Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rupiah Terus Melamah, IHSG Nyaris Trading Halt: Ekonomi RI Kehilangan Kepercayaan?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Rupiah Terus Melamah, IHSG Nyaris Trading Halt: Ekonomi RI Kehilangan Kepercayaan?

R. Izra
Last updated: Mei 18, 2026 12:00 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
IHSG KEMBALI RONTOK - Ilustrasi bursa saham kembali nyungsep. IHSG kembali rontok.
IHSG KEMBALI RONTOK - Ilustrasi bursa saham kembali nyungsep. IHSG kembali rontok.
SHARE
BACAAJA, JAKARTA — Pasar saham Indonesia lagi-lagi tumbang. Tapi kali ini, masalahnya bukan cuma karena sentimen global. Banyak pelaku pasar mulai melihat ada persoalan yang lebih dekat: kondisi domestik yang makin bikin investor kehilangan rasa percaya diri.

Senin pagi (18/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lebih dari 4 persen hanya dalam waktu sekitar 1,5 jam perdagangan. Posisi indeks bahkan sempat mendekati batas trading halt, alias penghentian sementara perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Layar perdagangan langsung dipenuhi warna merah. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, cuma segelintir yang berhasil bertahan di zona hijau.

Bacaaja: IHSG Rontok! Dua Hari Berturut Kena Trading Halt, Ekonomi Indonesia Bakal Ambruk?
Bacaaja: Bitcoin Keok! Turun 13% dalam 5 Hari, Level Terendah Sejak April 2025

Saham-saham bank besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI ikut rontok. Sementara saham-saham konglomerasi seperti BREN, TPIA, AMMN, dan DSSA kena aksi jual besar-besaran.

Memang, keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks global MSCI dan warning dari FTSE Russell jadi pemicu utama kepanikan pasar. Tapi banyak investor mulai sadar, masalahnya nggak sesederhana itu.

Karena sentimen global biasanya cuma jadi pemantik. Yang bikin pasar gampang roboh justru fondasi domestik yang lagi rapuh.

Belakangan ini tekanan ekonomi di dalam negeri memang makin terasa. Rupiah terus melemah mendekati Rp 17.600 per dolar AS. Gelombang PHK mulai menghantui sektor industri. Daya beli masyarakat juga belum benar-benar pulih.

Belum lagi ketidakpastian arah kebijakan ekonomi yang bikin investor makin wait and see. Pasar akhirnya membaca satu pesan yang cukup jelas: ekonomi domestik sedang tidak solid.

Makanya ketika sentimen negatif datang dari luar negeri, investor langsung bereaksi berlebihan. Dana asing keluar, investor lokal panik, lalu pasar jatuh beramai-ramai.

Yang bikin situasi makin sensitif adalah isu konsentrasi kepemilikan saham di Indonesia. FTSE Russell menyoroti adanya saham-saham dengan free float rendah dan kepemilikan terlalu terkonsentrasi pada kelompok tertentu.

Buat investor global, kondisi seperti itu dianggap berisiko. Karena ketika pasar panik, likuiditas bisa cepat mengering dan investor besar kesulitan keluar. Akibatnya, kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia ikut kena pukul.

Sensitif kondisi dalam negeri

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana atau yang akrab disapa Didit, mengatakan tekanan terhadap IHSG memang masih sangat besar.

Menurutnya, koreksi pasar belum selesai dan investor masih dibayangi berbagai sentimen negatif.

“Pergerakan IHSG di mana kecenderungan koreksi masih cukup besar,” ujarnya.

Meski sentimen luar seperti konflik geopolitik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak dunia ikut memicu tekanan pasar, investor justru mulai lebih sensitif terhadap kondisi dalam negeri.

Salah satu yang paling terasa adalah pelemahan rupiah yang kini sudah menyentuh level Rp 17.600 per dolar AS. Buat pasar, rupiah yang terus melemah bukan cuma soal kurs. Itu dianggap sinyal bahwa tekanan ekonomi domestik makin berat.

Ketika mata uang tertekan, biaya impor naik, industri mulai terganggu, ancaman PHK muncul, dan daya beli masyarakat ikut melemah. Semua itu akhirnya menciptakan ketakutan baru di pasar saham.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menyebut kondisi pasar saat ini sedang berada dalam mode risk-off alias investor memilih menjauh dari aset berisiko.

Menurutnya, tekanan jual asing terhadap saham-saham besar makin memperparah kondisi IHSG. Yang bikin pasar makin khawatir adalah kombinasi berbagai masalah yang datang hampir bersamaan.

Mulai dari rupiah yang melemah, aliran dana asing keluar, sampai kepercayaan investor global terhadap struktur pasar Indonesia yang mulai dipertanyakan.

Di media sosial, banyak investor retail mulai mempertanyakan kondisi pasar dalam negeri. Ada yang menyebut IHSG sekarang terlalu gampang diguncang sentimen, ada juga yang menilai pasar saham Indonesia makin kehilangan daya tarik dibanding negara tetangga. (*)

You Might Also Like

Momen Haru Agus Gondrong di Aceh Tamiang: Disambut Selawat Badar, Kepsek Nangis Lihat Sekolah Bangkit

Sembiz 2025, Langkah Semarang Nge-boost Investasi

Harga Elektronik Makin Naik, Ini Rekomendasi Smartphone di Bawah Rp5 Juta dengan Spek Mumpuni

Server SPMB Jateng Dipasang ‘Turbo’, Jamin Nggak Ada Drama Saat Daftar Sekolah

Jateng Makin Kering, Tiga Wilayah Sudah Lebih 100 Hari Tanpa Hujan

TAGGED:dolarekonomiheadlineihsginvestornilai tukar rupiahrupiahtrading halt
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tubuh Mahasiswa Bukan Wilayah Otoritas Akademik
Next Article Sejumlah PLTU Jateng Masuk Daftar “Paling Bahaya”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UKIR SEJARAH - Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga panahan Indonesia setelah meraih emas nomor compound individu putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mahasiswi Udinus Semarang Bikin Sejarah Panahan Indonesia, Raih Emas di Asean-Games 2026

Lapas Purwodadi Pastikan Data Pemilih Warga Binaan Tetap Terdata

Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae)

Hati-Hati! Asap TPA Jatibarang Mengandung Partikel Berbahaya

Sabut Kelapa Buatan Warga Binaan Lapas Semarang Tembus Yunani

Giant Sea Wall Diharap Jadi Solusi Banjir dan Rob

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Dua bos Sritex (kemeja putih) sedang mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (20/4/2026). (bae)
Hukum

Duo Iwan Bos Sritex Dituntut Hukuman 16 Tahun Penjara dan Bayar Rp1,3 Triliun

April 21, 2026
Info

Megawati Soekarnoputri: “Congrats, Mojtaba Khamenei”

Maret 12, 2026
JALANI SIDANG--Dua terdakwa kasus pencucian uang, Gus Yazid dan Andhi Nur Huda menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (5/8/2026). (bae)
Hukum

Dituntut 6 Tahun Penjara, Gus Yazid Minta Dibebaskan dari Kasus Pencucian Uang Libatkan Letjen Widi

Agustus 5, 2026
Pendidikan

Daya Tampung Siswa Baru Kota Semarang Naik 15 Persen

Maret 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rupiah Terus Melamah, IHSG Nyaris Trading Halt: Ekonomi RI Kehilangan Kepercayaan?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?