Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pancaroba, Gadget Begadang Bikin Imun Anak Ikut Drop
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Pancaroba, Gadget Begadang Bikin Imun Anak Ikut Drop

Nugroho P.
Last updated: Agustus 3, 2026 6:35 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Gadget dan begadang bikim imun drop.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Perubahan cuaca saat musim pancaroba tak cuma bikin tubuh gampang capek, tapi juga bisa membuat anak lebih rentan terserang penyakit. Karena itu, orangtua diminta lebih serius menjaga daya tahan tubuh sekaligus memperhatikan tumbuh kembang buah hati.

Hospital Director Mayapada Hospital Bandung, dr. Irwan Susanto Hermawan, mengatakan pancaroba memang sering dikaitkan dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini membuat anak lebih mudah terkena infeksi jika pola hidupnya kurang sehat.

Menurutnya, menjaga imun sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Asupan makanan bergizi, waktu tidur yang cukup, serta vaksinasi influenza menjadi langkah penting untuk membantu tubuh tetap kuat menghadapi perubahan cuaca.

Irwan juga mengingatkan kebiasaan begadang karena bermain gadget bisa menjadi salah satu penyebab daya tahan tubuh anak melemah. Jam tidur yang berantakan membuat proses pemulihan tubuh tidak berjalan maksimal.

Tak hanya fokus saat anak sudah sakit, orangtua juga diminta lebih peka terhadap perubahan sekecil apa pun pada kondisi kesehatan maupun tumbuh kembang anak.

Jika ada hal yang terasa berbeda, konsultasi ke dokter sebaiknya tidak ditunda. Deteksi sejak awal dinilai jauh lebih efektif dibanding menunggu kondisi semakin berat.

Irwan menilai kesadaran melakukan pemeriksaan dini masih perlu ditingkatkan. Banyak gangguan kesehatan maupun perkembangan anak yang sebenarnya bisa ditangani lebih cepat jika diketahui sejak awal.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak Subspesialis Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial, dr. Eddy Fadlayana, mengingatkan bahwa lima tahun pertama kehidupan merupakan fase paling penting bagi perkembangan anak.

Periode tersebut sering disebut sebagai masa emas karena pertumbuhan otak dan kemampuan anak berkembang sangat pesat. Pemantauan rutin menjadi kunci agar setiap hambatan bisa segera dikenali.

Menurut Eddy, pemeriksaan berkala memungkinkan dokter menemukan tanda-tanda keterlambatan perkembangan lebih dini. Dengan begitu, anak bisa mendapatkan terapi atau pendampingan sesuai kebutuhannya.

Di sisi lain, Dokter Spesialis Anak dr. Stephanie Supriadi mengungkapkan bahwa kasus keterlambatan bicara atau speech delay kini semakin sering ditemukan.

Ia menilai tren itu meningkat setelah pandemi Covid-19. Salah satu penyebab yang paling sering ditemui adalah penggunaan gadget yang berlebihan.

Anak akhirnya lebih banyak menerima stimulasi satu arah dari layar dibanding berinteraksi langsung dengan orangtua atau orang di sekitarnya.

Padahal, kemampuan berbicara berkembang lewat komunikasi dua arah. Semakin sering anak diajak berbincang, semakin baik pula proses perkembangan bahasanya.

Stephanie menjelaskan tanda awal keterlambatan sebenarnya sudah bisa dikenali sejak bayi berusia sekitar sembilan bulan. Di usia itu, bayi biasanya mulai mengoceh dan menoleh saat namanya dipanggil.

Jika respons tersebut belum terlihat, orangtua sebaiknya mulai berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar perkembangan anak dapat dievaluasi.

Saat memasuki usia sekitar 15 bulan, anak umumnya sudah mampu mengucapkan setidaknya satu kata yang memiliki makna.

Memasuki usia dua tahun, anak biasanya mulai bisa merangkai dua kata menjadi kalimat sederhana. Jika kemampuan itu belum muncul, kondisi tersebut patut mendapat perhatian lebih.

Stephanie menegaskan bahwa orangtua adalah pihak yang paling mengenal kebiasaan dan perkembangan anak setiap hari. Karena itu, mereka menjadi garda terdepan dalam mendeteksi adanya perubahan.

Ia pun mengimbau agar orangtua tidak ragu mencari bantuan medis bila melihat tanda-tanda keterlambatan. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang anak mendapatkan penanganan yang tepat dan tumbuh sesuai potensinya. (*)

You Might Also Like

Rumah Bau Wangi Malah Tikus Kabur, Ramuan Dapur Jadi Andalan

Mau Disukai Banyak Orang? Amalkan Doa Ini

Takjil Simpel Murah Meriah, Pahalanya Tetap Ngalir

Kata Primbon Jawa, Ini Ciri Wanita Dipercaya Bawa Hoki

Semut Datang Terus? Coba Amalkan Doa Nabi Sulaiman AS Ini

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dugaan Bully di MTs Pati, Dua Jari Siswa Hilang
Next Article LESTARIKAN TERUMBU KARANG - PLN Icon Plus meluncurkan program TJSL Terumbu Karang Lestari untuk Laut Berkelanjutan (Terang Laut) di Karimunjawa. Terang Laut, Ikhtiar PLN Icon Plus Selamatkan Terumbu Karang Karimunjawa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KASUS TPPU--Tim jaksa penuntut umum (sisi kiri) mengikuti sidang kasus TPPU dengan terdakwa Gus Yazid (kemeja hijau), di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Jaksa Tak Terima Gus Yazid Dihukum Ringan Setahun Bui, Nyatakan Banding

Siswa SLB Blitar Pingsan, Diduga Tahan Sakit Keracunan MBG

Influenza A Naik, Begini Bedanya dengan Covid-19

Ilustrasi judi online (judol).

Bansos Dicoret Gegara Judol, Dinsos DIY Buka Sanggahan

Glucowrap, Sandal Pintar Mahasiswa UGM Pantau Kaki Diabetesi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Bayi Kejang Bikin Panik, Ini Cara Cepat Orangtua Bantu

Mei 5, 2026
Tips

Mau Lahiran Gratis Pakai BPJS? Ini Cara Biar Lancar

April 14, 2026
Ilustrasi berbagai jenis gula.
Tips

Lebih Aman Pakai Gula Buatan atau Gula Murni Saat Buka Puasa? Simak Ini Bedanya

Februari 26, 2026
Tips

Masuk Usia 40 Tahun, Menkes Minta Jangan Malas Cek

Agustus 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pancaroba, Gadget Begadang Bikin Imun Anak Ikut Drop
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?