Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Soal Sekolah Minim Siswa, DPRD Minta Jangan Asal Digabung
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Soal Sekolah Minim Siswa, DPRD Minta Jangan Asal Digabung

Bangku kosong di sejumlah SD negeri di Kota Semarang bukan lagi kasus satu-dua sekolah. Tahun ajaran baru 2026/2027 justru membuka fakta baru: murid semakin sedikit, sementara ruang kelas masih banyak yang menunggu terisi.

T. Budianto
Last updated: Juli 16, 2026 1:24 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SAMBUT SISWA: Guru kelas dan badut menyambut 3 siswa baru SDN Purwoyoso 1 Semarang dalam rangkaian MPLS, Senin (13/7/2026). (Foto: bae)
SAMBUT SISWA--Guru kelas dan badut menyambut 3 siswa baru SDN Purwoyoso 1 Semarang dalam rangkaian MPLS, Senin (13/7/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Fenomena minimnya peserta didik baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di sejumlah sekolah dasar negeri di Kota Semarang menjadi perhatian serius DPRD Kota Semarang.

Sejumlah SD negeri tercatat hanya menerima belasan, bahkan kurang dari sepuluh siswa baru, jauh dari kapasitas yang tersedia. Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo menilai, persoalan tersebut tidak bisa serta-merta disimpulkan sebagai kegagalan sekolah dalam menarik minat masyarakat.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang saling berkaitan, mulai dari menurunnya jumlah anak usia sekolah, ketentuan usia minimal masuk SD, hingga persepsi masyarakat yang masih menganggap sekolah tertentu lebih favorit dibanding sekolah lainnya.

Baca juga: Kenapa Siswa Baru SDN Purwoyoso 1 Cuma Tiga? Ini Analisis Kepsek

“Kalau kita lihat penyebabnya macam-macam. Populasi anak usia sekolah memang mulai berkurang, syarat usia minimal tujuh tahun juga berpengaruh. Selain itu masih ada anggapan sebagian orang tua bahwa sekolah tertentu lebih baik dibanding sekolah lainnya. Faktor jarak antar sekolah yang terlalu berdekatan juga ikut memengaruhi,” ujar politikus Partai Golkar ini.

Anang menilai pelaksanaan SPMB masih perlu dievaluasi secara menyeluruh, terutama menyangkut sistem domisili dan aturan usia calon peserta didik. Ia juga mengatakan, kualitas SD negeri di Kota Semarang saat ini sebenarnya sudah semakin merata. Namun, keputusan orang tua dalam memilih sekolah masih banyak dipengaruhi faktor kenyamanan dan kemudahan akses.

“Soal kualitas sebenarnya sudah cukup merata. Yang sering menjadi pertimbangan justru persepsi orang tua dan faktor kenyamanan, misalnya sekolah yang mudah dijangkau saat berangkat atau pulang kerja,” katanya.

Terkait dampaknya terhadap anggaran pendidikan, Anang memastikan distribusi dana pendidikan saat ini menggunakan sistem proporsional berdasarkan kebutuhan sehingga belum menjadi persoalan yang mengkhawatirkan.

Meski demikian, jika ke depan muncul wacana regrouping atau penggabungan sekolah, ia meminta pemerintah tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa.

“Kalau memang berdasarkan kajian yang matang, regrouping bisa saja dilakukan. Tapi harus benar-benar melihat kondisi masing-masing sekolah,” tegasnya.

Analisis Data

Hal senada disampaikan Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang lainnya, F Tika Mantofany. Menurutnya, persoalan sekolah yang kekurangan murid harus dianalisis menggunakan data yang komprehensif, bukan hanya melihat jumlah pendaftar.

Ia menyebut persebaran penduduk usia sekolah, perubahan kawasan permukiman, hingga preferensi masyarakat dalam memilih sekolah menjadi faktor penting yang perlu dipetakan sebelum pemerintah menentukan kebijakan.

“Ini menjadi perhatian bersama. Pemerintah Kota Semarang perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh agar setiap anak tetap memperoleh akses pendidikan yang baik dan merata,” kata politikus PSI ini.

Baca juga: SDN Purwoyoso 1 Cuma Terima 3 Murid Baru, MPLS Tetap Dibikin Serasa Pesta

Tika menegaskan, persoalan pendidikan tidak boleh berhenti pada terpenuhi atau tidaknya kuota siswa di setiap sekolah. Yang lebih penting adalah memastikan kualitas layanan pendidikan tetap meningkat di seluruh sekolah tanpa terkecuali.

Menurutnya, Komisi D DPRD Kota Semarang akan terus menjalankan fungsi pengawasan sekaligus mendukung kebijakan yang berpihak pada kepentingan anak serta pemerataan layanan pendidikan.

Fenomena minimnya murid di sejumlah SD negeri menjadi gambaran bahwa tantangan dunia pendidikan kini telah bergeser. Persoalannya bukan lagi sekadar membangun ruang kelas baru, melainkan bagaimana membaca perubahan demografi, pola permukiman, dan cara pandang masyarakat terhadap pendidikan.

Sekolah memang bisa digabung, tapi penyebab bangku kosong tidak akan otomatis ikut hilang. Ketika jumlah anak terus berkurang dan orang tua punya cara baru memilih sekolah, yang perlu dibenahi bukan hanya peta sekolahnya, tetapi juga cara membaca perubahan zaman. (tebe)

You Might Also Like

Mahasiswa Sentil Pemerintah: Duluan Mana, 19 Juta Lapangan Kerja atau Rp19.000 per Dolar?

Dari Wamen Jadi Tersangka: Drama Immanuel Ebenezer & 10 Nama Lain di Skandal Sertifikat K3

Saat Rupiah Terus-terusan Nyungsep, Presiden Prabowo Buka Kran Impor Pangan dari Prancis

Atasi Blank Spot Pendidikan, Pemkot Semarang Dorong Tiga SMA Negeri Baru

Pemkot Semarang Sambut Positif Sekolah Gratis

TAGGED:agustina wilujengfokusheadlinekekurangan siswapemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article GUDANG BARU - Peninjauan langsung fasilitas gudang baru Icon Plus oleh Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra. PLN Icon Plus Resmikan Gudang Operasional Baru, Perkuat Kesiapan Layanan Digital
Next Article Pukul Rata Tuduhan KIP Kuliah Salah Sasaran Justru Problematis

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Niat Hangatkan Kambing, Eh Malah Puluhan Kambing Ludes Terbakar

Nebulizer Murah Belum Tentu Aman Buat Anak

Bayi Pura-pura Nangis? Ternyata Itu Masih Normal

Anak Tantrum? Jangan Langsung Suruh Diam

Gusi Berdarah Bisa Jadi Alarm Masalah Ginjal

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Info

Iran Siap Akhiri Perang, Teheran Ajukan Dua Poin Peting sebagai Syarat

April 1, 2026
Info

Luthfi Ajak Warga Minta Langit Lebih Bersahabat

Februari 20, 2026
Info

Sejumlah PLTU Jateng Masuk Daftar “Paling Bahaya”

Mei 18, 2026
Daerah

HUT Kota Semarang Nggak Cuma Seremoni, Prioritaskan Program Langsung ke Warga

April 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Soal Sekolah Minim Siswa, DPRD Minta Jangan Asal Digabung
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?