BACAAJA, NGADA – Realita pahit lagi-lagi datang dari dunia pendidikan dasar. YBS, bocah 10 tahun asal Ngada, NTT, ditemukan meninggal dunia pada Kamis siang (29/1/2026). Kabar ini bukan cuma bikin dada sesak, tapi juga jadi alarm keras buat kita semua.
Polisi menemukan surat yang diduga ditulis korban untuk sang ibu, dan setelah dicek, tulisannya disebut cocok dengan milik korban. Saksi juga mengungkap bahwa pagi itu korban tampak sedih dan memilih tidak pergi ke sekolah.
Korban diketahui tinggal bersama neneknya, sementara ibunya berjuang memenuhi kebutuhan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi.
Bacaaja: Viral! Kepala BGN Bilang Anak Putus Sekolah karena Uang Jajan: MBG Jadi Penyelamat
Bacaaja: Menteri Perencanaan Pembangunan Bilang Lebih Penting MBG daripada Lapangan Kerja
Ada satu fakta yang bikin makin kepikiran: korban sempat meminta uang untuk membeli buku dan pena. Kedengarannya simpel, tapi buat sebagian orang, itu bukan hal mudah.
Kadang kita lupa, nggak semua anak punya starting line yang sama.
Tragedi ini seperti reminder keras bahwa isu anak bukan cuma soal sekolah atau nilai. Ada faktor ekonomi, perhatian, rasa aman, dan kesehatan mental yang sama pentingnya.
Jangan sampai kita baru peduli setelah semuanya terlambat.
Mulai sekarang, coba lebih aware. Kalau lihat anak berubah jadi lebih pendiam, sering sedih, atau menarik diri — jangan dianggap sepele. Bisa jadi mereka lagi butuh ditemani, bukan dihakimi.
Disclaimer:
Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal sedang berada dalam kondisi emosional yang berat, segera cari bantuan profesional ke layanan kesehatan terdekat.
Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku
Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567. Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.
Menghubungi tenaga kesehatan mental atau layanan bantuan adalah langkah penting. Kamu berharga, dan selalu ada orang yang siap membantu. (*)

