Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Daya Saing Indonesia di Pasar Global Nyungsep, Peringkat 58 dari 70 Negara
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Daya Saing Indonesia di Pasar Global Nyungsep, Peringkat 58 dari 70 Negara

Singapura jadi negara paling kompetitif di dunia. Sementara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia kalah dari Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

R. Izra
Last updated: Juni 26, 2026 12:45 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ilustrasi peta Indonesia.
Ilustrasi peta Indonesia.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Ranking Indonesia di pasar global kembali menorehkan angka merah. Kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia semakin tergerus. Bukan semata karena pengaruh tekanan global, keprcayaan terhadap kebijakan pemerintah dan institusi di Tanah Air juga berpengaruh.

Setelah MSCI menyebut Indonesia terancam turun kelas dari emerging market ke frontier market, kini lembaga pemeringkat global IMD World Competitiveness menurunkan daya saing Indonesia ke peringkat 58 dari 70 negara.

Berdasarkan IMD World Competitiveness Ranking 2026, peringkat Indonesia turun drastis dibanding tahun sebelumnya yang masih berada di posisi 40.

Bacaaja: Rupiah Terus Melamah, IHSG Nyaris Trading Halt: Ekonomi RI Kehilangan Kepercayaan?
Bacaaja: Usai Jaga, Dokter Muda Undip Ikut Demo di Semarang: Harga Obat Naik saat Rupiah Lemah

Jika dibandingkan dengan 2024, penurunannya bahkan mencapai delapan tingkat. Saat itu Indonesia masih menempati peringkat ke-27.

Laporan yang diterbitkan IMD World Competitiveness Center di Swiss pada Juni 2026 itu menunjukkan Indonesia mulai tertinggal dari sejumlah negara tetangga. Singapura kembali menjadi negara paling kompetitif di dunia, disusul Hong Kong, Swiss, Taiwan, dan Uni Emirat Arab.

Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia juga kalah dari Malaysia yang berada di peringkat 15, Vietnam di posisi 27, dan Thailand di peringkat 45.

Sektor infrastrukutr dan efisiensi bisnis jadi titik lemah

Penurunan peringkat Indonesia terutama dipicu melemahnya efisiensi bisnis dan kualitas infrastruktur. Pada indikator Business Efficiency, Indonesia turun dari peringkat 23 pada 2024 menjadi posisi 38 tahun ini. Sementara sektor Infrastructure juga memburuk, dari peringkat 52 menjadi 58.

Tak hanya itu, Government Efficiency atau efisiensi pemerintahan mengalami penurunan paling tajam, dari posisi 14 menjadi peringkat 50. Satu-satunya indikator yang relatif stabil adalah Economic Performance, yang bertahan di posisi 24.

Jika dirinci lebih jauh, sejumlah indikator Indonesia masih berada di papan bawah. Produktivitas dan efisiensi berada di peringkat 53, sektor keuangan di posisi 51, praktik manajemen di peringkat 55, sikap dan etos kerja di posisi 53, serta pendidikan yang hanya menempati peringkat 63 dari 70 negara.

Kinerja infrastruktur ilmiah dan teknologi juga belum menggembirakan. Infrastruktur ilmiah berada di posisi 48, sedangkan infrastruktur teknologi menempati peringkat 47.

Meski begitu, Indonesia masih memiliki beberapa keunggulan yang menjadi modal daya saing. Pada indikator harga (Prices), Indonesia masuk 10 besar dunia. Sementara aspek perpajakan berada di peringkat 12, pasar tenaga kerja di posisi 21, dan ekonomi domestik menempati peringkat 24.

Namun, laporan IMD juga mencatat sejumlah tantangan besar yang harus segera dibenahi. Mulai dari ancaman konfrontasi ekonomi global terhadap ketahanan energi nasional, pertumbuhan ekonomi yang cenderung stagnan, penyesuaian anggaran pemerintah, keterbatasan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, hingga terbatasnya akses pembiayaan.

