Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sebelum Meninggal, Yurizal Paisen BPJS Dibully Nakes setelah Keluhkan Antrean Ruang Perawatan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sebelum Meninggal, Yurizal Paisen BPJS Dibully Nakes setelah Keluhkan Antrean Ruang Perawatan

R. Izra
Last updated: Agustus 5, 2026 9:44 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
PASIEN BPJS MENINGGAL - Ucapan duka cita atas kabar meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan. (ist)
PASIEN BPJS MENINGGAL - Ucapan duka cita atas kabar meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kabar meninggalnya pengguna BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan mengundang perhatian publik.

Pasalnya, sebelum berpulang, ia sempat menjadi sasaran bullying di media sosial setelah mengeluhkan lamanya antrean mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit.

Keluhan itu diunggah Yurizal melalui akun Threads @yurizaltrich. Dalam unggahannya, ia mengaku sudah menunggu berjam-jam tetapi belum juga memperoleh kamar rawat inap.

Bacaaja: Mulai 2026 RSUD Mijen Terima Pasien BPJS
Bacaaja: Kelas BPJS Bakal Berganti, Soal Layanan Jadi Perbincangan Baru

“8 jam belum dapat ruangan. Gamau spill RS-nya, soalnya gue pakai BPJS,” tulis akun tersebut.

Alih-alih mendapat simpati, unggahan itu justru memancing komentar sinis. Beberapa komentar bernada cacian bahkan diduga dilakukan oleh dokter dan tenaga kesehatan (nakes).

Salah satunya komentar dr Benny C Sihombing melalui akun @bennychrstn. Ia yang terkonfirmasi sebagai seorang dokter, menulis kalimat tak etis.

“Kalo full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai?,” tulisnya.

Komentar itu kemudian disusul kalimat lain yang memicu kemarahan warganet karena menyinggung ruang jenazah.

“Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha ngebantuin, masyarakatnya malah gini,” tulis akun tersebut.

Komentar pedas juga dilayangkan seorang tenaga kesehatan pemilik akun @widhiyarini. “Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan,” tulisnya.

Pemilik akun @nandafadyla yang disebut sebagai seorang dokter juga ikut menjadi sorotan setelah menulis, “Bacot nih pasien.”

Sementara akun @erudarahaaadini turut menuai kritik karena menuliskan komentar yang dianggap menghina pasien. “PP-nya kayak orang have, tapi aslinya haven’t kah? Haven’t some brain cells.”

Ada pula komentar @nouzzha_kim yang menyebut keluhan Yurizal berlebihan.

“Yuriz orang miskin, harta miskin, ilmu miskin akal tapi pengin diistimewain. 8 jam sangat-sangat wajar, apalagi kategori lo itu RS rujukan nasional. Mungkin sekelas RSHS Bandung atau RSCM Jakarta kan? Boleh gue bilang sesuatu? Lo banyak bacot,” tulisnya.

Kini, setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia, tangkapan layar komentar-komentar tersebut kembali ramai beredar di media sosial.

Banyak warganet mempertanyakan minimnya empati dalam respons yang diterima Yurizal saat menyampaikan keluhannya sebagai pasien BPJS Kesehatan. (bae)

You Might Also Like

Senjata Rakitan hingga Alat Pemanas, Temuan saat Razia Sel Napi Lapas Semarang

Pemkab Grobogan Gratiskan Pengobatan Korban Terduga Keracunan MBG

Sudaryono Tegaskan Insentif SPPG Rp6 Juta Per Hari Masih Berlaku

Undip Gandeng PT Chung Giwa Indonesia, Dorong Mahasiswa go Global

Dari K-Pop ke Green Energy: Puan Ajak Korea Investasi Hijau Bareng Indonesia

TAGGED:bpjs kesehatanbullydokterheadlinekomentar sadisnakespasien bpjsrsup dr sardjitoyurizal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Main Padel di Semarang Kini Ramah di Kantong
Next Article Sinaran Semarang Cari Bibit Ilmuwan Masa Depan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Tegaskan Trans Semarang Bukan Bisnis

JUARA REBANA--Tim DM Group asal Kediri menerima hadiah secara simbolis usai menjadi juara pertama Festival Rebana Nasional 2026 yang jadi rangkaian MTQ di Kota Semarang. (ist)

DM Group Kediri Juara Festival Rebana MTQ Nasional di Semarang

Wali Kota Solo Respati Ardi.

Sengketa Sriwedari, Wali Kota Solo Ungkap Fakta Mengejutkan: Ibu Saya Ahli Waris, tapi . . .

Kasus Dugaan Pengeroyokan Advokat di Jl Veteran Naik Penyidikan

Lapas Purwodadi Gelar Shalat Istisqa, Pegawai dan Peserta Magang Diajak Introspeksi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Dari 22,5 Ribu Lulusan PAUD, Hanya 12 Ribu yang Daftar SD Negeri

Juli 17, 2026
Info

Pabriknya Jalan, Anaknya Aman

November 24, 2025
Wagub Jateng, Taj Yasin, ajak mahasiswa UNNES tingkatkan toleransi antarumat beragama dalam acara Beyond Religion 2025. Ia menilai kampus sebagai tempat ideal menanamkan nilai keberagaman. Indeks kerukunan Jateng pun naik, jadi inspirasi daerah lain di Indonesia. Foto: dok/humas.
Pendidikan

Wagub Taj Yasin: Kampus Harus Jadi Markas Toleransi, Bukan Ajang Perundungan

September 16, 2025
Info

Pemekaran Brebes, DPRD Jateng Mulai Susun Peta Jalan

Juli 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sebelum Meninggal, Yurizal Paisen BPJS Dibully Nakes setelah Keluhkan Antrean Ruang Perawatan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?