Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sehat Tapi Terserang, Cerita Duka dan Misteri Kanker
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sehat Tapi Terserang, Cerita Duka dan Misteri Kanker

Cerita ini bukan sekadar tentang duka, tapi juga tentang pertanyaan yang sering muncul di kepala banyak orang: kenapa penyakit seperti kanker bisa menyerang orang yang terlihat “baik-baik saja”? Pertanyaan ini terdengar sederhana, tapi jawabannya ternyata jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan.

Nugroho P.
Last updated: April 21, 2026 8:05 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
Waspada kanker payudara, tak melulu diawali benjolan lho.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kisah ini berangkat dari kehilangan yang terasa begitu dekat, saat seseorang dengan gaya hidup yang terbilang rapi dan sehat justru harus berpulang begitu cepat karena Leukemia. Dalam waktu yang bahkan belum genap dua minggu sejak gejala pertama muncul, semuanya berubah drastis, seolah tak memberi ruang untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Cerita ini bukan sekadar tentang duka, tapi juga tentang pertanyaan yang sering muncul di kepala banyak orang: kenapa penyakit seperti kanker bisa menyerang orang yang terlihat “baik-baik saja”? Pertanyaan ini terdengar sederhana, tapi jawabannya ternyata jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan.

Sebagian orang mungkin langsung menjawab dengan satu kata: takdir. Jawaban ini memang terasa paling mudah diterima, terutama ketika logika mulai mentok. Namun di balik itu, ada sisi lain yang bisa dijelaskan lewat ilmu pengetahuan, terutama dari sudut pandang biologi dan fisika.

Tubuh manusia sebenarnya punya sistem luar biasa untuk memperbaiki dirinya sendiri. Setiap hari, sel-sel yang rusak akan diperbarui lewat proses replikasi DNA. Ini adalah mekanisme alami yang menjaga tubuh tetap berfungsi normal.

Namun, proses ini tidak selalu berjalan sempurna. Dalam setiap penyalinan DNA, selalu ada kemungkinan kecil terjadi kesalahan. Kesalahan inilah yang disebut mutasi, yang dalam kondisi tertentu bisa berkembang menjadi sel kanker.

DNA sendiri tersusun dari pasangan basa yang sangat spesifik. Adenin selalu berpasangan dengan Timin, sementara Guanin berpasangan dengan Sitosin. Pola ini seperti aturan baku yang menjaga kestabilan informasi genetik dalam tubuh.

Ikatan antara pasangan basa ini terjadi karena adanya ikatan hidrogen, yang melibatkan partikel kecil bernama proton. Di titik inilah, ilmu fisika mulai ikut bermain dalam cerita yang awalnya terlihat murni biologis.

Dalam dunia fisika, ada konsep menarik yang dikenal sebagai Quantum Tunneling. Fenomena ini menjelaskan bagaimana partikel kecil seperti proton bisa “menembus” batas yang seharusnya tidak bisa dilewati secara normal.

Perilaku ini terjadi di level yang sangat kecil, bahkan sulit dibayangkan dalam kehidupan sehari-hari. Dunia ini dikenal sebagai dunia kuantum, tempat hukum-hukum fisika terasa jauh berbeda dari yang kita kenal.

Proton yang berada dalam ikatan hidrogen DNA juga berada dalam dunia kuantum ini. Artinya, mereka bisa mengalami fenomena tunneling yang membuat posisinya berubah secara tiba-tiba.

Ketika hal ini terjadi, pasangan basa DNA bisa jadi tidak sesuai aturan. Adenin yang seharusnya berpasangan dengan Timin bisa saja salah “bertemu” dengan Sitosin, dan seterusnya.

Kesalahan kecil ini kemudian berdampak besar. Protein yang dihasilkan dari DNA tersebut menjadi tidak sesuai, dan di sinilah mutasi mulai berkembang.

Walaupun tidak semua mutasi berujung pada kanker, kondisi ini tetap menjadi salah satu pemicu utama terbentuknya sel abnormal dalam tubuh.

Yang membuat situasi ini terasa rumit adalah sifatnya yang acak. Quantum Tunneling terjadi dengan probabilitas sangat kecil dan tidak bisa dicegah, bahkan oleh pola hidup paling sehat sekalipun.

Di sinilah jawaban ilmiah mulai terbentuk: seseorang yang hidup sehat tetap memiliki kemungkinan terkena kanker, meskipun peluangnya kecil.

Namun pertanyaan yang lebih dalam seringkali tetap menggantung. Kenapa harus orang tertentu? Kenapa harus terjadi sekarang? Dan kenapa begitu cepat?

