Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kekeringan Landa Gunungkidul, Warga Tepus Mulai Kesulitan Air Bersih
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Kekeringan Landa Gunungkidul, Warga Tepus Mulai Kesulitan Air Bersih

Ada lima kalurahan di Tepus yang hampir selalu masuk daftar wilayah terdampak saat kemarau: Kalurahan Tepus, Sidoharjo, Purwodadi, Sumberwungu, dan Giripanggung.

Nugroho P.
Last updated: Juli 3, 2026 10:28 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi antrian air bersih.
SHARE

BACAAJA, GUNUNG KIDUL – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di sejumlah wilayah Kabupaten Gunungkidul. Beberapa kapanewon sudah mengajukan bantuan air bersih karena pasokan air untuk warga mulai menipis.

Wilayah yang lebih dulu merasakan kondisi tersebut salah satunya Kapanewon Tepus. Sejumlah kalurahan di kawasan itu rutin terdampak kekeringan setiap kali musim kemarau datang.

Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tepus, Sukisno, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran dropping air bersih senilai Rp76,8 juta. Dana tersebut diperkirakan cukup untuk mendistribusikan sekitar 422 tangki air kepada masyarakat.

Menurut Sukisno, ada lima kalurahan yang hampir selalu masuk daftar wilayah terdampak saat kemarau. Kelimanya adalah Kalurahan Tepus, Sidoharjo, Purwodadi, Sumberwungu, dan Giripanggung.

Data warga yang membutuhkan bantuan pun mulai masuk ke pihak kapanewon. Sejumlah laporan dari masyarakat menunjukkan kebutuhan air bersih mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir.

“Rencananya mulai minggu depan dilaksanakan dropping air ke warga yang membutuhkan. Meski belum kami lakukan rekap, tapi data warga terdampak kekeringan di tiga kalurahan,” ujar Sukisno, Jumat (3/7/2026).

Persiapan distribusi air dilakukan lebih awal agar kebutuhan warga bisa segera terpenuhi sebelum kondisi kekeringan semakin meluas di wilayah selatan Gunungkidul.

Tak cuma Tepus, kondisi serupa juga mulai terlihat di Kapanewon Purwosari. Beberapa padukuhan di sana sudah mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada pemerintah.

Panewu Purwosari, Subiyantoro, menjelaskan bahwa tahun ini tersedia anggaran sekitar Rp79,6 juta khusus untuk program dropping air kepada masyarakat yang terdampak kemarau.

Hasil rapat koordinasi tingkat wilayah menunjukkan sedikitnya 15 padukuhan sudah masuk daftar prioritas penerima bantuan. Sebanyak 10 padukuhan berada di Kalurahan Giripurwo, sementara lima lainnya ada di Kalurahan Giricahyo.

Proses administrasi penyaluran saat ini masih dirampungkan agar distribusi air bisa berjalan tanpa kendala di lapangan.

“Mulai minggu depan, bantuan air bersih sudah bisa disalurkan ke warga yang membutuhkan,” kata Subiyantoro.

Warga di kawasan perbukitan memang menjadi kelompok yang paling rentan ketika musim kemarau tiba. Ketersediaan sumber air yang terbatas membuat bantuan tangki air menjadi solusi utama untuk memenuhi kebutuhan harian.

Di sisi lain, Kapanewon Gedangsari hingga kini belum menerima permintaan resmi terkait penyaluran air bersih. Meski demikian, pemerintah wilayah setempat mengaku sudah bersiap jika sewaktu-waktu kebutuhan meningkat.

Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, mengatakan pihaknya telah mengantongi anggaran sebesar Rp79,8 juta yang dapat digunakan untuk menyalurkan sekitar 266 tangki air bersih.

Kesiapan tersebut menjadi langkah antisipasi mengingat perubahan cuaca dan kemarau panjang bisa berdampak cepat terhadap ketersediaan air di sejumlah titik.

Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Gunungkidul sendiri memang dikenal sebagai salah satu wilayah di DIY yang kerap menghadapi tantangan kekeringan saat musim kemarau berlangsung. Karakteristik kawasan karst membuat cadangan air permukaan relatif terbatas.

Karena itu, program dropping air bersih hampir selalu menjadi agenda rutin setiap tahun untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air layak pakai.

Dengan mulai masuknya permintaan dari beberapa kapanewon, pemerintah berharap distribusi air bisa berjalan lancar sehingga aktivitas warga tetap berjalan normal meski kemarau mulai terasa. (*)

You Might Also Like

Kolaborasi 17 Lembaga, Pemkab Purbalingga Guyur Bantuan Rp10,2 M untuk 5.989 Warga

11 Kabupaten/Kota di Jateng Bentuk Satgas Anti Premanisme

Dari Sampah Jadi Harapan! Jalan Menuju TPA Jatibarang Kini Bernama Jalan YB Mangunwijaya

Anak Zaman Scroll Harus Waras

Puluhan Rumah di Sragen Mulai Dibedah, Bupati Turun Langsung Pantau Proyek Desa Bebas RTLH

TAGGED:air bersihgunung kidulkekeringan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tiga Komodo Dibanderol Puluhan Juta, Jejak Transaksinya Bikin Kaget
Next Article KOLASE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) dan policy brief bertajuk "Diponegoro Menggugat" yang diserahkan mahasiswa Undip, Jumat (3/7/2026). (dul) BEM Undip Cegat Menkeu Purbaya, Serahkan “Diponegoro Menggugat”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SINDIR PEMERINTAH--Warga Kandri saat upacata HUT RI cosplay mengkritik ucapan Prabowo soal pengupas bawang. (bae)

Warga Kandri Cosplay Jadi Juragan Bawang saat HUT RI, Sindir Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu

BANGUNAN ROBOH - Sebuah bangunan di NTT roboh setelah diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Update Gempa NTT: BNPB Nyatakan Korban Tewas Bertambah Jadi 68 Jiwa

UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)

Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Hingga Akhir 2025

Oktober 1, 2025
Fokus

Ancaman Kekeringan di Semarang Bukan Cuma karena Kemarau

Juli 2, 2026
Ilustrasi kekeringan hingga membuat petani gagal panen.
Fokus

Ancaman Pangan hingga Kesehatan, Kemarau Bikin Rawan Gagal Panen dan ISPA Meningkat

Juli 2, 2026
Daerah

Pompa Jumbo Siap Nyedot Genangan

November 6, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kekeringan Landa Gunungkidul, Warga Tepus Mulai Kesulitan Air Bersih
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?