Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Megawati: Pancasila Jangan Cuma Jadi Lirik Lagu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Megawati: Pancasila Jangan Cuma Jadi Lirik Lagu

Kita semua pernah hafal Pancasila di luar kepala. Tapi pertanyaannya: masih dipakai nggak di kehidupan sehari-hari? Nah, ini yang lagi disorot Megawati Soekarnoputri, jangan sampai Pancasila cuma jadi hafalan, tapi kosong di praktik.

T. Budianto
Last updated: April 21, 2026 8:42 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. (Foto: DPP PDIP)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengingatkan pentingnya menghayati nilai-nilai Pancasila, bukan sekadar menghafalkannya.

Hal itu disampaikan Megawati saat hadir dalam talkshow kebangsaan di GPIB Paulus, Menteng, Jakarta, Selasa, (21/4/2026). Di hadapan ratusan jemaat lansia, ia menyoroti kecenderungan generasi sekarang yang mulai menjadikan Pancasila hanya sebagai “teks hafalan”.

“Lima sila mulai dilupakan, hanya dihafalkan. Ini yang saya khawatir,” ujarnya. Menurut Megawati, Pancasila seharusnya hidup dalam keseharian masyarakat, mulai dari cara bersikap, berpendapat, hingga menghargai perbedaan. Ia juga mendorong agar nilai-nilai tersebut terus ditularkan ke generasi muda.

Selain itu, Megawati yang juga menjabat di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Badan Riset dan Inovasi Nasional, menyinggung pentingnya etika dalam menyampaikan pendapat di era sekarang.

Baca juga: Dari Anggrek ke Geopolitik: Megawati Diminta Turun Tangan Redam Panas Timur Tengah

Ia menyoroti maraknya praktik perundungan (bullying) yang sering muncul, terutama di ruang digital. Menurutnya, kebebasan berekspresi tetap harus dibarengi dengan tanggung jawab.

Dalam paparannya, Megawati juga mengangkat kembali konsep Trisakti yang diperkenalkan Soekarno, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Ia kemudian mengaitkan konsep tersebut dengan kondisi Indonesia saat ini, termasuk tantangan global yang semakin kompleks.

Konflik SARA

Berbicara soal keberagaman, Megawati mengingatkan pengalaman Indonesia pasca Reformasi 1998, di mana konflik bernuansa SARA sempat terjadi di berbagai daerah seperti Ambon, Poso, dan Sampit.

Menurutnya, pengalaman itu harus jadi pelajaran agar bangsa Indonesia tidak mengulangi kesalahan yang sama. “Mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” katanya. Megawati juga menyinggung pentingnya kearifan lokal dalam meredam konflik, seperti tradisi Pela Gandong di Maluku yang mengedepankan persaudaraan.

Baca juga: Momentum Lebaran, Megawati Ajak Perkuat Nilai Kemanusiaan

Tak hanya soal dalam negeri, ia juga menyinggung isu global, termasuk pertemuannya dengan Paus Fransiskus yang membahas soal perubahan iklim dan pentingnya menjaga bumi.

Di tengah dunia yang makin tanpa batas, Megawati menegaskan bahwa nasionalisme tetap harus dijaga. Ia mengibaratkan warga Indonesia seperti burung yang tetap harus ingat sarangnya. “Sarangmu Indonesia, jangan lupa,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) disikapi dengan bijak, bukan malah menjauhkan manusia dari nilai-nilai kebangsaan.

Di zaman semua bisa diakses cepat, dari info sampai opini, ironisnya, nilai dasar kayak Pancasila malah sering cuma jadi formalitas. Mungkin bukan karena kita nggak hafal, tapi karena kita jarang benar-benar pakai. Karena pada akhirnya, ideologi itu bukan buat diingat… tapi buat dijalani. (tebe)

You Might Also Like

Paham Anarko Sudah Menyebar, Ini Peringatan Keras Kapolres Banjarnegara

Dugaan 571 Ribu Penerima Bansos Main Judol, Puan: Jangan Hukum yang Tak Bersalah

Aktivis: Biar Demo Nggak Chaos, Temui Massa Seperti Ganjar

Saleh Dampingi Bahlil ke Sragen, Serius Ngobrolin Potensi Energi dan Sinergi Pusat-Daerah

Kanada Siap Perluas Investasi di Jateng, Agroteknologi Jadi Andalan

TAGGED:headlinemegawati seokarnoputripancasila
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sehat Tapi Terserang, Cerita Duka dan Misteri Kanker
Next Article Nggak Cuma Nangkep Penjahat, Polisi Juga “Ngurus Pesangon”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RUWATAN - Massa Jateng Guyub meruqyah atau meruwat Kantor Gubernur Jawa Tengah, sebagai simbol tolak bala atas matinya nurani pemerintah.

Massa Jateng Guyub Kantor Gubernur, Tabur Bunga dan Dupa di 8 Penjuru

SIDANG KORUPSI--Enam kades dari Pati jadi saksi sidang terdakwa Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (22/7/2026). (bae)

Sidang Sudewa Kupas Keterlibatan Anggota hingga Pimpinan DPRD Pati dalam Pengisian Perangkat Desa

Ketua DPD Gerindra Jateng, Sudaryono, resmi ditunjuk sebagai Kepala BGN.

Resmi! Istana Umumkan Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang

Urgensinya Apa? Puan Sorot Pengiriman 25 Kepala Daerah ke Singapura di Tengah Efisiensi Anggaran

AKSI DAMAI - Petani tembakau dari Temanggung dan sejumlah daerah lain di Indonesia menggelar aksi damai di depan kantor Kemenko PMK, desak pemerintah kaji ulang regulasi tembakau, terutama terkait pembatasan tar dan nikotin.

Desakan Petani Tembakau Menguat, Kemenko PMK Janji Kaji Ulang Aturan Pembatasan Tar dan Nikotin

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Ekonomi Semarang 5,37 Persen: Nggak Ngebut Banget, Tapi Konsisten

Februari 25, 2026
Ilustrasi SPPG Polri di Polda Bali.
Hukum

Saling Sleding! Polda Jateng Minta Pengelola SPPG Polri Tak Penuhi Panggilan Kejaksaan

Juli 9, 2026
DADAN DITAHAN - Eks-Kepala BGN Dadan Hindayana langsung ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu (3/6/2026). (Tangkapan Layar Kompas TV)
Hukum

Ternyata Barang-barang Ini yang Buat Dadan CS Diseret Kejagung

Juni 3, 2026
Sirkular

Mendagri Minta Pemda Dukung Program PSEL

Oktober 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Megawati: Pancasila Jangan Cuma Jadi Lirik Lagu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?