BACAAJA, SEMARANG- Ramainya lulusan PAUD di Kota Semarang ternyata tak berbanding lurus dengan jumlah anak yang masuk SD negeri. Data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menunjukkan, hanya sekitar separuh lulusan PAUD yang memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar negeri pada tahun ajaran 2026/2027.
“Jumlah lulusan PAUD mencapai 22.567 anak, sementara daya tampung SD negeri sebanyak 14.530 siswa. Adapun jumlah pendaftar ke SD negeri pada tahun ini sekitar 12.000 siswa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, Jumat (17/7/2026).
Baca juga: SDN Purwoyoso 1 Cuma Terima 3 Murid Baru, MPLS Tetap Dibikin Serasa Pesta
Selisih itu menunjukkan tidak semua lulusan PAUD melanjutkan pendidikan ke SD negeri. Menurut Ahsan, sebagian anak memilih bersekolah di SD swasta, madrasah ibtidaiyah (MI), maupun satuan pendidikan lainnya.
Kondisi tersebut juga menjadi salah satu penyebab masih adanya SD negeri yang menerima siswa baru dalam jumlah sedikit pada tahun ajaran ini. “Data tersebut menunjukkan bahwa tidak semua lulusan PAUD melanjutkan ke SD negeri karena sebagian memilih bersekolah di SD swasta, MI, atau satuan pendidikan lainnya,” ujarnya.
Jumlah Lulusan
Ahsan menambahkan, perbedaan antara jumlah lulusan PAUD dan pendaftar SD negeri itu turut memengaruhi sebaran peserta didik di masing-masing sekolah. “Ada sekolah yang menerima siswa dalam jumlah relatif sedikit,” imbuhnya.
Salah satu sekolah yang sedikit pendaftarnya adalah SD Negeri Purwoyoso 1. Tahun ajaran 2026/2027, sekolah di depan kampus UIN Walisongo itu hanya menerima 3 siswa baru.
Baca juga: Soal Sekolah Minim Siswa, DPRD Minta Jangan Asal Digabung
Bangku-bangku di SD negeri sebenarnya masih siap dipakai. Yang berubah justru arah pilihan para orang tua. Kini, persaingan sekolah bukan lagi soal gedung paling megah, melainkan siapa yang paling mampu membuat orang tua yakin menitipkan masa depan anaknya. (bae)

