Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Berkat Sang Mantan! Kisah Terbongkarnya Tragedi Mengerikan Daycare Little Aresha Jogja
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Berkat Sang Mantan! Kisah Terbongkarnya Tragedi Mengerikan Daycare Little Aresha Jogja

R. Izra
Last updated: April 26, 2026 6:00 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Daycare Little Aresha di Kota Jogja. Tempat penitipan anak yang berubah menjadi camp penyiksaan balita.
Daycare Little Aresha di Kota Jogja. Tempat penitipan anak yang berubah menjadi camp penyiksaan balita.
SHARE

BACAAJA, JOGJA – Fakta mencengangkan terungkap dari kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Tempat penitipan anak yang seharusnya jadi ruang aman, ternyata berubah menjadi camp penyiksaan.

Balita-balita yang dititpkan orangtuanya di daycare tersebut disiksa. Pakaian dilepas, anak-anak ditelanjangi, tangan-kaki diikat, lalu tubuh telanjang balita diletakkan di lantai yang dingin.

Kisah kekejaman daycare Little Aresha terungkap berkat mantan pengasuh yang tak tega melihat praktik tak manusiawi itu. Sang mantan membongkar semaunya.

Bacaaja: Anak Curhat ke AI, Bukan ke Ortu: Pemprov Geber Program Berbasis Keluarga
Bacaaja: Tragis! Balita 2 Tahun di Cianjur Meninggal usai Santap MBG, Ratusan Lainnya Tumbang

Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, memastikan bahwa daycare tersebut tidak mengantongi izin operasional. Pengecekan sudah dilakukan ke Dinas Pendidikan hingga Dinas Perizinan, dan hasilnya nihil.

“Memang tidak ada izinnya,” tegasnya, Sabtu (25/4/2026).

Dituturkan, kasus ini mulai terkuak dari laporan seorang mantan pengasuh yang bekerja sejak Januari 2026. Ia mengaku melihat langsung praktik kekerasan terhadap anak di dalam daycare.

Sebelum resign, ia diam-diam mengumpulkan bukti. Laporan itu kemudian diserahkan ke KPAID Kota Yogyakarta.

Dari situ, aparat bergerak cepat. Polisi melakukan pengintaian sebelum akhirnya menggerebek lokasi di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, pada Jumat (24/4/2026). Penggeledahan berlangsung sekitar lima jam.

13 orang jadi tersangka

Hasilnya, sebanyak 13 orang langsung ditetapkan sebagai tersangka. Mereka terdiri dari pengelola hingga pengasuh daycare.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menegaskan seluruh tersangka langsung ditahan. Polisi juga membuka kemungkinan jumlah tersangka bertambah seiring pengembangan kasus.

“Ini bentuk komitmen kami dalam perlindungan anak,” ujarnya.

Data sementara menunjukkan skala kasus ini tidak main-main. Dari 103 anak yang dititipkan, sebanyak 53 anak diduga menjadi korban kekerasan.

Yang bikin miris, mayoritas korban masih berusia di bawah 2 tahun. Bahkan ada bayi berusia 0–3 bulan.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizki Adrian, menyebut kekerasan ini diduga sudah berlangsung lebih dari satu tahun.

“Luka fisik mungkin bisa sembuh, tapi luka mentalnya belum tentu,” katanya.

Orang tua korban melaporkan berbagai luka, mulai dari kulit melepuh, bekas cubitan, cakaran, hingga luka di bagian tubuh lain. Tak hanya itu, banyak anak juga mengalami infeksi paru-paru atau pneumonia.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Yogyakarta membuka posko pengaduan untuk menampung laporan korban lainnya.

Mulai Senin (27/4/2026), tim akan melakukan asesmen serta pendampingan psikologis dan hukum bagi korban.

Wali Kota Yogyakarta juga memastikan akan ada pendataan besar-besaran terhadap daycare dan lembaga pendidikan nonformal di wilayahnya.

Kasus ini jadi tamparan keras. Di saat orang tua mempercayakan anaknya untuk dijaga, justru kekerasan terjadi di balik tembok daycare ilegal.

Faktanya sederhana: pengawasan lemah, izin diabaikan, dan korban paling rentan adalah anak-anak. Mereka yang harus menanggung akibatnya.

Kasus ini belum selesai. Tapi satu hal jelas: publik sekarang menuntut transparansi dan penegakan hukum tanpa kompromi. (*)

You Might Also Like

BNPT dan Ancaman Terorisme: Sudah Siapkah Kita di Era Serba Digital?

