Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pungutan Rp300 Ribu di SMP N 2 Jeruklegi Bikin Geger
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Pungutan Rp300 Ribu di SMP N 2 Jeruklegi Bikin Geger

Nugroho P.
Last updated: September 6, 2026 4:55 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya
SHARE

BACAAJA, CILACAP – Isu iuran Rp300 ribu per siswa di SMP Negeri 2 Jeruklegi, Cilacap, sempat bikin ramai media sosial. Sejumlah orang tua mempertanyakan penarikan dana yang disebut untuk mempercantik kelas, mulai dari mural sampai pembenahan bagian ruang belajar.

Pemkab Cilacap pun turun tangan supaya persoalan ini nggak makin melebar. Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya memanggil pihak sekolah, dinas pendidikan, wali kelas, serta pengurus paguyuban orang tua untuk mencari tahu duduk perkara sebenarnya.

Dari pertemuan tersebut, Ammy menegaskan satu hal: uang Rp300 ribu itu bukan pungutan yang ditarik oleh pihak sekolah. Dana tersebut merupakan inisiatif paguyuban orang tua siswa kelas 7C untuk mendukung kegiatan mempercantik dan membenahi ruang kelas.

Berawal dari Keinginan Mempercantik Kelas

Ammy menjelaskan, ide mengumpulkan dana muncul setelah orang tua siswa kelas 7C melihat kegiatan serupa di kelas 7E. Mereka kemudian ingin ikut membuat mural di dinding kelas agar ruang belajar terlihat lebih menarik.

Namun, untuk mewujudkan rencana itu memang dibutuhkan biaya. Mulai dari merapikan tembok, memperbaiki lantai, membeli cat, hingga memenuhi kebutuhan lain untuk pengerjaan mural.

Dari situlah muncul kesepakatan di lingkungan orang tua siswa untuk mengumpulkan dana sebesar Rp300 ribu dari masing-masing siswa.

“Awalnya dari kelas 7C yang mau ikut-ikutan 7E melukis dinding kelas karena butuh biaya, merapikan tembok, lantai, beli cat dan segala macam, menginisiasi adanya iuran kepada anak-anak masing-masing Rp300 ribu,” kata Ammy.

Uang Iuran Ternyata Masih Bersisa

Dalam prosesnya, nominal yang dikumpulkan ternyata lebih besar dari kebutuhan kegiatan. Setelah dilakukan penghitungan, dana yang tersedia masih mencukupi meski ada sejumlah orang tua yang belum membayar lunas.

Karena ada kelebihan dana, sisa uang tersebut kemudian dikembalikan kepada orang tua siswa.

“Tapi ternyata setelah dihitung-hitung, Rp300 ribu kebanyakan. Walaupun ada yang belum melunasi juga tetap masih sisa, tapi sisanya sudah dikembalikan,” ujar Ammy.

Sebelumnya, persoalan ini mencuat setelah keluhan soal iuran beredar di media sosial. Dalam aduan tersebut, orang tua mempertanyakan permintaan pembayaran Rp300 ribu yang dikaitkan dengan mural serta pembenahan tembok dan lantai kelas.

Pemkab Minta Diselesaikan Kekeluargaan

Ammy menilai persoalan tersebut lebih tepat diselesaikan melalui komunikasi antara orang tua siswa. Pasalnya, berdasarkan hasil klarifikasi, inisiatif pengumpulan uang berasal dari paguyuban orang tua, bukan dari sekolah.

“Karena inisiator bukan dari pihak sekolah dan masalah ini adalah masalah antar orang tua siswa dalam satu kelas, jika masih ada pihak-pihak yang merasa dirugikan sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah kekeluargaan terlebih dahulu,” ujarnya.

Meski begitu, Ammy memberikan catatan penting untuk kegiatan serupa ke depan. Jika ada pengumpulan dana yang muncul dari inisiatif orang tua, sifatnya sebaiknya sukarela dan tidak boleh mengikat.

“Saran saya, pungutan apa pun itu jika inisiasi orang tua sebaiknya tidak mengikat atau atas dasar sukarela,” tegasnya.