Direktur IMD World Competitiveness Center, Arturo Bris, menilai daya saing negara saat ini tak lagi hanya ditentukan biaya produksi atau besarnya pasar. Menurutnya, faktor paling menentukan justru adalah kualitas institusi dan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Daya saing kini menjadi soal kredibilitas institusi. Pelaku ekonomi harus yakin kontrak ditegakkan, keputusan pemerintah bisa dipertanggungjawabkan, korupsi dibatasi, dan birokrasi berjalan secara jelas,” ujarnya.

IMD World Competitiveness Ranking 2026 sendiri disusun menggunakan 341 indikator yang terbagi dalam empat pilar utama, yakni Economic Performance, Government Efficiency, Business Efficiency, dan Infrastructure.

Sekitar dua pertiga penilaian berasal dari data statistik resmi, sedangkan sepertiganya merupakan hasil survei terhadap lebih dari 6.900 pelaku usaha di 70 negara dan ekonomi.

Hasil tahun ini menunjukkan persoalan utama Indonesia bukan lagi pada stabilitas ekonomi makro, melainkan kualitas institusi, efisiensi birokrasi, daya saing dunia usaha, infrastruktur, serta kapasitas sumber daya manusia yang menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang. (*)

You Might Also Like

Gubernur Jateng Selalu Dirujak Netizen, Gimana Kinerja Luthfi-Yasin Setahun Terakhir?

Jangan Cuma Stadion yang Ramai, UMKM Juga Harus Panen Cuan

Berani Protes Juri LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa ke Tiongkok

Pemerintah Keras Kepala Tak Mau Tetapin Status Bencana Nasional, Muhammadiyah Menggugat!

2025 Panen Piala, Pemkot Semarang Lagi On Fire

TAGGED:headlineimdmscipasar globalperingkat indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Punya Mimpi Pakai Jersey PSIS? Mahesa Jenar Buka Talent Scouting
Next Article Warga Binaan Lapas Purwodadi Belajar Jadi Barista

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TAWARKAN INVESTASI--Wali Kota Agustina Wilujeng mempresentasikan proposal Semarang Logistic Hub UCC Terboyo dalam Investment Challenge 2026 di Gumaya Hotel Tower Semarang, Senin (10/8/2026). (ist)

Pemkot Canangkan UCC Terboyo Jadi Mesin Ekonomi Baru Semarang

Otak Encer Tetapi Jiwa Kehilangan Hati Nurani

CALON TUNGGAL - Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI.

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Begini Respons DPR

SAKSI SIDANG--Kepala Desa Sidoluhur, Sudardi duduk di kursi roda saat bersaksi di sidang korupsi Bupati Pati, Sudewo, di Semarang, Senin (10/8/2026). (bae)

Sakit dan Pakai Kursi Roda, Kades dari Pati Tetap Bersaksi di Sidang Sudewo

TURNAMEN FREE FIRE--Pemain Free Fire sedang bertanding dalam Clash Squad 4V4 Tournament Warmindo Mayoritas, Sabtu (8/8/2026). (ist)

Kejutan Turnamen Free Fire di Warmindo Mayoritas, SU HIGH Naik Podium Juara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Sambut IVCA 2026, Bule-Bule Gowes di Prambanan

Mei 22, 2026
Ekonomi

Pasar Ikan Rejomulyo Come Back

Januari 26, 2026
Ekonomi

Dijamin Geger! 105 Ribu Pikap di Impor dari India, Siapa Untung Siapa Waswas?

Februari 22, 2026
Petugas KPK memamerkan 5 koper uang yang disita dari 'safe house' Bea Cukai di Jakarta Pusat.
Hukum

KPK Pamerkan Uang 5 Koper Hasil Sitaan ‘Safe House’ Bea Cukai di Jakarta

Februari 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Daya Saing Indonesia di Pasar Global Nyungsep, Peringkat 58 dari 70 Negara
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?