Ilmu pengetahuan bisa menjelaskan mekanisme, tapi tidak selalu bisa menjawab “mengapa” secara personal. Di titik ini, banyak orang kembali pada pemahaman tentang takdir.

Meski begitu, ada pelajaran penting yang bisa diambil dari semua ini. Jika kemungkinan kecil saja bisa menyebabkan kanker, maka kebiasaan buruk yang jelas-jelas merusak tubuh akan memperbesar risiko secara signifikan.

Contohnya adalah merokok. Zat karsinogenik dalam rokok bisa merusak DNA secara langsung melalui reaksi kimia yang jauh lebih “pasti” dibandingkan proses acak di level kuantum.

Artinya, risiko dari pola hidup tidak sehat bukan lagi sekadar kemungkinan kecil, tapi sesuatu yang nyata dan bisa diprediksi dampaknya.

Di tengah ketidakpastian yang tidak bisa dikontrol, menjaga pola hidup sehat tetap menjadi langkah paling masuk akal.

Setidaknya, dengan menghindari zat berbahaya dan menjaga tubuh tetap bugar, seseorang sudah mengurangi risiko yang sebenarnya bisa dihindari.

Kisah kehilangan ini pada akhirnya bukan hanya tentang duka, tapi juga tentang refleksi. Tentang bagaimana hidup bisa berubah dalam waktu singkat tanpa banyak peringatan.

Dan di balik semua penjelasan ilmiah yang rumit, tetap ada ruang bagi manusia untuk menerima bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan.

Namun, bukan berarti tidak ada yang bisa dilakukan. Justru dari sini, kesadaran untuk menjaga diri menjadi semakin penting.

Karena jika sesuatu yang kecil dan acak saja bisa berdampak besar, maka pilihan hidup sehari-hari juga punya peran yang tidak kalah besar.

Pada akhirnya, hidup sehat bukan jaminan bebas penyakit, tapi tetap jadi pilihan terbaik untuk memperkecil risiko.

Dan mungkin, di antara sains dan takdir, manusia hanya bisa berusaha sebaik mungkin, lalu menerima apa pun yang datang dengan lapang dada. (*)

You Might Also Like

Polisi Ini Dikenai Sanksi Etik Usai Hamili Calon Istri, Korban Alami Keguguran Saat Diperiksa

Perusuh Berperawakan Kecil Ditangkapi Polisi, Demo Panas Jilid Dua di Semarang

LSSFF 2025 Resmi Meluncur! Bareng Hanung Bramantyo, Wali Kota Semarang Gas Bikin Kota Sineas

Agustina Ingin Negara Hadir Saat Warga Kehilangan

DPU vs Sampah: Duel di Tengah Hujan

TAGGED:kankerkesehatansehat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kopdes Merah Putih Dapat Suntikan Baru, Skema Dana Makin Fleksibel
Next Article Megawati: Pancasila Jangan Cuma Jadi Lirik Lagu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DIVONIS BERSALAH: Bupati Pati nonaktif, Sudewo (rompi orange) divonis bersalah dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (21/10/2026). (bae)

Tok! Sudewo Dinyatakan Bersalah, Dijatuhi Hukuman 8,5 Tahun Penjara dan Denda Rp3,5 Miliar

Ekonomi Semarang Tumbuh 6,49 Persen, Investasi Rp11,15 Triliun

Gus Yasin Ajak Santri Perangi Sampah

Semarang Bidik Jadi Sentra Film, LOFF 2026 Gaet 167 Karya dari Seluruh Indonesia

MASSA RICUH: Massa pendukung terdakwa Sudewo Bupati Pati yang mengawal sidang vonis, bersitegang dengan aparat keamanan di luar pengadilan, Rabu (21/10/2026). (bae)

Massa Pendukung Sudewo Jebol Pagar dan Adu Dorong dengan Polisi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Dwi Hartono, mahasiswa S2 UGM, residivis ijazah palsu, dan otak pembunuhan Kacab Pembantu BRI Cempaka Putih.
Hukum

Jejak Dwi Hartono di Semarang: Jebolan Fakultas Kedokteran, Residivis Ijazah Palsu, Kini Dinonaktifkan UGM

Agustus 28, 2025
Info

Jateng Siap Sambut Pemudik, Pemprov Pasang ‘Mode Siaga’ dari H-8 sampai H+7

Maret 5, 2026
Daerah

Annisa Makin Dekat dengan Kursi Sekda Cilacap

Agustus 4, 2026
Hukum

2026, Tersangka di Jateng Wajib “Kerja Sosial”

Desember 2, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sehat Tapi Terserang, Cerita Duka dan Misteri Kanker
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?