BACAAJA, JEPARA – Sebanyak 1.300 bibit terumbu karang ditanam di perairan Tanjung Gelam, Taman Nasional Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. Penanaman ini untuk membantu memulihkan ekosistem di sana.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya konservasi bahari melalui kerja sama Balai Taman Nasional Karimunjawa, komunitas lokal Omah Karang, dan InJourney Airports melalui program TJSL.
Bibit yang ditanam terdiri dari jenis Acropora spp. dan Porites spp. Ribuan bibit tersebut dipasang pada media rehabilitasi yang disiapkan di area seluas 100 meter persegi.
Untuk mendukung penanaman, sebanyak 100 unit media spider web dan satu unit biorock dipasang di lokasi rehabilitasi. Media tersebut menjadi tempat menempelnya bibit karang hingga dapat tumbuh dan berkembang.
Bacaaja: Skydiving Jadi Atraksi Unggulan Karimunjawa
Bacaaja: Terang Laut, Ikhtiar PLN Icon Plus Selamatkan Terumbu Karang Karimunjawa
General Manager Bandara Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto mengatakan rehabilitasi terumbu karang membutuhkan kerja sama banyak pihak dan tidak berhenti setelah proses penanaman.
“Konservasi tidak bisa dilakukan sendiri dan membutuhkan kolaborasi serta pemantauan jangka panjang agar ekosistem yang direhabilitasi dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” kata Sulistyo, Jumat (11/9/2026).
Karimunjawa merupakan salah satu destinasi dengan kekayaan bahari yang luar biasa, sehingga rehabilitasi terumbu karang menjadi langkah konkret untuk memastikan potensi tersebut dapat terus dinikmati oleh masyarakat dan generasi mendatang.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan tutupan karang hidup sekaligus menyediakan habitat bagi berbagai biota laut.
Pemantauan dan pengelolaan bersama masyarakat juga menjadi bagian penting agar terumbu karang yang ditanam bisa terus berkembang. (bae)

