Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mau Disukai Banyak Orang? Amalkan Doa Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Mau Disukai Banyak Orang? Amalkan Doa Ini

Nugroho P.
Last updated: September 10, 2026 9:40 pm
By Nugroho P.
12 Min Read
Share
Ilustrasi perempuan berhijab.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Disukai orang lain tentu terasa menyenangkan. Bukan soal harus jadi pusat perhatian, tetapi ketika kehadiran kita membuat orang merasa nyaman, dihargai, dan tenang, hubungan dengan sesama pun biasanya jadi lebih enak.

Contents
Doa Nabi Yusuf untuk Kebaikan DiriAyat tentang Kasih Sayang AllahInner Beauty Dimulai dari HatiJaga Hati dari Emosi NegatifAkhlak Baik Jadi Daya Tarik UtamaPilih Lingkungan PertemananJangan Pelit Mengucapkan SalamLemah Lembut dalam PergaulanTulus Tanpa Mengejar PengakuanJaga Rahasia dan Aib TemanJangan Berlebihan dalam MencintaiDoa Nabi Daud untuk Kelembutan HatiHindari Iri dan DengkiKonsisten Beribadah dan Berbuat BaikJadi Pribadi yang Membuat Orang Nyaman

Dalam Islam, membangun hubungan baik tidak cukup hanya mengandalkan penampilan atau kata-kata manis. Kebersihan hati, tutur kata, sikap rendah hati, serta kebiasaan memperlakukan orang lain dengan baik justru menjadi hal yang jauh lebih penting.

Karena itu, doa bisa menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperbaiki diri sekaligus memohon kepada Allah SWT agar diberikan akhlak yang baik, wajah yang berseri, hati yang lembut, dan kemampuan membangun hubungan yang positif dengan orang lain.

Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya doa dalam kehidupan seorang Muslim. Dalam hadis disebutkan, “Doa adalah ibadah.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Doa Nabi Yusuf untuk Kebaikan Diri

Ada doa yang populer di masyarakat dan sering disebut sebagai doa Nabi Yusuf untuk memohon aura positif serta kasih sayang dari orang lain.

Namun, perlu dipahami bahwa lafal yang beredar tersebut bukan doa yang secara khusus diajarkan Nabi Yusuf AS dalam Al-Qur’an atau hadis sahih. Karena itu, bacaan tersebut sebaiknya diposisikan sebagai doa permohonan kepada Allah SWT, bukan sebagai amalan yang pasti membuat siapa pun langsung menyukai kita.

Salah satu lafal yang banyak beredar adalah:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِي نُورَ يُوسُفَ عَلَى وَجْهِي فَمَنْ رَآنِي أَحَبَّنِي مَحَبَّةً

Allahumma’jal lii nuura Yuusufa ‘ala wajhii fa man ra-aanii ahabbanii mahabbatan.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah cahaya Nabi Yusuf pada wajahku, sehingga siapa pun yang melihatku akan mencintaiku dengan kasih sayang.”

Doa tersebut bisa dipahami sebagai permohonan agar Allah SWT memberikan kebaikan, ketenangan, dan daya tarik yang bersumber dari akhlak. Jadi, bukan sekadar mengejar penampilan fisik atau perhatian orang lain.

Ayat tentang Kasih Sayang Allah

Selain doa, Al-Qur’an juga memuat kisah Nabi Musa AS yang sejak kecil mendapat kasih sayang dari Allah SWT. Hal tersebut salah satunya disebutkan dalam Surat Thaha ayat 39.

أَنِ ٱقْذِفِيهِ فِى ٱلتَّابُوتِ فَٱقْذِفِيهِ فِى ٱلْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ ٱلْيَمُّ بِٱلسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّى وَعَدُوٌّ لَّهُۥ ۚ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّى

Anidzifīhi fit-tābūti faqdzifīhi fil-yammi falyulqihil-yammu bis-sāhili ya’khudzhu ‘aduwwul lī wa ‘aduwwul lah, wa alqaitu ‘alaika mahabbatam minnī.

