Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar

R. Izra
Last updated: April 26, 2026 4:42 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
[17.52, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen Unwahas Terbang ke China, Dalami AI untuk Ngajar BACAAJA, SEMARANG - Sejumlah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terbang ke luar negeri. Mereka ikut pelatihan buat dalami kecerdasan buatan atau AI. Programnya bertajuk Artificial Intelligence Application Enhancement. Fokusnya jelas, gimana dosen bisa pakai AI biar pembelajaran makin relevan. Pelatihan digelar di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, China. Kampus ini dikenal kuat di riset pendidikan. Total ada 20 peserta yang ikut. Tiga di antaranya dari FAI Unwahas, yakni Ghufron Hamzah, Muhammad Ahsanul Husna, dan Nurul Azizah. Mereka gabung dengan tenaga pendidik lain di bawah naungan PWNU Jawa Tengah. Kegiatannya berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 sampai 26 April 2026. Materi yang dikasih cukup komplet. Mulai dari integrasi teori dan teknologi, desain pembelajaran digital, sampai pemanfaatan platform kampus berbasis AI. Peserta juga diajak praktik langsung. Jadi bukan cuma denger materi, tapi sekalian nyobain sistem pembelajaran berbasis AI. Ghufron bilang, pelatihan ini penting buat dorong perubahan di dunia pendidikan. Terutama dari model konvensional ke sistem digital. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pendidikan agar mampu beradaptasi menuju sistem digital yang lebih efektif dan inovatif,” ujarnya. Ia menegaskan, transformasi digital sekarang sudah jadi kebutuhan. Apalagi perkembangan teknologi makin cepat, termasuk AI. Menurutnya, Unwahas juga sudah mulai berproses jadi kampus digital. Makanya pelatihan ini dinilai pas banget. “Harapannya bisa kami aplikasikan di kampus nantinya,” katanya. Pelatihan ini diisi para pakar AI dengan metode interaktif. Ada pemaparan materi, ada juga diskusi bareng peserta. Harapannya, sepulang dari China para dosen bisa langsung menerapkan ilmunya. Sekaligus ikut mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. *bae [17.53, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen FAI Unwahas dan peserta lain ikut pelatihan AI di Wuhan, China.
[17.52, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen Unwahas Terbang ke China, Dalami AI untuk Ngajar BACAAJA, SEMARANG - Sejumlah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terbang ke luar negeri. Mereka ikut pelatihan buat dalami kecerdasan buatan atau AI. Programnya bertajuk Artificial Intelligence Application Enhancement. Fokusnya jelas, gimana dosen bisa pakai AI biar pembelajaran makin relevan. Pelatihan digelar di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, China. Kampus ini dikenal kuat di riset pendidikan. Total ada 20 peserta yang ikut. Tiga di antaranya dari FAI Unwahas, yakni Ghufron Hamzah, Muhammad Ahsanul Husna, dan Nurul Azizah. Mereka gabung dengan tenaga pendidik lain di bawah naungan PWNU Jawa Tengah. Kegiatannya berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 sampai 26 April 2026. Materi yang dikasih cukup komplet. Mulai dari integrasi teori dan teknologi, desain pembelajaran digital, sampai pemanfaatan platform kampus berbasis AI. Peserta juga diajak praktik langsung. Jadi bukan cuma denger materi, tapi sekalian nyobain sistem pembelajaran berbasis AI. Ghufron bilang, pelatihan ini penting buat dorong perubahan di dunia pendidikan. Terutama dari model konvensional ke sistem digital. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pendidikan agar mampu beradaptasi menuju sistem digital yang lebih efektif dan inovatif,” ujarnya. Ia menegaskan, transformasi digital sekarang sudah jadi kebutuhan. Apalagi perkembangan teknologi makin cepat, termasuk AI. Menurutnya, Unwahas juga sudah mulai berproses jadi kampus digital. Makanya pelatihan ini dinilai pas banget. “Harapannya bisa kami aplikasikan di kampus nantinya,” katanya. Pelatihan ini diisi para pakar AI dengan metode interaktif. Ada pemaparan materi, ada juga diskusi bareng peserta. Harapannya, sepulang dari China para dosen bisa langsung menerapkan ilmunya. Sekaligus ikut mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. *bae [17.53, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen FAI Unwahas dan peserta lain ikut pelatihan AI di Wuhan, China.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Apa yang terlintas dalam benakmu ketika mendengar Wuhan? Titik mula penyebaran pandemi Covid-19? Gak bisa disalahkan. Karena penyebaran Covid-19 memang diduga dari Wuhan, China.

