbang saat Malam 1 Suro
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?