Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Agustina Ingin Festival Semarang Go Internasional
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Agustina Ingin Festival Semarang Go Internasional

Festival Arak-Arakan Cheng Ho kembali bikin kawasan Sam Poo Kong ramai. Tapi bagi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, tradisi tahunan ini bukan sekadar kirab dan ritual budaya.

T. Budianto
Last updated: Agustus 16, 2026 2:49 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
PROSESI PENGHORMATAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menghadiri prosesi penghormatan dan penghantaran patung Laksamana Cheng Ho di kawasan Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyambut kedatangan arak-arakan Kimsin dalam puncak Festival Arak-Arakan Cheng Ho 2026 di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Sabtu (15/8/2026).

Prosesi kirab membawa Kimsin menggunakan Kio atau tandu dari Klenteng Tay Kak Sie menuju Sam Poo Kong. Arak-arakan tersebut diikuti berbagai lapisan masyarakat dan menjadi salah satu rangkaian utama peringatan 621 tahun kedatangan Laksamana Cheng Ho.

Bagi Agustina, tradisi yang terus dipertahankan tersebut bukan sekadar agenda budaya tahunan. Di dalamnya terdapat doa, kebersamaan sekaligus potensi besar untuk mengembangkan pariwisata Kota Semarang.

“Ini luar biasa dan menjadi berkah untuk Kota Semarang. Doa-doa yang dilantunkan sejak dari Tay Kak Sie hingga tiba di Sam Poo Kong ini adalah doa untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga,” ujar Agustina.

Festival Cheng Ho 2026 berlangsung pada 14-16 Agustus 2026. Perhelatan tersebut menjadi bagian dari 17 Warisan Budaya Tak Benda Kota Semarang yang telah ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia serta masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Baca juga: Rest Area Cheng Ho Purbalingga Kini Ada Charger Mobil Listrik

Kehadiran Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, Ye Su, jajaran Forkopimda, serta pengurus Yayasan Sam Poo Kong dan Tay Kak Sie turut memberikan warna tersendiri dalam perhelatan tersebut.

Agustina melihat Festival Cheng Ho memiliki modal kuat untuk berkembang lebih jauh. Dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Pemprov Jateng dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk memperbesar skala penyelenggaraan festival.

Apalagi, keterlibatan perwakilan asing dalam kegiatan tersebut membuka peluang kerja sama budaya dan pariwisata yang lebih luas. “Dukungan pusat dan provinsi sangat berarti. Kehadiran perwakilan asing seperti Konsul Jenderal RRT juga membuka peluang besar agar festival ini bisa berkembang menjadi event berskala internasional di masa depan,” katanya.

Jika peluang tersebut bisa dimaksimalkan, Festival Cheng Ho bukan hanya menjadi milik warga Semarang. Event ini berpotensi menjadi magnet wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Sejarah kedatangan Cheng Ho yang telah melekat dengan identitas Semarang menjadi modal cerita yang kuat. Tinggal bagaimana cerita tersebut dikemas agar semakin menarik tanpa kehilangan akar tradisinya.

Dampak Langsung

Festival Cheng Ho juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Pelaku UMKM mendapat ruang untuk menawarkan produk, seniman memperoleh kesempatan tampil, sementara generasi muda bisa mengenal lebih dekat sejarah dan kekayaan budaya Kota Semarang.

Kelancaran pelaksanaan festival pun tidak lepas dari gotong royong masyarakat di tingkat RT dan kelurahan bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Agustina secara khusus mengapresiasi warga yang tetap sabar dan ikut mendukung jalannya kirab, termasuk masyarakat yang tinggal di sepanjang rute perjalanan rombongan.

“Pemkot Semarang menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan pihak yang mendukung kelancaran acara. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan yang sempat terdampak kepadatan lalu lintas di sepanjang rute kirab sejak pagi hari,” tuturnya.

Setelah prosesi kedatangan Kimsin di Sam Poo Kong, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengembalian Kimsin dari Sam Poo Kong menuju Klenteng Tay Kak Sie pada sore hari.

