Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mahasiswa Sentil Ketimpangan Fasilitas Madrasah di Jateng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Mahasiswa Sentil Ketimpangan Fasilitas Madrasah di Jateng

Kalau tujuan pendidikan adalah mencerdaskan semua anak bangsa, seharusnya fasilitas juga berangkat dari garis start yang sama. Sayangnya, realitas di lapangan belum sepenuhnya demikian.

T. Budianto
Last updated: Juli 23, 2026 2:38 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
ATAP AMBRUK: Kondisi struktur atap MTS Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Sragen yang amruk dan menyebabkan tujuh siswa luka-luka, pertengahan Mei lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Sekolah boleh sama-sama tempat belajar, tapi urusan fasilitas ternyata belum tentu setara. Hal itu yang bikin sejumlah mahasiswa di Semarang angkat suara.

Mereka menyoroti masih lebarnya jurang fasilitas antara sekolah umum dan madrasah yang selama ini berada di bawah pengelolaan Kementerian Agama.

Sorotan itu disampaikan mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP Universitas IVET Semarang saat berdialog dengan DPRD Jateng, kemarin.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Setya Arinugroho tak menampik persoalan tersebut. Menurutnya, secara aturan, pengelolaan sekolah umum dan madrasah memang berada di jalur yang berbeda.

Baca juga: Gus Yasin: Madrasah Jangan Cuma Ajar Ilmu, Tapi Bentengi Iman Anak

Madrasah menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama, sementara pemerintah daerah memiliki ruang gerak yang terbatas. Meski begitu, ia memastikan DPRD Jateng tidak akan tinggal diam melihat ketimpangan yang masih terjadi.

“Memang kewenangannya di pemerintah pusat melalui Kemenag. Tapi kami di legislatif daerah tetap berupaya mendorong bantuan dan dukungan lewat koordinasi lintas instansi agar kesenjangan sarana dan prasarana pendidikan bisa diperkecil,” ujar Setya Ari di hadapan sekitar 30 mahasiswa dan delapan dosen di Ruang Banggar DPRD Jateng.

Ia menegaskan, fungsi legislasi dan penganggaran yang dimiliki DPRD semestinya berpihak pada pemerataan kesejahteraan masyarakat, termasuk memastikan akses pendidikan yang adil bagi seluruh peserta didik tanpa memandang jenis sekolahnya.

Menurutnya, diskusi bersama kalangan akademisi seperti ini penting agar mahasiswa memahami secara langsung bagaimana DPRD menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, hingga penganggaran.

Pendidikan Nonformal

Dalam kesempatan itu, Setya Ari juga menyinggung pentingnya memperluas perhatian negara terhadap dunia pendidikan nonformal. Ia menilai dukungan anggaran tidak semestinya hanya berhenti di sekolah formal, tetapi juga menjangkau para tenaga pendidik seperti guru mengaji di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya.

“Nasionalisme itu lahir ketika masyarakat merasa sejahtera. Tugas negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, pembiayaan pendidikan juga perlu menyentuh para pendidik yang selama ini belum banyak tersentuh anggaran formal,” katanya.

Tak hanya membahas pendidikan, dialog juga melebar ke persoalan pembangunan desa. Setya Ari mengingatkan desa-desa yang minim pendapatan asli berpotensi tertinggal jika hanya mengandalkan Dana Desa.

Baca juga: Gara-Gara Talud Ambrol, Kegiatan Belajar di MI Sampang Majatengah Terancam Mandek

Sebagai contoh, ia mengangkat keberhasilan kawasan wisata Pantai Menganti yang mampu menghasilkan pendapatan tiket hingga sekitar Rp10 miliar per tahun. Dampaknya, desa setempat memperoleh tambahan pendapatan transfer sekitar Rp2 miliar yang ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Model seperti itu, menurutnya, layak direplikasi di daerah lain melalui dukungan Bantuan Keuangan Desa (Bankeudes). Namun, seluruh perencanaan tetap harus dibahas bersama masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) agar anggaran benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Sekolah boleh beda seragam, beda kementerian, bahkan beda papan nama. Tapi kalau urusan hak belajar masih dibedakan oleh kualitas fasilitas, mungkin yang perlu kembali masuk kelas bukan siswanya, melainkan para pembuat kebijakan. (tebe)

You Might Also Like

Dieng Bikin Wisatawan Betah di Atas Awan

Perbaikan Jalan Kaligawe Semarang Dikebut

Bandara A Yani Kembali Buka Rute Internasional, Jateng Siap Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Memperjuangkan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Jerman

Kabar Baik dari Grobogan: Ratusan Warga Diduga Keracunan Sudah Pulih

TAGGED:dprd jatengkemenag jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Terungkap Alasan Sebenarnya Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Febrie Adriansyah: Takut Lumpuh!
Next Article Don Muzakir Yakin Sudaryono Mampu Benahi Program MBG

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng) Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) ditemui awak setelah menghadiri kegiatan konferensi pers "Opening Ceremony Proprov Jateng 2026" di Co Work Space Gedung A Setda Provinsi Jateng, Rabu (21/10/2026). (dul)

Gus Yasin Respons MBG Prasmanan: Tak Boleh Ganggu Jam Pelajaran Siswa

DIVONIS BERSALAH: Bupati Pati nonaktif, Sudewo (rompi orange) divonis bersalah dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (21/10/2026). (bae)

Tok! Sudewo Dinyatakan Bersalah, Dijatuhi Hukuman 8,5 Tahun Penjara dan Denda Rp3,5 Miliar

Ekonomi Semarang Tumbuh 6,49 Persen, Investasi Rp11,15 Triliun

Gus Yasin Ajak Santri Perangi Sampah

Semarang Bidik Jadi Sentra Film, LOFF 2026 Gaet 167 Karya dari Seluruh Indonesia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Guru Besar UGM Kecele, Dialog Prabowo Berujung Pintu Tertutup

Januari 15, 2026
Hukum

OTT Guncang Sukoharjo, Gubernur: “Pelayanan Publik Jangan Tumbang”

Juli 11, 2026
Olahraga

Pemprov Cairkan Bonus Atlet Senilai Rp4,9 Miliar

Maret 6, 2026
Info

Hasil Lab Ungkap MBG Kudus Terkontaminasi E. Coli

Februari 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mahasiswa Sentil Ketimpangan Fasilitas Madrasah di Jateng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?