Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Anak Tantrum? Jangan Langsung Suruh Diam
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Anak Tantrum? Jangan Langsung Suruh Diam

Nugroho P.
Last updated: Juli 16, 2026 8:55 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi Anak Tantrum.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Tantrum sering membuat orangtua panik, apalagi jika terjadi di tempat umum. Reaksi pertama yang muncul biasanya meminta anak berhenti menangis atau segera tenang. Padahal, menurut psikolog, cara seperti itu belum tentu membantu meredakan emosinya.

Ledakan emosi pada anak umumnya muncul saat mereka merasa frustrasi, sedih, kewalahan, atau belum mampu mengungkapkan apa yang dirasakan. Karena itu, anak lebih membutuhkan pendampingan daripada sekadar perintah untuk diam.

Psikolog klinis Rebecca Weksner menyarankan orangtua memilih kalimat yang lebih menenangkan. Salah satunya dengan menyisipkan kata “sekarang” atau “saat ini” ketika berbicara kepada anak.

Misalnya, orangtua bisa berkata, “Mama tahu kamu lagi sedih sekarang,” atau “Memang rasanya berat saat ini, ya.” Kalimat sederhana itu membantu anak memahami bahwa emosi yang sedang dirasakan tidak akan berlangsung selamanya.

Menurut Rebecca, cara tersebut membuat anak melihat bahwa perasaan bisa berubah seiring waktu. Saat emosinya mulai turun, mereka biasanya lebih siap diajak mencari jalan keluar.

Tak hanya pilihan kata, nada bicara juga punya pengaruh besar. Orangtua dianjurkan berbicara lebih pelan, lebih lambat, dan menurunkan posisi tubuh hingga sejajar dengan mata anak.

Sikap tenang dari orangtua bisa menjadi contoh bagi otak anak tentang cara mengendalikan emosi. Sebaliknya, membentak atau berbicara dengan nada tinggi justru dapat memperpanjang tantrum.

Rebecca juga mengingatkan bahwa otak anak yang sedang diliputi emosi sulit menerima banyak penjelasan. Karena itu, hindari memberi ceramah panjang saat mereka masih menangis.

Sebagai gantinya, berikan arahan sederhana yang mudah dilakukan. Misalnya mengajak anak minum beberapa teguk air, menarik napas perlahan, atau mengambil benda tertentu sebelum kembali berbicara.

Aktivitas kecil semacam itu membantu mengalihkan fokus otak dari luapan emosi menuju proses berpikir yang lebih tenang. Hasilnya, anak akan lebih mudah mengendalikan dirinya.

Psikolog Adina Chesir menambahkan, kesalahan yang sering dilakukan orangtua adalah terburu-buru mencari solusi ketika anak masih berada di puncak emosinya.

Menurutnya, langkah pertama yang jauh lebih penting adalah memvalidasi perasaan anak. Orangtua bisa mengatakan, “Mama tahu ini memang bikin kamu kecewa,” atau “Pasti rasanya nggak enak, ya.”

Saat anak merasa dipahami, mereka biasanya tidak lagi merasa perlu menangis lebih keras agar didengar. Hubungan emosional pun menjadi lebih kuat.

Setelah suasana mulai tenang, barulah orangtua mengajak anak berdiskusi mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan mencari solusi bersama.

Para psikolog menegaskan tidak ada satu cara yang ampuh untuk semua anak. Namun, tetap tenang, mengakui perasaan mereka, dan memilih kata-kata yang menenangkan menjadi bekal penting agar anak belajar mengelola emosinya dengan lebih sehat. (*)

You Might Also Like

Mau Bepergian? Ini Doa agar Perjalanan Berkah

Buya Yahya Ingatkan Efek Ribut di Depan Anak

Kurma Nggak Cuma Manis, Cara Simpannya Bikin Awet

Nabi Isa Turun, Dajjal Akhirnya Dibinasakan

Mengapa Shopee Affiliate Menjadi Primadona Kerja Sampingan Mahasiswa?

TAGGED:anak tantrumdiamnangis
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gusi Berdarah Bisa Jadi Alarm Masalah Ginjal
Next Article Bayi Pura-pura Nangis? Ternyata Itu Masih Normal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

LANTIK PEJABAT: Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyalami Wakapolda baru, Brigjen Pol Andi Herindra Rahmawan dalam acara sertijab di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (15/10/2026). (ist)

Kapolda Baru Rombak Pejabat Polda Jateng dan Sejumlah Kapolres, Simak Daftarnya

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

Pencabutan Hak Politik Fadia Arafiq Harga Mati, KPK Tak Mau Negosiasi

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, saat ditemui di Gedung DPRD Jateng, Kamis (15/10/2026). (dul)

Kapolda Jateng Respons Kabar OTT KPK Tangkap Bupati Klaten

Jateng Borong Tiga Gelar Terbaik Anugerah Legislasi Daerah

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Kronologi Bupati Klaten Hamenang Terjaring OTT KPK: Dijemput di Rumah Dinas, Dibawa ke Mapolresta Klaten

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Doa Istri untuk Rumah Tangga Penuh Cinta

September 17, 2026
Tips

Telur Ceplok Nempel di Wajan? Coba Trik Ini

Agustus 14, 2026
Tips

Napas Terasa Berat? Tujuh Sinyal Paru-Paru Minta Diperhatikan Serius

Juni 3, 2026
Tips

Jangan Keburu Percaya Mitos Rambut Sehat Ternyata Begini Faktanya Sekarang

Juni 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Anak Tantrum? Jangan Langsung Suruh Diam
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?