Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dikritik, Diragukan, Terus… Jadi Penentu Kemenangan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sepak Bola

Dikritik, Diragukan, Terus… Jadi Penentu Kemenangan

Sempat dibilang belum klop, bahkan disebut-sebut bikin lini belakang rawan, Otavio Dutra akhirnya unjuk gigi. Kapten PSIS Semarang ini bukan cuma bikin pertahanan lebih rapat, tapi juga jadi penentu kemenangan atas Persela Lamongan. Sekali sundul, satu gol, tiga poin aman. Kritik? Dibalas di papan skor.

T. Budianto
Last updated: Januari 25, 2026 5:13 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PENENTU KEMENANGAN: Otavio Dutra merayakan gol bersama rekan-rekannya. Golnya melalui sundulan pada menit 54 menjadi penentu kemenangan Mahesa Jenar atas Persela Lamongan pada laga yang berlangsung di Stadion Jatidiri, awal Januari lalu. (Foto: PSIS Official)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Laga yang mentas di Stadion Jatidiri, Sabtu (24/1/2026) malam jadi panggung pembuktian Otavio Dutra. Kapten PSIS Semarang itu menjawab semua keraguan dengan cara paling simpel tapi ngena: cetak satu-satunya gol kemenangan tim tuan rumah.

Menjamu Persela Lamongan di pekan ke-17 Championship 2025/2026, PSIS tampil jauh lebih solid dibanding laga-laga sebelumnya. Skema 3-5-2 bikin lini belakang Mahesa Jenar lebih rapi, minim panik, dan nggak gampang ditembus.

Dutra yang bahu-membahu dengan Aldair Simanca dan Dani Ibrohim tampil disiplin sepanjang laga. Bonusnya, di menit ke-54, Dutra muncul sebagai pahlawan lewat gol semata wayang yang bikin penghuni Jatidiri bersorak.

“Puji Tuhan kami bisa dapat tiga poin di kandang. Ini kemenangan pertama sejak saya datang ke sini,” kata Dutra usai laga. Menariknya, kemenangan ini diraih dalam kondisi serba nggak ideal. PSIS harus bermain dengan 10 orang sejak pertengahan babak pertama setelah Safna Delpi diganjar kartu merah. Belum lagi hujan yang turun tanpa kompromi selama 90 menit.

Baca juga: Mahesa Jenar Ungguli Joko Tingkir

“Pertandingan berat, apalagi main dengan satu pemain lebih sedikit. Tapi semua bekerja keras. Justru kami tampil lebih total,” lanjut pemain berusia 42 tahun itu.

Soal performanya yang sempat disorot di laga kontra Deltras FC dan PSS Sleman, Dutra nggak menampik. Ia mengakui adaptasi jadi PR utama sejak bergabung di paruh kedua musim. “Kami pemain baru, belum saling kenal betul. Butuh waktu. Baru hari ini benar-benar terasa main sebagai satu tim,” ujarnya.

Menurut Dutra, chemistry yang mulai terbentuk jadi modal penting PSIS untuk keluar dari situasi sulit di klasemen. Saat ini, PSIS masih tertahan di papan bawah dan jelas belum aman.

Tetap Fokus

Sementara itu, pelatih PSIS, Jafri Sastra menyambut kemenangan ini dengan rasa syukur, tapi tanpa euforia berlebihan. “Alhamdulillah semua pemain tampil luar biasa. Tapi kami nggak berhenti di sini. Fokus tetap ke laga berikutnya,” tegasnya.

Jafri juga membocorkan kunci kemenangan PSIS meski bermain dengan 10 pemain: strategi fleksibel. Formasi diubah-ubah, dan para pemain bisa membaca situasi dengan baik. “Dalam latihan sudah kami siapkan skenario main dengan 10 pemain. Jadi saat kejadian di lapangan, anak-anak nggak kaget,” katanya.

Sementara dari kubu tim tamu, pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti tak bisa menyembunyikan kekecewaan. Ini jadi kekalahan pertama Persela sejak ia menangani tim tersebut.

Unggul jumlah pemain selama lebih dari 60 menit dan menguasai bola hingga 60 persen, Persela justru gagal memaksimalkan peluang. Dari 12 tembakan, nihil yang mengarah ke gawang PSIS.

Baca juga: Pulang ke Rumah, Rio! PSIS Panggil Lagi Bek Andalan Lama

“Setelah PSIS cetak gol, mental pemain langsung turun. Itu yang harus kami perbaiki,” ujar Bima Sakti.Meski kecewa, ia menolak menyalahkan individu dan memilih fokus membenahi mental tim untuk laga berikutnya.

PSIS menang, tapi klasemen belum aman. Dutra mencetak gol, tapi PR tim belum lunas. Satu hal yang pasti: kalau semua kritik bisa dibalas dengan gol penentu, mungkin tekanan justru jadi vitamin. Tinggal konsisten, karena di liga ini, satu kemenangan cuma cukup buat bernapas, bukan buat rebahan. (tebe)

You Might Also Like

Jersey Baru, Skuad Fresh, Persibangga Gaspol Bidik Naik Kasta

Indonesia Target Jaringan Judi Online Internasional

Ihwal Banyak Mal Bangun Pagar Tinggi, Pramono Anung: Bongkar Saja, Jakarta Lebih Butuh Banyak Pohon

Agustina Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Daerah

Bek Serbabisa Nuri Fasya Merapat, Ahmad Nufiandani Pulang ke Rumah Setelah 12 Tahun

TAGGED:headlineMahesa Jenarpanser biruPSISsnex
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pemprov Klaim 2.208 Desa di Jateng Sudah Mandiri
Next Article Warga Pati Syukuran Gelar Tumpengan Usai Bupati Sudewo Kena OTT KPK

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Agustina Ajak Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Try Sutrisno

Maret 3, 2026
Info

Superflu Cuma Lewat Timeline, Jateng Masih Aman

Januari 8, 2026
MELEPASKAN DIRI: Pemain PSIS, Wawan Febriyanto berusaha melepaskan diri dari pengawalan pemain Deltras Sidoarjo dalam laga lanjutan Liga 2 Championship 2025/2026 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (22/2/2026). (Foto: PSIS Official)
Sepak Bola

Manajemen PSIS Siapkan Bonus Kemenangan

Februari 28, 2026
Ilustrasi peta Indonesia.
Ekonomi

Daya Saing Indonesia di Pasar Global Nyungsep, Peringkat 58 dari 70 Negara

Juni 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dikritik, Diragukan, Terus… Jadi Penentu Kemenangan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?