Baca juga: Secuil Cerita dari Sebuah Museum di Kota Lama Semarang

Lebih jauh, Agustina berharap Festival Cheng Ho dapat terus menjadi ruang bertemunya masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Menurutnya, semangat kebersamaan dan toleransi yang terlihat dalam rangkaian kegiatan tersebut merupakan modal penting bagi Kota Semarang untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya.

“Gotong royong dan toleransi yang terlihat hari ini adalah kekuatan utama kota kita. Kita akan terus merawat warisan budaya ini agar semakin dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. Pada akhirnya, Festival Cheng Ho punya modal yang cukup lengkap: sejarah, budaya, tradisi, UMKM, seni, toleransi, sampai dukungan pemerintah.

Tinggal satu pekerjaan rumah: bagaimana membuat festival yang sudah ramai di Semarang ini ikut ramai dibicarakan di luar negeri. Sebab kalau targetnya panggung internasional, jangan sampai yang datang cuma wisatawan lokal, sementara yang sibuk memotret kirab tetap warga sendiri. (tebe)

You Might Also Like

Layanan Cepat Tanpa Drama, Dua Menteri Puji MPP Semarang

Konflik PBNU Bikin Resah, Nahdliyin Nusantara Desak Kiai Sepuh ‘Turun Gunung’

Gila! Penebangan Hutan Indonesia Nomor 2 di Dunia, Paru-paru Dunia Dibabat

Belajar Arah Kiblat dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Purwodadi Dibekali Ilmu Falak

Jangan Ketinggalan! Turnamen FF Semarang Dibuka Lagi, Slot Cuma Buat 64 Tim

TAGGED:agustina wilujengcheng hofestival semarangheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Luthfi: Pramuka Harus Siap Jadi Pemimpin
Next Article 5 Doa Saat Gempa, Lengkap Arab dan Artinya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PEMERIKSAAN AUTOGATE: Penumpang pesawat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menggunakan autogate saat melewati pemeriksaan imigrasi, Rabu (30/9/2026). (bae)

Pemeriksaan Imigrasi di Bandara Ahmad Yani Lebih Praktis, Sekarang Pakai Autogate

Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae)

BREAKING NEWS: TPA Jatibarang Semarang Terbakar Malam Ini

Giant Sea Wall Dikhawatirkan Ganggu Nelayan

KORBAN KERACUNAN MBG - Polisi menjenguk korban keracunan MBG di Batang yang dirawat pada sebuah fasilitas kesehatan (faskes) setempat.

Korban Dugaan Keracunan MBG di Jateng Tembus 13 Ribu Orang

TRANSFORMASI LAYANAN PELANGGAN - PLN Icon Plus turut mengembangkan transformasi layanan pelanggan melalui implementasi New Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T) Wave 4 di Jawa Tengah dan Yogyakarta. KUNJUNGAN INDUSTRI - Siswa Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMK Muhammadiyah Imogiri kunjungi PLN Icon Plus di Semarang, untuk mengenal lebih jauh industri teknologi digital.

PLN Icon Plus Perkuat Pembelajaran Siswa TJKT Muhammadiyah Imogiri melalui Pengalaman Industri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Buku "Gerakan Aksi Massa" karya dosen dan aktivis mahasiswa SCU. (ist)
Pendidikan

Dosen dan Ketua BEM SCU Bikin Buku Panduan Demo: Jangan Asal Turun Jalan!

Maret 13, 2026
Hukum

Nama Besar Bekasi Tersandung, Ade Kuswara Dijemput KPK, Segini Hartanya

Desember 19, 2025
Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah.
Hukum

KPK Buka Peluang Panggil Gus Miftah sebagai Saksi dan Sita Duit Korupsi Rp100 Juta

Juli 15, 2026
Daerah

Tanahnya Nggak Ambles, Tapi Jalan Pelan, Pemprov: Tegal Alami Fenomena “Creeping”

Februari 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agustina Ingin Festival Semarang Go Internasional
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?