Namun, Wuhan bukan cuma Covid-19. Ada banyak kemajuan teknologi di sana. Termasuk di antaranya adalah perkembangan AI.

Sejumlah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terbang ke luar negeri. Mereka ikut pelatihan buat dalami kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI).

Bacaaja: Banjir Semarang, Dosen Unwahas Sentil Pengembang Perumahan Nakal
Bacaaja: Unwahas Jajaki Tukar Dosen-Mahasiswa Bareng Kampus Thailand

Programnya bertajuk Artificial Intelligence Application Enhancement. Fokusnya jelas, gimana dosen bisa pakai AI biar pembelajaran makin relevan.

Pelatihan digelar di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, China. Kampus ini dikenal kuat di riset pendidikan.

Total ada 20 peserta yang ikut. Tiga di antaranya dari FAI Unwahas, yakni Ghufron Hamzah, Muhammad Ahsanul Husna, dan Nurul Azizah.

Mereka gabung dengan tenaga pendidik lain di bawah naungan PWNU Jawa Tengah. Kegiatannya berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 sampai 26 April 2026.

Materi yang dikasih cukup komplet. Mulai dari integrasi teori dan teknologi, desain pembelajaran digital, sampai pemanfaatan platform kampus berbasis AI.

Peserta juga diajak praktik langsung. Jadi bukan cuma denger materi, tapi sekalian nyobain sistem pembelajaran berbasis AI.

Ghufron bilang, pelatihan ini penting buat dorong perubahan di dunia pendidikan. Terutama dari model konvensional ke sistem digital.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pendidikan agar mampu beradaptasi menuju sistem digital yang lebih efektif dan inovatif,” ujarnya.

Ia menegaskan, transformasi digital sekarang sudah jadi kebutuhan. Apalagi perkembangan teknologi makin cepat, termasuk AI.

Menurutnya, Unwahas juga sudah mulai berproses jadi kampus digital. Makanya pelatihan ini dinilai pas banget.
“Harapannya bisa kami aplikasikan di kampus nantinya,” katanya.

Pelatihan ini diisi para pakar AI dengan metode interaktif. Ada pemaparan materi, ada juga diskusi bareng peserta.

Harapannya, sepulang dari China para dosen bisa langsung menerapkan ilmunya. Sekaligus ikut mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. (bae)

You Might Also Like

Memperjuangkan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Jerman

Bocah Boyolali Bikin NASA Kasih Salut

Dosen Semarang Diadili dalam Kasus Penipuan Lomba Tari Piala Gubernur

Data KK Diduga Dimanipulasi, Bansos Lansia Ikut Terhenti, Bengkulu Geger

Satpol PP Masuk Sekolah: “Keren Itu Nggak Ngerokok”

TAGGED:AIakal imitasiccnudosenunwahaswuhan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist) Tragis! Balita 2 Tahun di Cianjur Meninggal usai Santap MBG, Ratusan Lainnya Tumbang
Next Article Daycare Little Aresha di Kota Jogja. Tempat penitipan anak yang berubah menjadi camp penyiksaan balita. Berkat Sang Mantan! Kisah Terbongkarnya Tragedi Mengerikan Daycare Little Aresha Jogja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

PENERIMAAN MABA - Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H. mengalungkan ID card sebagai simbol selamat datang dan mengikuti upacara penerimaan kepada mahasiswa baru, Selasa (22/9/2026). (ist)
Pendidikan

Bukan Cuma Gelar, Rektor UPGRIS Tekankan Makna di Balik Prestasi

September 22, 2026
Pendidikan

Kursi SD Jogja Masih Banyak Kosong, Sekolah Putar Otak Cari Murid

Juni 18, 2026
Pendidikan

Ribuan Pramuka Tumpah Ruah di Gunungpati, Luthfi Dorong Kolaborasi Bangun Ketahanan Bangsa

Agustus 25, 2025
Foto: ilustrasi. Permasalahan guru meliputi berbagai aspek, mulai dari kesejahteraan, kompetensi, beban kerja, hingga tantangan dalam proses belajar mengajar. Guru butuh kepastian kerja dan perlindungan hukum agar bisa fokus menjalankan tugasnya.
Pendidikan

Pemerintah Harus Menjamin Perlindungan Hukum dan Kepastian Kerja Bagi Guru

Juli 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?