Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sinaran Semarang Cari Bibit Ilmuwan Masa Depan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Sinaran Semarang Cari Bibit Ilmuwan Masa Depan

Di tengah ramainya anak-anak yang akrab dengan media sosial dan kecerdasan buatan (AI), Kota Semarang memilih menyalakan semangat lain: rasa ingin tahu.

T. Budianto
Last updated: Agustus 5, 2026 3:45 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BABAK PENYISIHAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng membuka babak penyisihan lomba Sinaran (Sains Anak Kota Semarang) 2026 di Ballroom Balairung Astina, UTC Hotel, Selasa (4/8/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Sebanyak 550 pelajar SD dan SMP dari berbagai sekolah di Kota Semarang berhasil lolos ke Babak Penyisihan Lomba Sinaran (Sains Anak Kota Semarang) 2026. Mereka merupakan peserta terpilih dari total 6.292 pendaftar yang mengikuti proses seleksi.

Babak penyisihan dibuka langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng di Ballroom Balairung Astina, UTC Hotel, Selasa (4/8/2026). Peserta yang lolos berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai sekolah negeri, sekolah swasta, madrasah, hingga peserta dari jalur pendidikan kesetaraan Paket A dan Paket B.

Bagi Agustina, keberagaman tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan belajar sains harus terbuka bagi semua anak tanpa memandang asal sekolah. “Hari ini kita tidak sekadar memulai perlombaan, tapi sedang menumbuhkan budaya ilmiah di Kota Semarang,” ujar Agustina.

Menurutnya, budaya ilmiah bukan sekadar menghafal rumus atau mengejar nilai tinggi. Yang jauh lebih penting adalah membiasakan anak-anak untuk bertanya, mencari tahu, menguji sebuah gagasan, lalu mengambil kesimpulan berdasarkan bukti.

Baca juga: Sekolah Swasta Minta “Dilirik” Serius, Bukan Nunggu Sisa Kuota

Kemampuan berpikir seperti itu dinilai menjadi bekal penting menghadapi dunia yang terus berubah, termasuk perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Kemampuan berpikir kritis menjadi bekal penting generasi muda menghadapi perkembangan teknologi yang serba cepat, termasuk kehadiran AI,” katanya. Untuk membangkitkan semangat para peserta, Agustina juga menyinggung prestasi Albert Eng, siswa Singapore Intercultural School Semarang yang berhasil meraih medali emas pada final World Mathematics Invitation 2026 di Jepang.

Mampu Bersaing

Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan anak-anak Kota Semarang mampu bersaing di level internasional apabila mendapatkan ruang belajar yang baik serta lingkungan yang mendorong budaya sains.

Lomba Sinaran 2026 sendiri merupakan program pengembangan talenta sains yang digelar Ba dan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Semarang. Mengusung tema penguatan kemampuan critical thinking, kompetisi ini bertujuan melatih peserta didik SD/MI maupun SMP/MTs agar terbiasa berpikir logis, analitis, dan kreatif dalam memecahkan persoalan.

Dari 550 peserta yang kini bertanding, nantinya hanya 60 finalis yang akan melaju ke babak final pada 13 Agustus 2026. Mereka terdiri atas 30 siswa jenjang SD dan 30 siswa jenjang SMP.

Baca juga: Pemkot Semarang Sambut Positif Sekolah Gratis

Agustina berharap Sinaran tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan semata, tetapi berkembang menjadi program unggulan yang terus melahirkan generasi muda inovatif bagi Kota Semarang. “Semoga dari ruangan hari ini lahir generasi yang membawa Kota Semarang semakin cerdas, semakin inovatif, dan semakin hebat,” pungkasnya.

Di era AI, jawaban memang bisa dicari dalam hitungan detik. Tapi rasa ingin tahu tidak bisa diunduh. Sebab teknologi hanya memberi informasi, sementara masa depan selalu dimenangkan oleh mereka yang tak pernah berhenti bertanya. (tebe)

You Might Also Like

Mau Jadi Guru? Seleksi PPG 2026 Resmi Dibuka

Siap Jadi Tuan Rumah, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Bekali 16 Anggota Kafilah MTQ XXXI

Banjir Ngaliyan-Tugu, Peneliti Amerta: Kota Salah Ditata

Hidran Terkubur Cor, PDAM Gas Evaluasi

Sobo Roworejo, Cara Warga Wonolopo Rawat Tradisi Kampung

TAGGED:agustina wilujengpemkot semarangSemarangsinaran
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PASIEN BPJS MENINGGAL - Ucapan duka cita atas kabar meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan. (ist) Sebelum Meninggal, Yurizal Paisen BPJS Dibully Nakes setelah Keluhkan Antrean Ruang Perawatan
Next Article Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah, Harso Susilo. (dul) ‘Gak Ada Titip-titip, No Jastip!’ Kesbangpol Ngaku Tegas soal Seleksi Paskibraka

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Tegaskan Trans Semarang Bukan Bisnis

JUARA REBANA--Tim DM Group asal Kediri menerima hadiah secara simbolis usai menjadi juara pertama Festival Rebana Nasional 2026 yang jadi rangkaian MTQ di Kota Semarang. (ist)

DM Group Kediri Juara Festival Rebana MTQ Nasional di Semarang

Wali Kota Solo Respati Ardi.

Sengketa Sriwedari, Wali Kota Solo Ungkap Fakta Mengejutkan: Ibu Saya Ahli Waris, tapi . . .

Kasus Dugaan Pengeroyokan Advokat di Jl Veteran Naik Penyidikan

Lapas Purwodadi Gelar Shalat Istisqa, Pegawai dan Peserta Magang Diajak Introspeksi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

BACA BUKU GRATIS - Dari mahasiswa, ojol, hingga karyawan swasta menjadikan Lapak Baca Gratis di Taman Ngaliyan, Semarang, sebagai tongkrongan 'penuh gizi'. Di Taman Baca Gratis, pengunjung bisa menikmati ragam bacaan, mulai dari buku-buku filsata, novel, hingga komik. (dul)
Unik

Tongkrongan Mahasiswa sampai Ojol, Lapak Baca Gratis di Taman Ngaliyan Curi Perhatian

Juni 21, 2026
SAPA ANAK CTEV - Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo jenguk anak-anak dengan kaki pengkor atau CTEV (clubfoot) yang sedang dirawat di RS Bhayangkara Semarang, Kamis (10/9/2026).
Info

Kapolda Ribut Jenguk Anak Penderita CTEV di RS Bhayangkara Semarang, Ada 88 Kasus Terdata

September 10, 2026
Daerah

Buruh Semarang Ngudoroso UMR, Wali Kota: Tenang, Tak Kawal…

November 25, 2025
Daerah

Pemkot Semarang Gandeng Pesantren Kelola Sampah, Wujudkan Habit Lingkungan Bersih

Juli 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sinaran Semarang Cari Bibit Ilmuwan Masa Depan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?