Artinya: “Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku.” (QS Thaha: 39).

Ayat ini bukan formula khusus agar seseorang disukai banyak orang. Namun, kandungan tentang kasih sayang Allah SWT dapat menjadi pengingat bahwa kebaikan dan penerimaan manusia pada akhirnya tetap berada dalam kehendak-Nya.

Inner Beauty Dimulai dari Hati

Kalau ingin terlihat menyenangkan di mata orang lain, perbaikan diri sebaiknya dimulai dari dalam. Hati yang tenang biasanya ikut memengaruhi cara seseorang berbicara, bersikap, dan memperlakukan orang di sekitarnya.

Rasulullah SAW mengajarkan doa:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

Allahumma baa‘id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa‘adta bainal-masyriqi wal-maghrib.

Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat.”

Doa ini merupakan bagian dari doa iftitah yang diajarkan Rasulullah SAW. Pesannya bukan tentang kecantikan fisik, melainkan permohonan agar seorang hamba dijauhkan dari kesalahan dan dibersihkan dari keburukan.

Jaga Hati dari Emosi Negatif

Memiliki hati yang tenang juga membutuhkan perlindungan dari berbagai hal yang bisa merusaknya. Rasulullah SAW mengajarkan doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ

Allahumma innii a‘uudzu biridhaaka min sakhatik.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung dengan keridaan-Mu dari kemurkaan-Mu.”

Doa tersebut mengajarkan seorang Muslim untuk selalu mencari perlindungan dan keridaan Allah SWT. Ketika emosi lebih terjaga, seseorang pun bisa lebih mudah bersikap baik kepada orang lain.

Akhlak Baik Jadi Daya Tarik Utama

Doa akan lebih bermakna jika dibarengi perubahan perilaku. Sulit berharap orang merasa nyaman dengan kita jika dalam keseharian masih mudah marah, suka merendahkan, atau gemar menyakiti perasaan orang lain.

Rasulullah SAW justru mencontohkan kelembutan, keramahan, dan kepedulian dalam berinteraksi. Sikap seperti ini membuat seseorang dihormati tanpa harus sibuk mencari pengakuan.

Salah satu kebiasaan sederhana yang dianjurkan adalah tersenyum. Rasulullah SAW bersabda, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR Tirmidzi).

Senyum memang terlihat sepele, tetapi bisa menjadi cara sederhana untuk membuat suasana lebih hangat. Dari kebiasaan kecil semacam ini, hubungan dengan orang lain dapat tumbuh lebih baik.

Pilih Lingkungan Pertemanan

Lingkungan juga punya pengaruh besar terhadap karakter seseorang. Karena itu, Islam mengingatkan umatnya agar memperhatikan siapa yang dijadikan teman dekat.

Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang itu berada di atas agama temannya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Teman yang baik dapat mengajak kepada kebiasaan positif. Sebaliknya, pergaulan yang buruk bisa perlahan memengaruhi cara berpikir dan perilaku seseorang.

Karena itu, berusaha menjadi pribadi baik sekaligus memilih lingkungan yang sehat merupakan bagian dari ikhtiar membangun hubungan sosial yang positif.

Jangan Pelit Mengucapkan Salam

Salah satu cara sederhana untuk membangun suasana yang hangat adalah membiasakan mengucapkan salam. Rasulullah SAW bersabda:

“Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Muslim).

Salam bukan sekadar sapaan. Di dalamnya terdapat doa keselamatan bagi orang yang ditemui.

Membiasakan salam juga menunjukkan sikap ramah dan menghargai orang lain. Kebiasaan kecil ini bisa membuat interaksi sehari-hari terasa lebih nyaman.

