BACAAJA, SEMARANG- Turnamen Ceqiu Cup 9 Ball Single Competition Seri II yang digelar di Ceqiu Pool & Cafe sukses menyedot perhatian ratusan pebiliar dari berbagai daerah.
Ajang yang berlangsung sejak 11 hingga 17 Mei 2026 itu digelar untuk memeriahkan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang sekaligus jadi salah satu turnamen biliar paling ramai di Kota Atlas tahun ini.
Setelah melewati persaingan panas selama sepekan, Vicky pebiliar muda asal Semarang keluar sebagai juara. Di partai final yang berlangsung sengit pada Minggu (17/5), Vicky berhasil mengalahkan Yana KJ dengan skor tipis 6-4.
Pertandingan final berlangsung ketat sejak frame awal. Kedua pemain saling kejar poin dan beberapa kali memaksa pertandingan berjalan dalam tekanan tinggi.
Namun ketenangan Vicky saat memasuki frame penentuan jadi pembeda. Lewat kombinasi safety shot dan finishing yang rapi, pebiliar tuan rumah itu sukses mengunci kemenangan.Sementara posisi peringkat ketiga bersama ditempati Tinton HW dan Tondil asal Kudus yang tampil konsisten sejak babak penyisihan.
Ketua panitia, Untung Prawiro Negoro mengatakan, turnamen ini memang sengaja dibuat bukan sekadar soal rebutan trofi. Menurutnya, Ceqiu Cup juga ingin jadi ruang kumpul komunitas biliar lintas daerah sekaligus memperkuat sportivitas antarpebiliar.
“Turnamen ini bukan hanya soal mencari juara. Kami ingin membangun sportivitas, kebersamaan, dan membuat komunitas biliar di Semarang semakin hidup,” ujarnya.
Antusiasme Peserta
Antusiasme peserta pun disebut di luar perkiraan panitia. Total ada 257 peserta yang ikut bertanding mulai dari babak penyisihan, wild card, hingga babak utama. Jumlah tersebut jadi bukti kalau olahraga biliar sekarang makin diminati banyak kalangan, mulai pemain komunitas sampai atlet kompetitif.
Selama turnamen berlangsung, arena Ceqiu Pool & Café hampir tidak pernah sepi. Penonton terus memadati area pertandingan untuk menyaksikan duel-duel panas antarpebiliar. Sorak dukungan, tepuk tangan, hingga suasana tegang saat bola terakhir masuk jadi pemandangan yang terus muncul sepanjang turnamen.
Selain memperebutkan trofi dan gengsi, panitia juga menyiapkan total hadiah Rp30 juta. Peserta bahkan berkesempatan membawa pulang doorprize utama berupa tas biliar dari brand Vortex serta merchandise dari Akusara.
Untung menegaskan, Ceqiu bakal terus menggelar kompetisi secara rutin ke depan. Pihaknya berharap, Ceqiu dapat menjadi “rumah kompetisi biliar” bagi pemain lokal sekaligus ikut mendorong perkembangan olahraga biliar di Jateng. “Kami ingin turnamen seperti ini terus ada. Harapannya Semarang bisa jadi salah satu barometer perkembangan biliar di Jateng,” katanya.
Karena sekarang di Semarang, nongkrong malam nggak cuma soal kopi dan live music. Tapi juga siapa yang paling tenang saat di meja tinggal satu bola strip kuning-putih. (tebe)

