Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Siswa SMAN 1 Salatiga Diajak Bongkar Mitos Vape
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Siswa SMAN 1 Salatiga Diajak Bongkar Mitos Vape

Vape sering tampil dengan citra yang lebih modern, lebih stylish, dan dianggap lebih aman dibanding rokok konvensional. Namun di balik kepulan asap beraroma manis dan desain yang kekinian, tersimpan berbagai risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele.

T. Budianto
Last updated: Juni 4, 2026 12:48 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
EDUKASI KESEHATAN: Siswa SMA Negeri 1 Salatiga mengikuti edukasi kesehatan tentang bahaya rokok elektrik dari Tim Pengabdian Fakultas Kedokteran Unnes, belum lama ini. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SALATIGA– Buat sebagian remaja, vape sering dianggap lebih keren, lebih modern, bahkan disebut-sebut lebih aman dibanding rokok biasa. Tapi benarkah demikian? Ternyata tidak sesimpel itu. Di balik asap yang terlihat “lebih bersih”, ada sederet risiko kesehatan yang justru sering luput dari perhatian.

Hal itulah yang dibahas dalam kegiatan edukasi kesehatan tentang bahaya rokok elektrik atau vape yang digelar dosen dan mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK Unnes) di SMA Negeri 1 Salatiga, belum lama ini.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut mengajak para siswa melihat vape bukan dari sisi tren, tetapi dari sisi kesehatan yang selama ini jarang dibahas secara utuh di media sosial.

Sebelum masuk ke materi utama, peserta diajak menonton video edukasi dan menerima poster bertajuk “Vape: Asap Manis, Risiko Tragis”. Setelah itu, siswa mengerjakan pre-test untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka tentang rokok elektrik.

Baca juga: Dua Ton Harapan dari Semarang: FK Unnes Kirim Bantuan ke Aceh

Sesi inti disampaikan oleh dosen Prodi Kedokteran FK Unnes, dr Fania Rizky Ramadiani, MBiomed, AIFO-K. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa vape bukanlah produk bebas risiko seperti yang banyak dipercaya.

Para siswa dikenalkan pada berbagai kandungan dalam vape, mulai dari nikotin, logam berat, glikol, diasetil, hingga bahan kimia lain yang berpotensi menimbulkan ketergantungan dan berbagai masalah kesehatan.

Tak hanya itu, penggunaan vape juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, stroke, gangguan pernapasan, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), hingga kondisi yang dikenal dengan istilah popcorn lung.

“Karena bentuknya modern dan aromanya beragam, banyak orang menganggap vape lebih aman. Padahal, kandungan zat di dalamnya tetap bisa memberikan dampak serius bagi tubuh,” terang Fania dalam sesi edukasi.

Hasil Penelitian

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berisi penyuluhan biasa. Dosen dan mahasiswa juga memaparkan hasil penelitian terkait penggunaan vape dan dampaknya terhadap kesehatan. Dengan pendekatan berbasis data ilmiah, para siswa diajak memahami risiko vape berdasarkan fakta penelitian, bukan sekadar asumsi atau tren yang beredar di internet.

Suasana diskusi berlangsung hidup. Banyak siswa aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan mengenai fenomena vape yang semakin mudah ditemui di kalangan remaja.

Setelah sesi materi selesai, peserta kembali mengerjakan post-test untuk melihat peningkatan pemahaman mereka setelah mengikuti edukasi. Tak berhenti di ruang kelas, para siswa juga diajak membuat konten edukasi tentang bahaya vape bersama dosen dan mahasiswa FK Unnes. Harapannya, pesan kesehatan tersebut bisa menjangkau lebih banyak remaja melalui platform digital yang akrab dengan keseharian mereka.

Baca juga: Mengapa Vape Sekali Pakai Lebih Beracun dari Rokok Jenis Apapun? Simak Penjelasannya

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ketiga tentang kesehatan dan kesejahteraan yang baik (Good Health and Well-being) serta poin keempat tentang pendidikan berkualitas (Quality Education).

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga bisa menjadi penyebar pesan positif di lingkungan sekolah. Sebab, kampanye hidup sehat akan lebih mudah diterima ketika datang dari teman sebaya.

Di era ketika banyak orang memilih sesuatu karena terlihat keren di media sosial, kadang yang paling berbahaya justru bukan asapnya, melainkan anggapan bahwa “kalau viral berarti aman”.

Padahal tubuh manusia tidak pernah bisa dibohongi oleh tren. Algoritma mungkin suka konten vape, tapi paru-paru belum tentu ikut memberikan tanda suka. (tebe)

You Might Also Like

Libur Sekolah Dimulai Catat Lagi Jadwal Masuk Kelas Pertengahan Juli

Libur Sekolah Makin Dekat, Aturan Baru Resmi Turun

Lomba Mau Diulang, Sekolah Ini Pilih Mundur Terhormat Saja

Luthfi: Sekolah Bukan Cuma Tempat Belajar, Tapi “Jalan Keluar” dari Kemiskinan

UGM Kenalkan Beras Presokazi, Inovasi Pangan yang Bantu Cegah Stunting

TAGGED:fk unnessman 1 salatigavape
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Operasi Patuh 2026 Dimulai
Next Article Tiga Pria Nigeria Tergeletak, Dua Tewas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PB Ismapeti Pilih Turun ke Panti Demi Gizi Tepat Sasaran

Ribuan Atlet Muda Siap Adu Gengsi di POPDA

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Pasang Alarm buat Proyek Kipas Kopdes

Ilustrasi desa tertinggal di Jateng, tak mempunyai akses jalan yang layak dilintasi.

Tak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal di Jateng, Tapi Rob dan Akses Masih Jadi PR

Odong-odong di Cilacap Minggir, Wisata Jadi Jalur Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Dari Proyek Ke Kampus, Jalan Nekat Berbuah Prestasi

April 11, 2026
Pendidikan

Taj Yasin Pastikan SPMB Jateng 2026 Tanpa “Jastip”

Juni 8, 2026
Siswa SMA 1 Sultan Agung Semarang berpose bersama Mr. Suegul Jin yang datang dari Korea dalam rangka belajar bahasa korea melalui aplikasi KoreanMate. Foto: Fahmi
Pendidikan

Belajar Bahasa Korea Bareng Oppa, Siswa Semarang Auto Semangat. Ada Beasiswanya?

Agustus 20, 2025
DaerahPendidikan

Pemprov Lanjutkan Skema Honorarium Guru Non-ASN

November 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Siswa SMAN 1 Salatiga Diajak Bongkar Mitos Vape
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?