Lemah Lembut dalam Pergaulan

Sikap lemah lembut bukan berarti seseorang harus selalu mengalah atau tidak boleh tegas. Lembut dalam pergaulan berarti mampu menyampaikan sesuatu tanpa sengaja menyakiti atau merendahkan orang lain.

Allah SWT menggambarkan orang-orang yang bersama Rasulullah SAW sebagai pribadi yang saling berkasih sayang dalam Surat Al-Fath ayat 29.

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ ٱللَّهِ ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ

Muhammadur rasūlullāh, walladzīna ma‘ahū asyiddā’u ‘alal-kuffāri ruhamā’u bainahum.

Artinya: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.”

Pesan tersebut menunjukkan pentingnya kasih sayang dalam hubungan antarsesama. Sikap lembut juga membuat komunikasi lebih mudah diterima.

Tulus Tanpa Mengejar Pengakuan

Ingin disukai banyak orang boleh saja, tetapi jangan sampai berubah menjadi obsesi untuk mendapatkan pengakuan. Ketulusan justru membuat hubungan terasa lebih natural.

Berbuat baik karena Allah SWT berarti tidak selalu menunggu pujian atau balasan. Ketika kebaikan dilakukan dengan tulus, seseorang tidak mudah kecewa ketika perlakuan orang lain tidak sesuai harapan.

Sikap seperti ini juga membantu menjaga hati agar tidak mudah kecewa dalam pergaulan. Tidak semua orang akan menyukai kita, dan itu merupakan bagian wajar dalam kehidupan.

Jaga Rahasia dan Aib Teman

Kepercayaan adalah modal penting dalam persahabatan. Ketika seorang teman menyampaikan cerita pribadi, jangan menjadikannya bahan gosip atau konsumsi orang lain.

Menutup aib sesama Muslim juga merupakan sikap yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim, Allah SWT akan menutupi aibnya pada hari kiamat.

Menjadi orang yang bisa dipercaya justru bisa membuat orang lain merasa aman berada di dekat kita. Rasa nyaman seperti itulah yang lebih berharga daripada sekadar terlihat menarik.

Jangan Berlebihan dalam Mencintai

Rasulullah SAW juga mengajarkan agar seseorang tidak berlebihan dalam mencintai orang lain. Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi disebutkan:

“Cintailah orang yang kamu cintai sekadarnya saja.”

Pesannya adalah menjaga keseimbangan dalam hubungan. Jangan sampai rasa suka membuat seseorang kehilangan pertimbangan dan membenarkan semua tindakan orang yang disayanginya.

Sikap yang seimbang membuat hubungan lebih sehat. Ketika terjadi perbedaan atau konflik, seseorang pun tidak mudah terbawa emosi.

Doa Nabi Daud untuk Kelembutan Hati

Ada pula doa yang populer di masyarakat untuk memohon kelembutan hati:

اللَّهُمَّ لَيِّنْ لِي قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ لِدَاوُدَ الْحَدِيدَ

Allahumma layyin li qalbahu, kama layyanta li Daawuda al-hadiid.

Artinya: “Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Engkau melembutkan besi bagi Nabi Daud.”

Namun, seperti doa Nabi Yusuf yang populer, bacaan ini sebaiknya tidak dianggap sebagai doa khusus yang pasti bersumber dari Nabi Daud AS atau jaminan seseorang akan langsung menyukai kita. Yang lebih utama adalah berdoa kepada Allah SWT dengan permohonan yang baik dan tetap menghormati kehendak-Nya.

Hindari Iri dan Dengki

Hati yang dipenuhi iri dan dengki bisa membuat hubungan sosial menjadi tidak sehat. Ketika melihat orang lain mendapatkan keberhasilan, biasakan untuk ikut bersyukur dan mendoakan kebaikan.

Istighfar juga bisa menjadi salah satu cara untuk terus melakukan evaluasi diri. Dengan begitu, seseorang tidak hanya sibuk memikirkan bagaimana agar disukai orang lain, tetapi juga memperbaiki dirinya sendiri.

