Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tragis! Balita 2 Tahun di Cianjur Meninggal usai Santap MBG, Ratusan Lainnya Tumbang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tragis! Balita 2 Tahun di Cianjur Meninggal usai Santap MBG, Ratusan Lainnya Tumbang

R. Izra
Last updated: April 26, 2026 4:09 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)
ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, CIANJUR – Kabar duka datang dari Cianjur. Seorang balita berinisial MAB (2), asal Kecamatan Leles, meninggal dunia setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Balita ini jadi salah satu dari ratusan warga yang sebelumnya dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada pertengahan April lalu.

MAB awalnya sempat mendapat penanganan di Puskesmas Leles pada Selasa (14/4/2026). Namun kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Pagelaran pada Rabu (22/4) sore.

Bacaaja: Soal MBG, Zulhas: Kalau Basi, Komplain Langsung ke SPPG, Nggak Usah Drama di Medsos
Bacaaja: KPK Sentil Program MBG: Dominasi BGN Rawan Konflik, Potensi Korupsi Terbuka Lebar!

Sayangnya, setelah sekitar 12 jam menjalani perawatan intensif, nyawa MAB tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (23/4/2026).

Direktur RSUD Pagelaran, dr. Irvan Nur Fauzi, membenarkan kondisi pasien saat tiba sudah kritis.

“Pas datang ke IGD, kondisinya tidak stabil, lemas, pusing, lalu tangan dan kaki bengkak,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan medis, MAB dinyatakan meninggal akibat syok septik, kondisi darurat serius akibat infeksi berat yang bisa menyebabkan penurunan tekanan darah drastis dan gangguan organ.

Apalagi, sejak awal pasien juga memiliki riwayat diare yang memperparah kondisi.

Ratusan warga lainnya jadi korban

Sebelumnya, kasus dugaan keracunan MBG ini terjadi di Desa Sukasirna dan Purabaya, Kecamatan Leles. Warga mulai mengeluhkan mual, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di posyandu.

Total ada sekitar 134 orang terdampak, mayoritas balita dan ibu menyusui.

Awalnya keluhan muncul dalam jumlah kecil, tapi terus bertambah dalam beberapa hari.

Meski dugaan mengarah ke makanan MBG, penyebab pasti masih belum dipastikan. Pihak terkait masih menunggu hasil uji laboratorium.

Yang jelas, kasus ini langsung jadi perhatian publik. Apalagi program MBG selama ini digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi masyarakat.

Sekarang, masyarakat berharap ada investigasi tuntas—biar kejadian serupa nggak terulang lagi. (*)

You Might Also Like

Jaksa KPK Kulik Biaya Nyaleg, Sudewo: Tanya ke Rumput yang Bergoyang

Pabriknya Jalan, Anaknya Aman

Fakta Jaringan Love Scamming di Semarang, Izin Tinggal 4 WNA China Kedaluwarsa

Robig di Pusaran Narkoba, Petir: Kenapa Seolah Sejak Awal Dilindungi?

HUT ke-81 RI di Jateng Tak Cuma Upacara

TAGGED:balita tewascianjurheadlinekeracunan MBGMBG
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PSIS Nunggu “Bantuan” PSS Buat Selamat
Next Article [17.52, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen Unwahas Terbang ke China, Dalami AI untuk Ngajar BACAAJA, SEMARANG - Sejumlah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terbang ke luar negeri. Mereka ikut pelatihan buat dalami kecerdasan buatan atau AI. Programnya bertajuk Artificial Intelligence Application Enhancement. Fokusnya jelas, gimana dosen bisa pakai AI biar pembelajaran makin relevan. Pelatihan digelar di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, China. Kampus ini dikenal kuat di riset pendidikan. Total ada 20 peserta yang ikut. Tiga di antaranya dari FAI Unwahas, yakni Ghufron Hamzah, Muhammad Ahsanul Husna, dan Nurul Azizah. Mereka gabung dengan tenaga pendidik lain di bawah naungan PWNU Jawa Tengah. Kegiatannya berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 sampai 26 April 2026. Materi yang dikasih cukup komplet. Mulai dari integrasi teori dan teknologi, desain pembelajaran digital, sampai pemanfaatan platform kampus berbasis AI. Peserta juga diajak praktik langsung. Jadi bukan cuma denger materi, tapi sekalian nyobain sistem pembelajaran berbasis AI. Ghufron bilang, pelatihan ini penting buat dorong perubahan di dunia pendidikan. Terutama dari model konvensional ke sistem digital. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pendidikan agar mampu beradaptasi menuju sistem digital yang lebih efektif dan inovatif,” ujarnya. Ia menegaskan, transformasi digital sekarang sudah jadi kebutuhan. Apalagi perkembangan teknologi makin cepat, termasuk AI. Menurutnya, Unwahas juga sudah mulai berproses jadi kampus digital. Makanya pelatihan ini dinilai pas banget. “Harapannya bisa kami aplikasikan di kampus nantinya,” katanya. Pelatihan ini diisi para pakar AI dengan metode interaktif. Ada pemaparan materi, ada juga diskusi bareng peserta. Harapannya, sepulang dari China para dosen bisa langsung menerapkan ilmunya. Sekaligus ikut mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. *bae [17.53, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen FAI Unwahas dan peserta lain ikut pelatihan AI di Wuhan, China. Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Biar Nggak Main Hakim Sendiri, Warga Diajak “Melek” Hukum

MTQ Nasional, Pemprov Siapkan 306 Nakes

3.796 Paralegal Jateng Disiapkan Jadi “Penolong Pertama”

Jelang Turnamen Percasi, BMCC Gelar Pembekalan Tim

BELAJAR POLITIK - Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Demak belajar berdemokrasi melalui Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Pemilos), Jumat (11/9/2026).

Pemilos Jadi Ajang Belajar Politik Sejak Dini, Bawaslu Demak Dorong Demokrasi Inklusif di SLB

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

PSIS Tambah Bek, Alarm Belanja Belum Dimatikan

Desember 22, 2025
Sekretaris DPD PDIP Jateng, Sumanto.
Info

Dapur Marhaen: Cara PDIP Jateng Kasih Makan Siang dan Cek Kesehatan Gratis untuk Rakyat

April 6, 2026
Hukum

BST Terjepit Saat BBM Makin Bikin Dompet Menjerit

Juni 11, 2026
Ilustrasi jembatan panjang membelah lautan.
Info

Melaka Ingin Bangun Jembatan Tembus Indonesia, Politisi Malaysia Langsung Ribut

Desember 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tragis! Balita 2 Tahun di Cianjur Meninggal usai Santap MBG, Ratusan Lainnya Tumbang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?