BACAAJA, JAKARTA – Kalau soal makanan, Gubernur Jakarta Pramono Anung ternyata punya daftar favorit yang cukup klasik. Bukan tempat makan yang sekadar viral, lima kuliner yang dia sebut justru sudah lama jadi bagian dari cerita kuliner Ibu Kota.
Pramono membagikan rekomendasi tersebut lewat tren TikTok “Jakarta Foods I Can’t Stop Thinking About” pada 12 Agustus 2026. Dalam video di akun TikTok pribadinya, ia membuat versi “Edisi Gubernur” dan menyebut lima makanan yang menurutnya sulit dilupakan.
Video tersebut langsung ramai dibicarakan. Dalam waktu kurang dari sehari, unggahan itu sudah ditonton ratusan ribu kali dan mengundang banyak komentar dari warganet.
Menariknya, sebagian besar pilihan Pramono punya cerita panjang. Ada warung yang sudah bertahan sejak puluhan tahun lalu hingga makanan yang punya kenangan pribadi buat sang gubernur.
Sop Kaki Kambing Irwan
Pilihan pertama Pramono jatuh kepada Sop Kaki Kambing Irwan di kawasan Melawai, Jakarta Selatan.
Tempat makan ini sudah berdiri sejak 1975 dan dikenal dengan sajian sop kaki kambing yang gurih dan hangat. Buat pencinta makanan berkuah dengan aroma rempah yang nendang, menu ini memang cukup menggoda.
Dalam videonya, Pramono langsung memberikan penilaian singkat yang khas: sop kaki kambing Irwan disebutnya “maknyus”.
Warung ini berada di Jalan Panglima Polim III dan masih melayani pelanggan setiap hari.
Sop Buntut Cut Meutia
Berikutnya ada Sop Buntut Cut Meutia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Kuliner satu ini sudah lama dikenal sebagai salah satu sop buntut legendaris Jakarta. Pramono bahkan nggak ragu menyebut rasanya “enak banget”.
Sop Buntut Cut Meutia telah bertahan selama puluhan tahun dan punya pelanggan dari berbagai kalangan. Menu andalannya bukan cuma sop buntut rebus, tetapi juga tersedia versi goreng dan bakar.
Buat Pramono, rasa sop buntut di tempat ini menjadi salah satu yang sulit dilupakan.
Gulai Kepala Ikan Medan Baru
Kuliner ketiga adalah gulai kepala ikan dari Medan Baru.
Pramono memasukkan sajian ini dalam daftar favoritnya karena cita rasanya yang kuat. Gulai kepala ikan memang dikenal sebagai salah satu menu yang banyak dicari di rumah makan tersebut.
Medan Baru sendiri sudah lama dikenal sebagai tempat makan yang menyajikan hidangan khas Sumatera dengan racikan bumbu yang kaya.
Pramono bahkan menyebut makanan tersebut sebagai sajian yang “semua orang pasti tahu” dan menurutnya enak banget.
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Pilihan keempat terasa lebih personal. Pramono menyebut Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Sejak 1958 – Kebon Sirih Kaki Lima sebagai makanan yang penuh kenangan.
Alasannya sederhana, tetapi cukup relate. Saat baru berada di Jakarta, Pramono mengaku hampir setiap hari menyantap nasi goreng kambing di kawasan Kebon Sirih.
Kuliner ini memang punya sejarah panjang. Usahanya dirintis sejak 1958 dan sampai sekarang masih menjadi salah satu tujuan pencinta nasi goreng kambing di Jakarta.
Selain nasi goreng kambing, tersedia pula menu seperti sate kambing, sop kambing, hingga mi goreng kari kambing.
Lidah Sapi Javanegra
Terakhir, Pramono memilih Javanegra Gourmet Atelier & Taverna 212 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Berbeda dari empat pilihan sebelumnya yang identik dengan kuliner legendaris kaki lima atau rumah makan lama, Javanegra menawarkan pengalaman makan yang lebih modern.
Pramono punya menu favorit khusus di tempat ini, yakni lidah sapi. Ia menyebut dirinya sesekali suka makan di Javanegra, terutama untuk menikmati menu tersebut.
Salah satu sajian yang tersedia adalah lidah asap balado, yang memadukan lidah sapi dengan sentuhan sambal balado khas Indonesia.
Dari lima pilihan tersebut, selera Pramono terlihat cukup konsisten: makanan dengan rasa kuat, punya cerita, dan sudah melewati perjalanan panjang.
Daftar itu juga menunjukkan bahwa kuliner Jakarta bukan cuma soal tempat baru yang ramai di media sosial. Banyak warung dan restoran lama yang tetap punya penggemar karena rasa serta kenangan yang melekat.
Buat warga Jakarta yang lagi bingung menentukan menu akhir pekan, daftar versi “Edisi Gubernur” ini bisa jadi contekan baru. Tinggal pilih: mau yang berkuah, nasi goreng, gulai, atau langsung gas ke lidah sapi. (*)