Sebab, daya tarik yang paling bertahan lama bukan sekadar penampilan. Sikap jujur, rendah hati, ramah, dan tidak suka menyakiti orang lain jauh lebih berkesan dalam hubungan sehari-hari.

Konsisten Beribadah dan Berbuat Baik

Ketenangan batin tidak muncul dalam semalam. Ibadah yang dilakukan secara konsisten, disertai usaha memperbaiki akhlak, dapat membantu seseorang menjadi pribadi yang lebih tenang dan matang.

Saat hati lebih tertata, cara seseorang menghadapi masalah juga biasanya ikut berubah. Ia tidak gampang meledak, tidak mudah merendahkan orang lain, dan lebih mampu mengendalikan ucapan.

Inilah yang bisa disebut sebagai pancaran positif dalam kehidupan sehari-hari. Bukan sesuatu yang mistis, melainkan kesan baik yang lahir dari kebiasaan dan karakter.

Jadi Pribadi yang Membuat Orang Nyaman

Pada akhirnya, doa agar disukai banyak orang bukan sekadar soal ingin mendapatkan perhatian. Yang jauh lebih penting adalah memohon kepada Allah SWT agar diberikan akhlak yang baik dan kemampuan memperlakukan orang lain dengan penuh hormat.

Tidak semua orang harus menyukai kita. Namun, kita tetap bisa berusaha menjadi pribadi yang ramah, tulus, rendah hati, dapat dipercaya, dan tidak gemar menyakiti perasaan orang lain.

Doa, ibadah, dan akhlak berjalan beriringan. Ketika ketiganya dijaga, hubungan dengan sesama bisa menjadi lebih hangat tanpa perlu memaksakan diri untuk selalu mendapat pengakuan.

Jadi, jika ingin disukai banyak orang, jangan hanya sibuk mencari doa agar terlihat menarik. Mulailah dari hati yang bersih, ucapan yang baik, senyum yang tulus, dan perilaku yang membuat orang lain merasa aman serta dihargai. (*)

You Might Also Like

Ngincer Kursi ASN? Intip Dulu Rundown Syarat CPNS 2026

Nebulizer Murah Belum Tentu Aman Buat Anak

Asamnya Nampol Banget, Jeruk Nipis Diam-Diam Bikin Lambung Kewalahan

Penting Banget, Skincare Bumil Jangan Cuma Ikut Tren

Malam Susah Merem Kadang Bukan Cuma Karena Pikiran Berat, Ini Masalah dan Solusi Ulama

TAGGED:disukai banyak orangdoadoa disukai banyak orangdoa khusus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Berteman Itu Ada Adabnya, Begini Tuntunan Islam
Next Article BIANG KERACUNAN - Ilustrasi menu MBG pemicu keracunan massal. Dalam Sepekan 1.415 Orang Jadi Korban Keracunan MBG di Jateng

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BIANG KERACUNAN - Ilustrasi menu MBG pemicu keracunan massal.

Dalam Sepekan 1.415 Orang Jadi Korban Keracunan MBG di Jateng

Mau Disukai Banyak Orang? Amalkan Doa Ini

Berteman Itu Ada Adabnya, Begini Tuntunan Islam

Usai Sholat, Jangan Lewatkan Dzikir Ini

Bangun Malam, Ini Tata Cara Sholat Tahajud

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Doyan Pedas Boleh, Tapi Jangan Sampai Usus Protes Keras

Maret 29, 2026
Tips

Tak Disadari Tiap Hari Dikonsumsi, Ternyata Makanan Ini Pemicu Kanker Payudara!

September 18, 2025
Tips

Awas.. Diabetes Bisa Bikin Mata ‘Diam-Diam’ Rusak

Juli 25, 2026
Tips

Tujuh Kebiasaan Receh Tapi Manjur Bikin Awet Muda

November 11, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mau Disukai Banyak Orang? Amalkan Doa Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?