BACAAJA, SEMARANG – Tubuhnya besar, bulunya tebal, tetapi misi Denver justru sederhana, membantu satwa lain yang membutuhkan.
Denver merupakan Alaskan Malamute berusia dua tahun asal Semarang dengan bobot sekitar 70 kilogram. Di balik popularitasnya sebagai selebdog, anjing raksasa itu ikut menjadi bagian dari aksi penggalangan dana untuk merawat satwa terlantar.
Pemiliknya, Lily Harts, mengatakan dana yang diperoleh dari sesi foto bersama Denver sepenuhnya disalurkan untuk kebutuhan shelter Yayasan Sahabat Setia Satwa. Shelter tersebut menampung berbagai hewan rescue, termasuk anjing yang terlantar, mengalami penyiksaan, hingga yang terancam disembelih.
Bacaaja: Kuliah Praktik Ala Unkartur Semarang: Ngatur Jam Makan dan Ngurusin Mood Satwa
Bacaaja: Kisah Dina Rawat Kucing-kucing Terlantar, Andalkan Cuan dari Jualan Bantal Bergambar Meong
“Uangnya untuk beli pakan, vaksin, atau steril tergantung kebutuhan,” kata Lily saat ditemui di Semarang, Minggu (27/9/2026).
Dalam sejumlah pameran maupun kegiatan di pusat perbelanjaan, pengunjung dapat berfoto bersama Denver dengan tarif sekitar Rp25.000 selama dua menit. Meski singkat, sesi tersebut menjadi cara Denver “bekerja” untuk membantu teman-temannya di shelter.
Popularitas Denver sendiri semakin dikenal setelah ia meraih juara pertama lomba kostum dalam Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, 6 September 2026. Saat itu, ia tampil mengenakan kostum bertema olahraga bisbol.
Lily mengatakan Denver memang memiliki karakter yang tenang dan jinak. Namun, merawat Malamute seberat 70 kilogram di iklim tropis bukan perkara sederhana.
AC harus menyala hampir sepanjang waktu dengan suhu sekitar 16 derajat Celsius, ditambah kipas berkecepatan tinggi. Kebutuhan makannya pun mencapai 1,2 hingga 1,5 kilogram daging setiap hari.
Bagi Lily, semua perhatian itu sepadan. Terlebih ketika popularitas Denver bisa ikut membantu anjing-anjing rescue yang kondisinya jauh lebih memprihatinkan.
“Jadi kita tolong shelter, untuk merawat anjing yang mau disembelih, anjing yang disakiti, anjing yang terlantar,” ujarnya. (dul)

