Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ikan Sapu Sapu Dibasmi, Kenapa Malah Makin Susah, Begini Faktanya..
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Ikan Sapu Sapu Dibasmi, Kenapa Malah Makin Susah, Begini Faktanya..

Ikan yang dikenal luas sebagai “ikan pembersih” ini ternyata punya sisi lain yang bikin banyak pihak mulai waspada. Alih-alih membantu, kehadirannya di alam liar justru dianggap sebagai ancaman serius bagi keseimbangan lingkungan perairan.

Nugroho P.
Last updated: April 15, 2026 8:38 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ikan sapu sapu.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Fenomena ikan sapu-sapu belakangan ini makin sering jadi perbincangan, apalagi setelah banyak daerah mulai melakukan pemusnahan massal karena dianggap mengganggu ekosistem sungai. Tapi anehnya, meski sudah dibasmi dengan berbagai cara, populasinya justru tetap sulit dikendalikan.

Ikan yang dikenal luas sebagai “ikan pembersih” ini ternyata punya sisi lain yang bikin banyak pihak mulai waspada. Alih-alih membantu, kehadirannya di alam liar justru dianggap sebagai ancaman serius bagi keseimbangan lingkungan perairan.

Secara ilmiah, ikan ini masuk dalam keluarga Loricariidae, yang memang dikenal punya kemampuan bertahan hidup di atas rata-rata dibanding ikan lainnya.

Salah satu alasan utama kenapa ikan ini sulit dimusnahkan adalah kemampuannya bertahan di kondisi ekstrem. Bahkan di air dengan kadar oksigen rendah, ikan ini masih bisa hidup normal.

Tidak hanya itu, beberapa jenis ikan sapu-sapu bahkan mampu bertahan di luar air untuk sementara waktu. Kemampuan ini jelas jadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak spesies lain.

Hal ini membuat upaya pengendalian jadi lebih rumit, karena ikan ini tidak mudah mati meski berada di kondisi yang seharusnya mematikan bagi ikan biasa.

Selain itu, tubuh ikan sapu-sapu juga punya “tameng alami” yang bikin mereka makin sulit dilumpuhkan. Bagian luar tubuhnya dilapisi pelat keras seperti armor.

Struktur ini terbentuk dari bahan mirip tulang yang tersusun rapat, sehingga membuat tubuhnya lebih tahan terhadap serangan predator maupun benturan.

Beberapa jenis dalam kelompok ini, seperti Hypostomus, bahkan dikenal memiliki perlindungan tubuh yang sangat kuat.

Lapisan keras ini bukan cuma melindungi dari musuh di alam, tapi juga membuat upaya pemusnahan secara fisik jadi lebih sulit dibanding ikan biasa.

Tak heran kalau metode pemusnahan yang dilakukan di beberapa daerah terbilang ekstrem, seperti mematahkan tubuh ikan sebelum dikubur agar benar-benar mati.

Namun, faktor paling krusial yang bikin ikan ini sulit dikendalikan sebenarnya ada pada kemampuan berkembang biaknya.

Dalam sekali reproduksi, ikan sapu-sapu bisa menghasilkan puluhan hingga ratusan telur dalam waktu singkat.

Jumlahnya bahkan bisa mencapai ratusan butir, tergantung jenisnya, dan proses penetasannya pun relatif cepat.

Hanya dalam hitungan beberapa hari, telur-telur tersebut sudah bisa menetas dan menghasilkan anakan baru yang siap tumbuh.

Dengan siklus seperti ini, populasi ikan sapu-sapu bisa kembali meningkat hanya dalam waktu singkat, meski sebelumnya sudah dilakukan pemusnahan.

Inilah yang membuat upaya pengendalian sering terasa seperti tidak ada habisnya, karena pertumbuhannya jauh lebih cepat dibanding proses penanganannya.

Ironisnya, dulu ikan ini justru dikenal sebagai solusi praktis untuk menjaga kebersihan akuarium.

Banyak orang memeliharanya dengan harapan ikan ini bisa membantu membersihkan lumut dan kotoran di dalam air.

Namun kenyataannya, ikan sapu-sapu tetap menghasilkan limbah seperti ikan lainnya, bahkan dalam jumlah yang tidak sedikit.

Di alam liar, kehadirannya bisa menggeser spesies lokal dan mengganggu rantai makanan yang sudah terbentuk.

Hal ini yang membuat ikan sapu-sapu kini lebih sering dilabeli sebagai hama daripada “pembersih”.

Fenomena ini juga jadi pengingat bahwa tidak semua solusi instan benar-benar aman untuk jangka panjang.

Masuknya spesies asing ke suatu ekosistem tanpa kontrol justru bisa menimbulkan masalah baru yang lebih besar.

Kini, banyak pihak mulai mencari cara yang lebih efektif dan ramah lingkungan untuk mengendalikan populasinya.

Karena jika dibiarkan terus berkembang, dampaknya bukan hanya pada ekosistem, tapi juga pada keberlangsungan ikan-ikan lokal.

Dan dari kasus ikan sapu-sapu ini, satu hal jadi pelajaran penting: alam punya keseimbangan sendiri yang tidak bisa diubah sembarangan. (*)

You Might Also Like

Investasi Rp15 Triliun Mendarat di Kendal

Sadewo Pegang Komando Baru PDIP Banyumas Lima Tahun Kedepan

Anwar Usman Ditegur MKMK karena Sering Absen Sidang, Ngaku Paham Aturan

Jaga Kelestarian Laut Indonesia melalui Program ‘Terang Laut’, PLN Icon Plus Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Dampak Bencana Beruntun di Jateng Kian Luas, Saleh Minta Mitigasi Diperkuat

TAGGED:fakta ikan sapu sapuikan sapu sapu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kapten Baru Tim Indonesia, Fajar Putri Siap Pimpin
Next Article Motor BGN yang Murah Ada, Pilih yang Mahal, Bapak Baik-baik Saja?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

LANTIK PEJABAT: Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyalami Wakapolda baru, Brigjen Pol Andi Herindra Rahmawan dalam acara sertijab di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (15/10/2026). (ist)

Kapolda Baru Rombak Pejabat Polda Jateng dan Sejumlah Kapolres, Simak Daftarnya

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

Pencabutan Hak Politik Fadia Arafiq Harga Mati, KPK Tak Mau Negosiasi

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, saat ditemui di Gedung DPRD Jateng, Kamis (15/10/2026). (dul)

Kapolda Jateng Respons Kabar OTT KPK Tangkap Bupati Klaten

Jateng Borong Tiga Gelar Terbaik Anugerah Legislasi Daerah

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Kronologi Bupati Klaten Hamenang Terjaring OTT KPK: Dijemput di Rumah Dinas, Dibawa ke Mapolresta Klaten

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Raja Otomotif Jateng-DIY Luncurin Veloz Hybrid 300 Jutaan

Desember 24, 2025
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro jadi bupati kelima di Jateng yang terjaring OTT KPK.
Info

OTT KPK ke-18 pada 2026: Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Jadi Bupati Kelima di Jateng yang Ditangkap

Juli 29, 2026
Info

Operasional SPPG Lempongsari Dihentikan Sementara

Maret 30, 2026
Ekonomi

Agustina: Revitalisasi Stasiun Tawang Jaga Identitas dan Dongkrak Ekonomi

Agustus 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ikan Sapu Sapu Dibasmi, Kenapa Malah Makin Susah, Begini Faktanya..
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?