Dengan klarifikasi tersebut, Pemkab Cilacap berharap polemik iuran di kelas 7C SMP Negeri 2 Jeruklegi tidak terus berkembang menjadi kesalahpahaman. Pihak sekolah juga ditegaskan bukan sebagai penggagas maupun penarik dana tersebut. (*)

You Might Also Like

LLDIKTI VI: Saatnya Kampus Swasta Naik Kelas

Bocah SD Boyolali Bikin NASA Angkat Topi

URI Baru Jalan, Dasar Hukumnya Mulai Dipertanyakan

Viral Sekolah Roboh, Luthfi Minta Semua SD-SMP di Jateng Dicek Ulang

Ali Rokhman, Rival Sodiq Kini Pimpin Unsoed

TAGGED:cilacapiuranpendidikanpunglipungutan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Memanas, Tiga Nama Mulai Berebut Kursi Sekda Cilacap
Next Article Ketua MPR RI Soroti 8 WNI yang Disebut Jadi Tentara Rusia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua MPR RI Soroti 8 WNI yang Disebut Jadi Tentara Rusia

Pungutan Rp300 Ribu di SMP N 2 Jeruklegi Bikin Geger

Memanas, Tiga Nama Mulai Berebut Kursi Sekda Cilacap

LUDES TERBAKAR-Belasan rumah di lingkungan Asrama Polisi Kota Lama Semarang ludes terbakar, Sabtu (5/9/2026) sore. (bae)

15 Rumah Aspol di Kota Lama Semarang Ludes Terbakar

KEBAKARAN--Petugas tampak berjaga di sekitar lokasi kebakaran Asrama Polisi di dekat Satpas Satlantas Polrestabes Semarang, Kota Lama, Sabtu (5/9/2026). (bae)

Asrama Polisi di Kota Lama Semarang Terbakar, Kabut Asap Ganggu Wisatawan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Hujan Tak Henti, Tiga Kabupaten di Banyumas Raya Diterjang Longsor

November 10, 2025
Pendidikan

Mau Sekolah Gratis Berasrama? SMK Boarding Jateng Buka Pendaftaran

Maret 14, 2026
[17.52, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen Unwahas Terbang ke China, Dalami AI untuk Ngajar BACAAJA, SEMARANG - Sejumlah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terbang ke luar negeri. Mereka ikut pelatihan buat dalami kecerdasan buatan atau AI. Programnya bertajuk Artificial Intelligence Application Enhancement. Fokusnya jelas, gimana dosen bisa pakai AI biar pembelajaran makin relevan. Pelatihan digelar di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, China. Kampus ini dikenal kuat di riset pendidikan. Total ada 20 peserta yang ikut. Tiga di antaranya dari FAI Unwahas, yakni Ghufron Hamzah, Muhammad Ahsanul Husna, dan Nurul Azizah. Mereka gabung dengan tenaga pendidik lain di bawah naungan PWNU Jawa Tengah. Kegiatannya berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 sampai 26 April 2026. Materi yang dikasih cukup komplet. Mulai dari integrasi teori dan teknologi, desain pembelajaran digital, sampai pemanfaatan platform kampus berbasis AI. Peserta juga diajak praktik langsung. Jadi bukan cuma denger materi, tapi sekalian nyobain sistem pembelajaran berbasis AI. Ghufron bilang, pelatihan ini penting buat dorong perubahan di dunia pendidikan. Terutama dari model konvensional ke sistem digital. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pendidikan agar mampu beradaptasi menuju sistem digital yang lebih efektif dan inovatif,” ujarnya. Ia menegaskan, transformasi digital sekarang sudah jadi kebutuhan. Apalagi perkembangan teknologi makin cepat, termasuk AI. Menurutnya, Unwahas juga sudah mulai berproses jadi kampus digital. Makanya pelatihan ini dinilai pas banget. “Harapannya bisa kami aplikasikan di kampus nantinya,” katanya. Pelatihan ini diisi para pakar AI dengan metode interaktif. Ada pemaparan materi, ada juga diskusi bareng peserta. Harapannya, sepulang dari China para dosen bisa langsung menerapkan ilmunya. Sekaligus ikut mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. *bae [17.53, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen FAI Unwahas dan peserta lain ikut pelatihan AI di Wuhan, China.
Pendidikan

Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar

April 26, 2026
Pendidikan

Atasi Blank Spot Pendidikan, Pemkot Semarang Dorong Tiga SMA Negeri Baru

Juli 14, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pungutan Rp300 Ribu di SMP N 2 Jeruklegi Bikin Geger
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?