BACAAJA, SEMARANG – Kabar meninggalnya pengguna BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan mengundang perhatian publik.
Pasalnya, sebelum berpulang, ia sempat menjadi sasaran bullying di media sosial setelah mengeluhkan lamanya antrean mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit.
Keluhan itu diunggah Yurizal melalui akun Threads @yurizaltrich. Dalam unggahannya, ia mengaku sudah menunggu berjam-jam tetapi belum juga memperoleh kamar rawat inap.
Bacaaja: Mulai 2026 RSUD Mijen Terima Pasien BPJS
Bacaaja: Kelas BPJS Bakal Berganti, Soal Layanan Jadi Perbincangan Baru
“8 jam belum dapat ruangan. Gamau spill RS-nya, soalnya gue pakai BPJS,” tulis akun tersebut.
Alih-alih mendapat simpati, unggahan itu justru memancing komentar sinis. Beberapa komentar bernada cacian bahkan diduga dilakukan oleh dokter dan tenaga kesehatan (nakes).
Salah satunya komentar dr Benny C Sihombing melalui akun @bennychrstn. Ia yang terkonfirmasi sebagai seorang dokter, menulis kalimat tak etis.
“Kalo full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai?,” tulisnya.
Komentar itu kemudian disusul kalimat lain yang memicu kemarahan warganet karena menyinggung ruang jenazah.
“Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha ngebantuin, masyarakatnya malah gini,” tulis akun tersebut.
Komentar pedas juga dilayangkan seorang tenaga kesehatan pemilik akun @widhiyarini. “Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan,” tulisnya.
Pemilik akun @nandafadyla yang disebut sebagai seorang dokter juga ikut menjadi sorotan setelah menulis, “Bacot nih pasien.”
Sementara akun @erudarahaaadini turut menuai kritik karena menuliskan komentar yang dianggap menghina pasien. “PP-nya kayak orang have, tapi aslinya haven’t kah? Haven’t some brain cells.”
Ada pula komentar @nouzzha_kim yang menyebut keluhan Yurizal berlebihan.
“Yuriz orang miskin, harta miskin, ilmu miskin akal tapi pengin diistimewain. 8 jam sangat-sangat wajar, apalagi kategori lo itu RS rujukan nasional. Mungkin sekelas RSHS Bandung atau RSCM Jakarta kan? Boleh gue bilang sesuatu? Lo banyak bacot,” tulisnya.
Kini, setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia, tangkapan layar komentar-komentar tersebut kembali ramai beredar di media sosial.
Banyak warganet mempertanyakan minimnya empati dalam respons yang diterima Yurizal saat menyampaikan keluhannya sebagai pasien BPJS Kesehatan. (bae)

