BACAAJA, SEMARANG – Boge Kurnia mengaku kehilangan pekerjaannya hanya karena berbeda pilihan politik dengan Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq.
Dia bercerita, pernah menjadi relawan Fadia sejak Pilkada 2011. Namun, ketika Fadia maju sebagai calon bupati periode kedua pada Pilkada 2024, Boge memilih mendukung lawan Fadia.
Menurut Boge, keputusan itu kemudian berujung pada pemberhentiannya. Pada Januari 2025, ia mendapat perintah untuk berhenti bekerja.
“Yang mecat saya hanya bilang: ‘Sampeyan berhenti, tidak usah bekerja di sini’,” kata Boge menirukan ucapan yang diterimanya.
Bacaaja: Bupati Fadia Arafiq Ngaku Kaya Sejak Lahir, Lha Kok Korupsi?
Bacaaja: Impulsif dan Sewenang-wenang, Bupati Fadia Pecat Orang yang Beda Pilihan Politik
Boge mengaku tidak pernah mendapat surat peringatan pertama maupun kedua. Saat menanyakan alasannya, ia justru diminta mencari penjelasan kepada anak buah Fadia.
“Saya dipecat tanpa SP 1, SP 2, langsung pecat secara lisan,” ujar Boge saat ditemui di Semarang, Kamis (10/9/2025).
Ia kini memilih bekerja sebagai wiraswasta setelah tidak lagi menjadi pekerja outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Boge merasa pemberhentian tersebut tidak adil karena tidak dilakukan melalui prosedur yang semestinya.
Dalam persidangan kasus Fadia, mantan bupati tersebut sempat membenarkan pernah menginstruksikan pemberhentian beberapa pekerja outsourcing.
Fadia mengaku menerima laporan ada pekerja outsourcing yang mendukung lawannya dan disebut mengintimidasi pekerja lain, sehingga ia mengatakan, “langsung berhentikan”. (bae)

