Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dugaan Bully di MTs Pati, Dua Jari Siswa Hilang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Dugaan Bully di MTs Pati, Dua Jari Siswa Hilang

Nugroho P.
Last updated: Agustus 3, 2026 6:32 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi Bulyying di sekolah (ist)
SHARE

BACAAJA, PATI – Kasus dugaan perundungan di sebuah madrasah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyita perhatian publik. Seorang siswa kelas VII dilaporkan mengalami cacat permanen setelah dua jari tangan kirinya putus dalam insiden yang kini masih diselidiki polisi.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 27 Juli 2026, di lingkungan MTs Islam Wangunrejo. Korban berinisial A diduga menjadi sasaran pengeroyokan yang melibatkan tiga siswa kelas IX.

Kasus tersebut ramai diperbincangkan setelah cerita korban beredar luas di media sosial. Banyak warganet meminta aparat mengusut tuntas dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Menurut keterangan keluarga, kejadian bermula tanpa alasan yang jelas. Korban disebut tiba-tiba didatangi lalu dipukul oleh tiga kakak kelasnya.

Seorang kerabat yang juga berada di sekolah sempat menarik korban masuk ke ruang kelas agar terhindar dari serangan. Namun, para pelaku disebut masih terus mengejar hingga ke dalam ruangan.

Kakak sepupu korban, Sahlatina, mengaku keluarga sampai sekarang belum mengetahui apa yang memicu dugaan pengeroyokan tersebut.

Dalam kondisi panik, korban memilih kabur menuju area kamar mandi. Dari sana ia mencoba menyelamatkan diri dengan memanjat pagar besi sekolah.

Saat berada di atas pagar, korban diduga masih mendapat intimidasi. Keluarga menyebut para pelaku terus memprovokasi bahkan menyiramkan air ke arah korban.

Akibat situasi itu, tangan kiri korban tersangkut di sela pagar yang tidak kokoh. Insiden tersebut menyebabkan ruas jari telunjuk putus, sementara jari manis mengalami patah parah.

Meski sempat mendapat penanganan medis, dua ruas jari korban tidak berhasil diselamatkan. Kondisi itu membuat korban mengalami cacat permanen.

Keluarga juga mengungkap fakta lain yang membuat mereka semakin terpukul. Potongan jari korban disebut sempat dikuburkan di area sekolah setelah kejadian.

Belakangan, setelah korban berani menceritakan kronologi yang dialaminya, keluarga meminta potongan jari tersebut digali kembali untuk dijadikan barang bukti dan kepentingan medis.

Sahlatina mengatakan korban baru berani berbicara karena sebelumnya merasa takut. Ia mengaku korban mendapat ancaman agar tidak menceritakan kejadian itu kepada siapa pun.

Keluarga akhirnya melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polsek Margorejo. Penanganan kasus kini telah dilimpahkan ke Polresta Pati.

Mereka menegaskan tidak ingin menyelesaikan perkara ini secara damai. Keluarga berharap seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Di sisi lain, pihak sekolah membantah adanya aksi perundungan. Kepala MTs Islam Wangunrejo, Syafi’i, menyebut insiden itu murni kecelakaan.

Menurutnya, kejadian berlangsung usai sholat dzuhur berjemaah ketika para siswa masih berada di waktu istirahat. Ia menyatakan korban terluka karena tangannya tersangkut pagar saat hendak melompat.

Syafi’i juga memastikan pihak sekolah langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sementara itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati menyatakan prihatin atas insiden tersebut. Namun, mereka belum ingin menyimpulkan adanya unsur perundungan karena proses hukum masih berjalan.

Kemenag mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak madrasah dan turun langsung ke lokasi untuk mengumpulkan informasi. Seluruh fakta terkait dugaan penganiayaan itu kini diserahkan kepada kepolisian agar diungkap secara objektif dan menyeluruh. (*)

You Might Also Like

Banjir Pati Rendam 59 Desa, Pemprov Belum Tetapkan Darurat Bencana

Pegawai Kementrian HAM, Gugat Menteri Pigai, Nah Loh…..

Pemprov Bekali Kades Biar Nggak Nyemplung Korupsi

The Power of Kiai Ashari: Cabuli 50 Santriwati, Bebas Berkeliaran Gak Ditahan, Polisi Kalah Sakti?

Kontraktor Ngaku Setor Duit Rp125 Juta ke “Orangnya” Sudewo untuk Garap Proyek Ini

TAGGED:bullyingpatiperundungansiswa MTs
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Agustina Pastikan Dana Rp25 Juta per RT Benar-Benar Dipakai Warga
Next Article Pancaroba, Gadget Begadang Bikin Imun Anak Ikut Drop

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Piala Dunia Hanya Melahirkan Satu Juara, Ekonomi Membutuhkan Semua Pemain

Nasib PSI Jadi Ujian Pamor dan Kesaktian Politik Jokowi

TERBAKAR - KM Mutiara Sentosa 2 jurusan Surabaya-Makassar terbakar di tengah Perairan Sumenep, Minggu (3//8/2026). (ist)

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2 Jurusan Surabaya-Makassar Terbakar: 5 Penumpang Tewas, 41 Hilang

Approval Merosot, Kabinet Prabowo Didorong Diacak Ulang

Pancaroba, Gadget Begadang Bikin Imun Anak Ikut Drop

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Suami di Kebumen Ngamuk: Istri dan Mertua Tewas Dianiaya

Mei 13, 2026
Hukum

Rp8 Juta, Kapal Asing, Vonis Mati Mengintai

Februari 22, 2026
Hukum

Polda Jateng Tegaskan Anggota Tetap Wajib Kooperatif saat Dipanggil Kejaksaan, Namun….

Juli 11, 2026
Hukum

Begini Kondisi Terakhir Pencuri Motor yang Dibakar Warga Surabaya

Oktober 31, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dugaan Bully di MTs Pati, Dua Jari Siswa Hilang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?