Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mahasiswa Sentil Pemerintah: Duluan Mana, 19 Juta Lapangan Kerja atau Rp19.000 per Dolar?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Mahasiswa Sentil Pemerintah: Duluan Mana, 19 Juta Lapangan Kerja atau Rp19.000 per Dolar?

Mahasiswa di Semarang menggelar aksi demonstrasi di depan kantor BI Jateng, di Semarang. Mereka menyoroti rupiah yang terus ambles hingga lebih dari Rp18.000 per dolar AS.

R. Izra
Last updated: Juni 6, 2026 8:25 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
SEGEL KANTOR BI - Sejumlah mahasiswa secara simbolik menyegel kantor BI Jateng, di Kota Semarang, Jumat (6/6/2026). Mahasiswa menyoroti rupiah yang terus melemah hingga tembus lebih dari Rp18.000 per dolar AS. (dul)
SEGEL KANTOR BI - Sejumlah mahasiswa secara simbolik menyegel kantor BI Jateng, di Kota Semarang, Jumat (6/6/2026). Mahasiswa menyoroti rupiah yang terus melemah hingga tembus lebih dari Rp18.000 per dolar AS. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – “Duluan mana, 19 juta lapangan kerja atau rupiah tembus Rp19 ribu?” Kalimat itu terus diteriakkan mahasiswa saat menggelar aksi di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026).

Pertanyaan yang terdengar nyelekit itu jadi salah satu sorotan utama dalam demo Aliansi BEM SI Jawa Tengah yang menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini.

Buat mahasiswa, kalimat tersebut bukan cuma sindiran biasa. Mereka menilai masyarakat mulai menunggu bukti nyata dari berbagai janji ekonomi pemerintah yang selama ini digaungkan.

Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Tengah, Kailani Rizqy Pratama, mengatakan kondisi ekonomi sekarang bikin banyak masyarakat mulai kehilangan rasa optimistis.

“Pemerintah pernah menjanjikan 19 juta lapangan pekerjaan. Sekarang masyarakat melihat rupiah terus melemah. Maka muncul pertanyaan sederhana, yang lebih dulu terwujud itu yang mana?” katanya saat aksi.

Menurut Kailani, pelemahan rupiah bukan sekadar urusan pasar atau angka di layar monitor. Dampaknya disebut langsung terasa ke kehidupan sehari-hari masyarakat.

Mulai dari harga barang yang berpotensi naik, biaya produksi makin mahal, sampai daya beli masyarakat yang ikut tertekan.

“Harga barang bisa naik, biaya produksi bertambah, dan pada akhirnya rakyat kecil yang paling dulu merasakan dampaknya,” ujarnya.

Dalam aksi yang berlangsung hampir satu jam itu, mahasiswa juga menyinggung soal kondisi APBN, investasi, sampai menurunnya kepercayaan publik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.

Presiden BEM Polines, Kevin Priambodo, menilai pemerintah terlalu sering tampil optimistis tanpa diiringi hasil nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Silakan optimistis, tapi masyarakat juga ingin lihat hasilnya. Jangan setiap ada masalah, jawabannya cuma semuanya akan baik-baik saja,” katanya.

Kevin menegaskan aksi tersebut bukan buat mencari keributan ataupun memicu krisis seperti 1998.

Justru menurutnya, mahasiswa sedang mencoba memberi “alarm” lebih awal supaya pemerintah lebih peka terhadap kondisi ekonomi yang mulai bikin masyarakat waswas.

“Kami tidak ingin reformasi jilid dua. Kami tidak ingin krisis. Karena itu kami mengingatkan sekarang, sebelum semuanya terlambat,” ujarnya.

Nggak cuma demo, mahasiswa juga memberi tenggat waktu 18 hari kepada pemerintah buat menunjukkan langkah konkret memperbaiki kondisi ekonomi.

Kalau nggak ada respons yang dianggap serius, mereka mengancam bakal bikin konsolidasi mahasiswa yang lebih besar dari berbagai daerah.

“Ini bukan soal mahasiswa melawan pemerintah. Ini soal masyarakat yang ingin ekonominya lebih baik. Kalau bukan sekarang kita bicara, kapan lagi?” pungkas Kevin. (dul)

You Might Also Like

Inggris Datang, Jateng Pamer Inovasi Hijau dan Potensi Wisata

Anak Semarang Udah Nggak Takut Sekolah!

Kapan Bantuan Operasional RT 2026 Cair? Ini kata Wali Kota Semarang

Nataru Bikin Jateng Padat? Gubernur Luthfi: Tenang, Semua Sudah Diantisipasi

Petani Geblog Kini Tak Lagi Risau Saat Kemarau

TAGGED:demoheadlinekantor bimahasiswarupiahrupiah melemahSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ini Ruas Jalan yang Bakal Diperbaiki Pemprov Tahun 2026
Next Article LIHAT SATWA--Rombongan anak-anak bersama pendamping sedang melihat satwa di Semarang Zoo. (ist) Catat Nih, Musim Liburan Ini Pelajar Gratis Masuk Semarang Zoo

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelayanan Serba Online, Sekda Jateng Ingatkan Bahaya Pembobolan Data

Megawati: “Kudatuli Bukan Debu Sejarah, Itu Luka Demokrasi yang Belum Selesai”

PB Ismapeti Pilih Turun ke Panti Demi Gizi Tepat Sasaran

Ribuan Atlet Muda Siap Adu Gengsi di POPDA

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Pasang Alarm buat Proyek Kipas Kopdes

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

ilustrasi sekolah daring di rumah.
Pendidikan

Pemerintah Wacanakan Belajar Di Rumah Untuk Anak Sekolah, Nasib MBG Nih?

Maret 24, 2026
KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)
Info

Miris! Siswa SD di NTT Bundir karena Gak Bisa Beli Buku dan Pena, Surat Wasiat Bikin Nangis

Februari 3, 2026
Viral

Uji Nyali di Kota Semarang: Jembatan Kaca Tinjomoyo Resmi Dibuka, Bikin Deg-degan Tapi Seru!

Oktober 6, 2025
Sepak Bola

Lawan China dan Jepang, Kluivert Targetkan Satu Kemenangan

Mei 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mahasiswa Sentil Pemerintah: Duluan Mana, 19 Juta Lapangan Kerja atau Rp19.000 per Dolar?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?