BACAAJA, JAKARTA – Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo Subianto anjlok 30 persen lebih dalam kurun waktu 9 bulan terakhir. Mengapa?
Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan tajam. Dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), angka kepuasan kini berada di level 51,1 persen, turun sekitar 30 poin persentase dibanding November 2025 yang mencapai 81,2 persen.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan turunnya tingkat kepuasan publik tidak terjadi begitu saja. Menurutnya, penurunan itu berjalan beriringan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, hingga penegakan hukum.
Bacaaja: BREAKING NEWS: Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI
Bacaaja: Resmi! Istana Umumkan Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang
“Approval rating tidak datang dari hampa. Penurunan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo terjadi bersamaan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” kata Deni, Minggu (26/7/2026).
Survei juga menunjukkan jumlah warga yang tidak puas terhadap kinerja Presiden meningkat drastis. Jika pada November 2025 angkanya berada di 16 persen, kini melonjak menjadi 46,9 persen.
Rinciannya, sebanyak 4,8 persen responden mengaku sangat puas, 46,3 persen cukup puas, 35 persen kurang puas, dan 11,9 persen menyatakan tidak puas sama sekali. Sementara 2,1 persen responden memilih tidak menjawab atau belum memiliki pendapat.
Menurut Deni, perubahan persepsi masyarakat paling banyak dipengaruhi oleh penilaian terhadap kondisi ekonomi, situasi politik, serta penegakan hukum yang dinilai memburuk dalam beberapa waktu terakhir.
Survei SMRC dilakukan pada 5–19 Juli 2026 terhadap 749 responden yang dipilih secara acak dari warga Indonesia yang memiliki hak pilih. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dan telepon dengan margin of error ±3,7 persen. (*)

