BACAAJA, SEMARANG- Langkah tamu Grand Candi Hotel Semarang melambat. Bukan karena capek, tapi karena mata mereka sibuk melirik lukisan yang dipajang di berbagai sudut hotel, dari lobi sampai area restoran.
Beberapa tamu tampak berhenti, mendekat, lalu saling berdiskusi kecil. Ada yang serius menatap, ada juga yang senyum-senyum sendiri sambil mencoba menebak makna lukisan.
Salah satu momen yang bikin senyum muncul saat pengunjung melihat lukisan abstrak. Pengunjung yang awam terhadap seni itu mencoba mengamati lukisan berjudul Tarian Belalang.
Baca juga: Warna-Warni Direja Hidupkan Sensasi Baru Wisata Purbalingga
“Ini belalangnya mana ya,” celetuk seorang pengunjung sambil menunjuk kanvas, lalu tertawa kecil, Kamis (15/1/2026). Pameran lukisan ini memang jadi pusat perhatian sekaligus penanda perayaan hari jadi ke-28 Grand Candi Hotel.
Bertajuk “Timeless Harmony”, pameran digelar sebulan penuh, dari 8 Januari sampai 8 Februari 2026. Sebanyak 28 karya dari 10 seniman dipajang tanpa sekat galeri. Lukisan-lukisan itu “hidup” di area hotel, menyatu dengan aktivitas tamu yang lalu-lalang.
Hasil Kolaborasi
Pameran ini merupakan kolaborasi Grand Candi Hotel dengan komunitas seniman Yogyakarta, Patsijiwanta. Nama-nama seniman yang terlibat antara lain Annie Sofyan, Astuti Kusumo, Betto Made, Dwipo Hadi, Indira Bunyamin, Jajang R. Kawentar, Monang Sitinjak, N. Rinaldy, Retno Aris, dan Yulita Yoe Yoe.
Kurator pameran, Dwipo Hadi, mengaku proses seleksi karya cukup menantang. Tema ‘harmoni’ menurutnya bukan perkara mudah untuk diterjemahkan ke kanvas.
“Bagaimana harmoni itu diwujudkan dalam lukisan, ternyata para seniman bisa menyatukan gagasan dan makna jadi karya yang indah,” ujarnya. Dwipo juga menyebut pameran ini melibatkan seniman lintas latar belakang. Salah satunya Monang Sitinjak, musisi yang turut memamerkan lima karya lukisan.
Baca juga: Puan Main ke Kampoeng Djadhoel: Belanja, Nyicip Lunpia, sampai Dapet Syal Batik Merah
Monang sendiri merendah soal karyanya. “Saya bukan benar-benar pelukis. Ini cuma angan-angan yang ingin saya wujudkan ke kanvas,” katanya. Tema “Timeless Harmony” di pameran ini tidak sekadar mengikuti tajuk ulang tahun hotel. Lewat sapuan warna dan bentuk, para seniman mencoba bicara soal keseimbangan hidup dan harmoni yang sering terlupa.
Jajang R. Kawentar menilai harmoni sebenarnya ada sangat dekat. “Apa yang dimaksud harmoni itu sebetulnya ada di diri manusia sendiri. Kita tidak perlu membayangkan yang jauh-jauh,” ujarnya. Mumpung pamerannya masih berlangsung, kalau tertarik dan punya waktu luang, silakan merapat. (bae)