Dari Komisi Polisi ke Komisi Diplomasi, Sahroni Resmi Geser Jalur

Bukan Gedung Tinggi atau Jalan Lebar, Ini Kekuatan Kota Semarang

Andri Minta Pemain Tetap Fokus

RK Diduga Cerai Istri, Kuasa Hukum Singgung Lisa Mariana

TAGGED:daycaredaycare jogjaheadlinejogjalittle aresha
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article [17.52, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen Unwahas Terbang ke China, Dalami AI untuk Ngajar BACAAJA, SEMARANG - Sejumlah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terbang ke luar negeri. Mereka ikut pelatihan buat dalami kecerdasan buatan atau AI. Programnya bertajuk Artificial Intelligence Application Enhancement. Fokusnya jelas, gimana dosen bisa pakai AI biar pembelajaran makin relevan. Pelatihan digelar di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, China. Kampus ini dikenal kuat di riset pendidikan. Total ada 20 peserta yang ikut. Tiga di antaranya dari FAI Unwahas, yakni Ghufron Hamzah, Muhammad Ahsanul Husna, dan Nurul Azizah. Mereka gabung dengan tenaga pendidik lain di bawah naungan PWNU Jawa Tengah. Kegiatannya berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 sampai 26 April 2026. Materi yang dikasih cukup komplet. Mulai dari integrasi teori dan teknologi, desain pembelajaran digital, sampai pemanfaatan platform kampus berbasis AI. Peserta juga diajak praktik langsung. Jadi bukan cuma denger materi, tapi sekalian nyobain sistem pembelajaran berbasis AI. Ghufron bilang, pelatihan ini penting buat dorong perubahan di dunia pendidikan. Terutama dari model konvensional ke sistem digital. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pendidikan agar mampu beradaptasi menuju sistem digital yang lebih efektif dan inovatif,” ujarnya. Ia menegaskan, transformasi digital sekarang sudah jadi kebutuhan. Apalagi perkembangan teknologi makin cepat, termasuk AI. Menurutnya, Unwahas juga sudah mulai berproses jadi kampus digital. Makanya pelatihan ini dinilai pas banget. “Harapannya bisa kami aplikasikan di kampus nantinya,” katanya. Pelatihan ini diisi para pakar AI dengan metode interaktif. Ada pemaparan materi, ada juga diskusi bareng peserta. Harapannya, sepulang dari China para dosen bisa langsung menerapkan ilmunya. Sekaligus ikut mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. *bae [17.53, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen FAI Unwahas dan peserta lain ikut pelatihan AI di Wuhan, China. Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar
Next Article Lagu Siti Mawarni Viral Sumut Bikin Heboh, Liriknya Ngena Banget

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

ANTAN PUNGGAWA TIMNAS - Kendal Tornado FC mendatangkan wing back M Fatchu Rochman. Mantan punggwa timnas U-19 itu berambisi membawa Kendal Tornado berlaga di Liga 1 pada musim depan.

Kentod FC Datangkan Eks-Timnas Indonesia U-19, Bidik Target Besar Naik Liga 1

BELAJAR PERTANIAN - Emak-emak Semarang bersama Yayasan El Wahid Foundation belajar pertanian hidroponik yang tak membutuhkan lahan luas.

Emak-emak Semarang Belajar Pertanian Hidroponik: Gak Perlu Lahan Luas

207 Buruh Teken Pesangon 0,5 Kali, Said Iqbal Minta Dugaan Intimidasi Diusut

Ilustrasi konten rekayasa kecerdasan buatan atau deepfake AI.

Petir Ungkap 7 Mahasiswi Jadi Korban Konten Cabul, Terduga Pelaku Teman SMA

Presiden RI, Prabowo Subianto. (gerindra)

Survei SMRC: Tingkat Kepuasan ke Prabowo Anjlok 30 Persen dalam 9 Bulan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Guru Nggak Cuma Ngajar, Tapi Juga “Nahan” Medsos

April 2, 2026
JAMIN KEAMANAN KORBAN - Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Kurnia Muhajarah, Wakil Rektor I, Imam Yahya, dan Ketua Satgas PPKS UIN Walisongo Semarang, Nur Hasyim, menggelar jumpa pers, Jum'at (8/5/2026). Mereka memastikan keamanan korban dugaan pelecehan seksual oleh dosen. (dul)
Hukum

Pria Begitar di Balik Dugaan Pelecehan Mahasiswi UIN Walisongo, Kampus Bentuk Tim Gabungan

Mei 9, 2026
Hukum

Niat Tebang Kayu Tengah Malam, Pulang Tinggal Nama

April 16, 2026
Ilustrasi kebakaran hutan.
Olahraga

Timnas Spanyol Berlatih di Tengah Kabut Asap, Kebakaran Hutan Ancam Final Piala Dunia 2026

Juli 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Berkat Sang Mantan! Kisah Terbongkarnya Tragedi Mengerikan Daycare Little Aresha Jogja
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?